Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Pendidikan

Selisih Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia, Ini Penjelasan UGM

Lia by Lia
60 minutes ago
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
414 9
A A
0
Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Selisih Jauh, Ini Kata Ekonom UGM

Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Selisih Jauh, Ini Kata Ekonom UGM (Dok. UGM)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jogja ~

Contents

    • 0.1. Lingo, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Literasi Anak Tanpa Gawai
    • 0.2. Muhammad Bagas Ardhani Jadi Google Student Ambassador 2026
  • 1. Standar Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Berbeda
  • 2. Kelompok Rentan di Sekitar Garis Kemiskinan
  • 3. Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan
  • 4. Pekerjaan Formal dan Pertumbuhan Inklusif

Perbedaan angka kemiskinan Indonesia versi Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia menjadi perhatian setelah kedua lembaga menggunakan garis kemiskinan yang berbeda. Bank Dunia menyebut 64,2 persen penduduk Indonesia berada di bawah standar kemiskinan, sedangkan BPS mencatat tingkat kemiskinan nasional pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen. Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Wisnu Nugroho, menjelaskan perbedaan itu berkaitan dengan tujuan dan standar pengukuran yang digunakan. Menurut dia, angka tersebut perlu dibaca sebagai gambaran tentang kelompok rentan, bukan sebagai tanda Indonesia tiba-tiba menjadi negara miskin.

You might also like

Lingo, Media Belajar Literasi Anak Usia Dini Hasil Inovasi Mahasiswa UGM

Lingo, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Literasi Anak Tanpa Gawai

12 September 2026
Kisah Muhammad Bagas Ardhani, Mahasiswa UGM yang Terpilih Jadi Google Student Ambassador

Muhammad Bagas Ardhani Jadi Google Student Ambassador 2026

11 September 2026

Wisnu menjelaskan hal itu pada Jumat (11/9). Menurutnya, Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional untuk membandingkan kondisi kesejahteraan negara-negara dalam kelompok pendapatan yang sama.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Standar Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Berbeda

Indonesia telah masuk kategori negara berpendapatan menengah atas atau Upper Middle-Income Country (UMIC) sejak 2003. Dalam standar Bank Dunia, garis kemiskinan untuk kelompok negara tersebut ditetapkan berdasarkan pengeluaran di bawah 8,3 dolar AS per hari.

“Angka 64,2% diambil dari proporsi penduduk yang pengeluarannya di bawah 8.3 dollar per hari yang digunakan sebagai garis kemiskinan standar negara berpendapatan menengah atas,” jelas Wisnu.

Ia mengatakan, standar tersebut harus dipahami secara hati-hati karena negara-negara yang masuk kelompok berpendapatan menengah atas memiliki rentang pendapatan yang cukup lebar. Indonesia termasuk negara yang relatif lebih awal masuk kategori tersebut dengan pendapatan per kapita sekitar 4.800 dolar AS.

Di sisi lain, negara dengan pendapatan per kapita tertinggi dalam kelompok UMIC mencapai sekitar 14.000 dolar AS. Perbedaan rentang tersebut membuat perbandingan antarnegara tidak sepenuhnya setara.

“Sehingga sulit sekali apabila kita katakan ini adalah perbandingan yang sama,” ungkapnya.

Kelompok Rentan di Sekitar Garis Kemiskinan

Wisnu menilai, pesan penting dari perbedaan angka kemiskinan BPS dan Bank Dunia bukan hanya besaran persentasenya. Perbedaan itu menunjukkan adanya kelompok masyarakat yang secara statistik berada di atas garis kemiskinan nasional, tetapi masih menghadapi kerentanan ekonomi.

Kelompok tersebut dapat kembali jatuh ke bawah garis kemiskinan apabila menghadapi guncangan, seperti kehilangan pekerjaan, kenaikan harga, atau penurunan pendapatan.

“Satu hal yang penting untuk diambil hikmahnya atau apa yang bisa kita pelajari yaitu bukan angkanya saja, tapi pesannya,” tuturnya.

Menurut Wisnu, distribusi pendapatan Indonesia masih memperlihatkan penumpukan pada kelompok rentan dan kelas menengah aspiratif. Karena itu, perubahan garis kemiskinan dapat meningkatkan jumlah penduduk yang masuk kategori miskin.

“Ini soal jumlah pendudukan di sekitar garis, bukan tiba-tiba Indonesia jadi miskin. Jadi, UMIC itu status pendapatan negara, bukan ukuran seberapa merata pendapatan itu dinikmati,” katanya.

Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan

Persoalan kemiskinan juga berkaitan dengan distribusi manfaat pertumbuhan ekonomi. Wisnu mengatakan pertumbuhan ekonomi tetap memberikan dampak kepada masyarakat, tetapi manfaatnya dirasakan secara berbeda oleh setiap kelompok.

Ia merujuk data BPS yang menunjukkan rasio Gini meningkat dari 0,36 pada September 2025 menjadi 0,368 pada Maret 2026. Kenaikan lebih besar terjadi di wilayah perkotaan, dari 0,383 menjadi 0,387.

“Jadi ketimpangan membesar melalui pertumbuhan, sehingga kemudian angka kemiskinan juga turun, tapi pembagiannya cenderung tidak merata, terutama di kota-kota,” jelas Wisnu.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kenaikan rasio Gini tersebut tidak langsung dianggap sebagai pembalikan tren ketimpangan dalam jangka panjang. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tingkat ketimpangan masih relatif lebih rendah. Namun, kenaikan setelah dua periode penurunan tetap perlu menjadi perhatian.

Wisnu juga menyoroti program pemerintah berskala besar. Menurutnya, anggaran yang besar tidak otomatis membuat manfaat program diterima secara merata. Akses terhadap program tertentu masih dapat terkonsentrasi pada kelompok yang memiliki modal, jaringan, atau akses tertentu.

Pekerjaan Formal dan Pertumbuhan Inklusif

Selain ketimpangan pendapatan, kualitas pekerjaan menjadi persoalan lain yang memengaruhi kerentanan ekonomi. Penurunan tingkat pengangguran belum sepenuhnya menunjukkan peningkatan kesejahteraan apabila penyerapan tenaga kerja masih banyak terjadi di sektor informal.

Wisnu menyebut pekerja informal masih mencapai sekitar 59 persen dari total pekerja. Menurutnya, pekerjaan informal cenderung memiliki kepastian pendapatan dan perlindungan sosial yang lebih rendah dibandingkan pekerjaan formal.

“Masalahnya, pekerjaan-pekerjaan seperti ini tidak memberikan sustainability atau keberlanjutan yang cukup. Pendapatan tidak pasti, tidak dapat jaminan sosial, tidak ada jenjang karir, dan tidak ada perlindungan ketika terjadi guncangan,” ujarnya.

Ia menilai penciptaan lapangan kerja perlu diarahkan tidak hanya untuk mengurangi pengangguran, tetapi juga meningkatkan kualitas dan keberlanjutan pekerjaan. Menurutnya, seseorang dapat berstatus bekerja, tetapi tetap berada dalam posisi ekonomi yang rentan.

Wisnu menyampaikan tiga hal yang perlu diperhatikan pemerintah. Pertama, program pemerintah harus dirancang agar manfaat pertumbuhan ekonomi tersebar lebih luas. Ia mencontohkan Kecamatan Development Program (KDP) dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sebagai pembelajaran program pembangunan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Skala besar itu tidak otomatis inklusif. Desain dan mekanismenya yang kemudian memastikan bahwa itu adalah inklusif,” tegasnya.

Kedua, pemerintah perlu memperbaiki sistem perpajakan dan meningkatkan kepercayaan publik melalui layanan negara. Ketiga, pemerintah perlu memprioritaskan penciptaan lapangan kerja formal dan berkualitas.

“Pekerjaan rumah kita bukan lagi mengeluarkan orang dari kemiskinan, tapi memastikan mereka yang sudah keluar tidak pernah jatuh lagi,” pungkas Wisnu.

Tags: Berita JogjaHeadlineIndonesiaJogjaPerbedaan

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Lia

Lia

Related Stories

Lingo, Media Belajar Literasi Anak Usia Dini Hasil Inovasi Mahasiswa UGM

Lingo, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Literasi Anak Tanpa Gawai

by Dwina
12 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengembangkan Lingo, media belajar literasi anak usia dini berbasis teknologi pengenalan ucapan...

Kisah Muhammad Bagas Ardhani, Mahasiswa UGM yang Terpilih Jadi Google Student Ambassador

Muhammad Bagas Ardhani Jadi Google Student Ambassador 2026

by Wawan
11 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Mahasiswa Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Bagas Ardhani, terpilih sebagai Google Student Ambassador...

Mahasiswa UGM Teliti Fenomena Praktik Clickbait Konten Afiliasi Demi Cuan

Riset UGM Ungkap Clickbait Konten Afiliasi Tak Selalu Cuan

by Wawan
11 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosio Humaniora (PKM-RSH) Universitas Gadjah Mada (UGM) meneliti praktik clickbait konten afiliasi...

Muhammad Bagas Ardhani Jadi Google Student Ambassador 2026

by Dwina
11 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Mahasiswa Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Bagas Ardhani, terpilih sebagai Google Student Ambassador...

UGM Sabet 2 Penghargaan di Kompetisi Mobil Hemat Energi AISeries x AISC Regional

UGM Sabet 2 Penghargaan di Kompetisi Mobil Hemat Energi AISeries x AISC Regional

by Lia
10 September 2026
0

Headline.co.id, Depok ~ Tim Reactics Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih dua penghargaan dalam kompetisi AISeries x AISC Regional 2026 di...

Mahasiswa UGM Kembangkan Perangkat Elektronik Cerdas untuk Pemetaan Jaringan Kanker Payudara

Mahasiswa UGM Kembangkan Perangkat Elektronik Cerdas untuk Pemetaan Jaringan Kanker Payudara

by Fajar
10 September 2026
0

Headline.co.id, Medan ~ Kanker payudara merupakan isu kesehatan utama dengan tingkat insiden tinggi di Indonesia. Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, tercatat...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Mahasiswa Universitas Alma Ata Bersama dengan Polisi Melakukan Bersih Pantai di Srandakan Bantul

Universitas Alma Ata Bersama Polres Bantul dan Kepanewon Srandakan Gelar Aksi Bersih Pantai dalam Rangka HPSN 2025

27 February 2025
Pemko Batam Puji Dukungan PT Wasco Engineering Indonesia dalam Pembangunan Pendidikan

Pemko Batam Puji Dukungan PT Wasco Engineering Indonesia dalam Pembangunan Pendidikan

13 June 2026
Pemprov Kalimantan Tengah Siapkan Layanan Haji 2026 untuk 1.559 Jamaah

Pemprov Kalimantan Tengah Siapkan Layanan Haji 2026 untuk 1.559 Jamaah

31 March 2026
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) yang digelar di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan

Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam: Upaya Kolektif Menuju Swasembada Pangan

24 April 2025

Perusahaan BUMN PT Berdikari Buka Lowongan Kerja Untuk S1 Semua Jurusan

10 March 2021
Banda Aceh Gelar Penertiban Bangunan Liar di Kawasan Kampus

Banda Aceh Gelar Penertiban Bangunan Liar di Kawasan Kampus

8 June 2026
Satgas Lundup Bareskrim Polri Bongkar Kasus Impor Pangan Ilegal di Pontianak

Satgas Lundup Bareskrim Polri Bongkar Kasus Impor Pangan Ilegal di Pontianak

18 April 2026

Artikel Terbaru

Menteri Pariwisata Ajak KADIN Perkuat Realisasi Investasi Pariwisata di Luar Jakarta dan Bali

Investasi Pariwisata Indonesia Capai Rp73,56 Triliun pada 2025

12 September 2026
Penculikan Mahasiswa di Banda Aceh Terbongkar, Polisi Sita Senpi dan 13 Peluru

Penculikan Mahasiswa di Banda Aceh, Polisi Sita Senpi dan 13 Peluru

12 September 2026
Tim BOP Bareskrim Polri Bersama Polres Mesuji Pengecekan Harga Beras Serta Ketersediaan Pangan

Cek Harga Beras, Bareskrim dan Polres Mesuji Pantau Stok

12 September 2026
: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat Pemberian Apresiasi Kader pada Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di The Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026). (Foto: Pemprov DKI Jakarta)

Smart Posyandu Jakarta Capai 70,44 Persen, Stunting Ditargetkan 14 Persen

12 September 2026
Komisi III DPR Minta Polisi Bongkar Dugaan Mafia Tanah Program PTSL Bogor

Komisi III DPR Minta Polisi Bongkar Mafia Tanah Bogor

12 September 2026
Lingo, Media Belajar Literasi Anak Usia Dini Hasil Inovasi Mahasiswa UGM

Lingo, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Literasi Anak Tanpa Gawai

12 September 2026
:

Pondasi Jadi Fokus Pembangunan Jembatan Duko Sumenep

12 September 2026

Popular Story

Kasus Eks Santriwati Sleman Jadi Sorotan, Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Seksual
Hukum

Eks Santriwati di Sleman Hamil, Polisi Naikkan Kasus Kekerasan Seksual ke Penyidikan

by Hendrawan
11 September 2026
0

Eks santriwati di Sleman hamil setelah dugaan kekerasan seksual. Polresta Sleman kini...

Read moreDetails

Kapolri Dorong Keseimbangan Usaha dan Kesejahteraan Buruh

Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Sinabang, Aceh: BMKG Ungkap Detail Lokasi dan Kedalaman

Teja Paku Alam Siap Kembali Kawal Gawang Persib Lawan Persija

Polantas KARIB PJR BORR-Bocimi Berikan Bantuan dan Edukasi kepada Pengendara di Tol BORR

Karhutla Pulang Pisau Meningkat, Jabiren Raya Catat 3.487 Titik Api

Persib Bandung vs PSM Makassar: Rekor Pertemuan, Performa, Taktik dan Susunan Pemain

Kemkomdigi Klarifikasi Aturan Rekam di Ruang Publik untuk Jurnalis

Gempa Mbay Magnitudo 4,2 Terjadi pada 10 September 2026

Dua Anggota Paskibraka Asal Kalbar Bertugas di Istana Negara pada HUT ke-81 RI

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.