Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Pendidikan

Selisih Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia, Ini Penjelasan UGM

Lia by Lia
1 month ago
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
415 8
A A
0
Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Selisih Jauh, Ini Kata Ekonom UGM

Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Selisih Jauh, Ini Kata Ekonom UGM (Dok. UGM)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jogja ~

Contents

    • 0.1. 25 Guru Pentaskan Ketoprak Ande-Ande Lumut dalam Bulan Bahasa 2026 SMA Negeri 2 Purworejo
    • 0.2. TKA 2026 Tidak Lagi Pakai Skor 0-100, Peserta Wajib Pahami Sistem Baru
  • 1. Standar Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Berbeda
  • 2. Kelompok Rentan di Sekitar Garis Kemiskinan
  • 3. Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan
  • 4. Pekerjaan Formal dan Pertumbuhan Inklusif

Perbedaan angka kemiskinan Indonesia versi Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia menjadi perhatian setelah kedua lembaga menggunakan garis kemiskinan yang berbeda. Bank Dunia menyebut 64,2 persen penduduk Indonesia berada di bawah standar kemiskinan, sedangkan BPS mencatat tingkat kemiskinan nasional pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen. Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Wisnu Nugroho, menjelaskan perbedaan itu berkaitan dengan tujuan dan standar pengukuran yang digunakan. Menurut dia, angka tersebut perlu dibaca sebagai gambaran tentang kelompok rentan, bukan sebagai tanda Indonesia tiba-tiba menjadi negara miskin.

You might also like

Foto bersama guru dan siswa SMA Negeri 2 Purworejo dalam puncak peringatan Bulan Bahasa 2026

25 Guru Pentaskan Ketoprak Ande-Ande Lumut dalam Bulan Bahasa 2026 SMA Negeri 2 Purworejo

14 October 2026
Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional 2026.

TKA 2026 Tidak Lagi Pakai Skor 0-100, Peserta Wajib Pahami Sistem Baru

16 September 2026

Wisnu menjelaskan hal itu pada Jumat (11/9). Menurutnya, Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional untuk membandingkan kondisi kesejahteraan negara-negara dalam kelompok pendapatan yang sama.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Standar Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Berbeda

Indonesia telah masuk kategori negara berpendapatan menengah atas atau Upper Middle-Income Country (UMIC) sejak 2003. Dalam standar Bank Dunia, garis kemiskinan untuk kelompok negara tersebut ditetapkan berdasarkan pengeluaran di bawah 8,3 dolar AS per hari.

“Angka 64,2% diambil dari proporsi penduduk yang pengeluarannya di bawah 8.3 dollar per hari yang digunakan sebagai garis kemiskinan standar negara berpendapatan menengah atas,” jelas Wisnu.

Ia mengatakan, standar tersebut harus dipahami secara hati-hati karena negara-negara yang masuk kelompok berpendapatan menengah atas memiliki rentang pendapatan yang cukup lebar. Indonesia termasuk negara yang relatif lebih awal masuk kategori tersebut dengan pendapatan per kapita sekitar 4.800 dolar AS.

Di sisi lain, negara dengan pendapatan per kapita tertinggi dalam kelompok UMIC mencapai sekitar 14.000 dolar AS. Perbedaan rentang tersebut membuat perbandingan antarnegara tidak sepenuhnya setara.

“Sehingga sulit sekali apabila kita katakan ini adalah perbandingan yang sama,” ungkapnya.

Kelompok Rentan di Sekitar Garis Kemiskinan

Wisnu menilai, pesan penting dari perbedaan angka kemiskinan BPS dan Bank Dunia bukan hanya besaran persentasenya. Perbedaan itu menunjukkan adanya kelompok masyarakat yang secara statistik berada di atas garis kemiskinan nasional, tetapi masih menghadapi kerentanan ekonomi.

Kelompok tersebut dapat kembali jatuh ke bawah garis kemiskinan apabila menghadapi guncangan, seperti kehilangan pekerjaan, kenaikan harga, atau penurunan pendapatan.

“Satu hal yang penting untuk diambil hikmahnya atau apa yang bisa kita pelajari yaitu bukan angkanya saja, tapi pesannya,” tuturnya.

Menurut Wisnu, distribusi pendapatan Indonesia masih memperlihatkan penumpukan pada kelompok rentan dan kelas menengah aspiratif. Karena itu, perubahan garis kemiskinan dapat meningkatkan jumlah penduduk yang masuk kategori miskin.

“Ini soal jumlah pendudukan di sekitar garis, bukan tiba-tiba Indonesia jadi miskin. Jadi, UMIC itu status pendapatan negara, bukan ukuran seberapa merata pendapatan itu dinikmati,” katanya.

Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan

Persoalan kemiskinan juga berkaitan dengan distribusi manfaat pertumbuhan ekonomi. Wisnu mengatakan pertumbuhan ekonomi tetap memberikan dampak kepada masyarakat, tetapi manfaatnya dirasakan secara berbeda oleh setiap kelompok.

Ia merujuk data BPS yang menunjukkan rasio Gini meningkat dari 0,36 pada September 2025 menjadi 0,368 pada Maret 2026. Kenaikan lebih besar terjadi di wilayah perkotaan, dari 0,383 menjadi 0,387.

“Jadi ketimpangan membesar melalui pertumbuhan, sehingga kemudian angka kemiskinan juga turun, tapi pembagiannya cenderung tidak merata, terutama di kota-kota,” jelas Wisnu.

Meski demikian, ia mengingatkan agar kenaikan rasio Gini tersebut tidak langsung dianggap sebagai pembalikan tren ketimpangan dalam jangka panjang. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tingkat ketimpangan masih relatif lebih rendah. Namun, kenaikan setelah dua periode penurunan tetap perlu menjadi perhatian.

Wisnu juga menyoroti program pemerintah berskala besar. Menurutnya, anggaran yang besar tidak otomatis membuat manfaat program diterima secara merata. Akses terhadap program tertentu masih dapat terkonsentrasi pada kelompok yang memiliki modal, jaringan, atau akses tertentu.

Pekerjaan Formal dan Pertumbuhan Inklusif

Selain ketimpangan pendapatan, kualitas pekerjaan menjadi persoalan lain yang memengaruhi kerentanan ekonomi. Penurunan tingkat pengangguran belum sepenuhnya menunjukkan peningkatan kesejahteraan apabila penyerapan tenaga kerja masih banyak terjadi di sektor informal.

Wisnu menyebut pekerja informal masih mencapai sekitar 59 persen dari total pekerja. Menurutnya, pekerjaan informal cenderung memiliki kepastian pendapatan dan perlindungan sosial yang lebih rendah dibandingkan pekerjaan formal.

“Masalahnya, pekerjaan-pekerjaan seperti ini tidak memberikan sustainability atau keberlanjutan yang cukup. Pendapatan tidak pasti, tidak dapat jaminan sosial, tidak ada jenjang karir, dan tidak ada perlindungan ketika terjadi guncangan,” ujarnya.

Ia menilai penciptaan lapangan kerja perlu diarahkan tidak hanya untuk mengurangi pengangguran, tetapi juga meningkatkan kualitas dan keberlanjutan pekerjaan. Menurutnya, seseorang dapat berstatus bekerja, tetapi tetap berada dalam posisi ekonomi yang rentan.

Wisnu menyampaikan tiga hal yang perlu diperhatikan pemerintah. Pertama, program pemerintah harus dirancang agar manfaat pertumbuhan ekonomi tersebar lebih luas. Ia mencontohkan Kecamatan Development Program (KDP) dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sebagai pembelajaran program pembangunan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Skala besar itu tidak otomatis inklusif. Desain dan mekanismenya yang kemudian memastikan bahwa itu adalah inklusif,” tegasnya.

Kedua, pemerintah perlu memperbaiki sistem perpajakan dan meningkatkan kepercayaan publik melalui layanan negara. Ketiga, pemerintah perlu memprioritaskan penciptaan lapangan kerja formal dan berkualitas.

“Pekerjaan rumah kita bukan lagi mengeluarkan orang dari kemiskinan, tapi memastikan mereka yang sudah keluar tidak pernah jatuh lagi,” pungkas Wisnu.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Berita JogjaHeadlineIndonesiaJogjaPerbedaan

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Lia

Lia

Related Stories

Foto bersama guru dan siswa SMA Negeri 2 Purworejo dalam puncak peringatan Bulan Bahasa 2026

25 Guru Pentaskan Ketoprak Ande-Ande Lumut dalam Bulan Bahasa 2026 SMA Negeri 2 Purworejo

by Hendrawan
14 October 2026
0

Headline.co.id, Purworejo ~ SMA Negeri 2 Purworejo menggelar puncak peringatan Bulan Bahasa 2026 dengan menghadirkan pementasan ketoprak yang melibatkan 25...

Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional 2026.

TKA 2026 Tidak Lagi Pakai Skor 0-100, Peserta Wajib Pahami Sistem Baru

by Saddam
16 September 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 untuk jenjang SMA/MA/sederajat serta SMK/MAK menggunakan sistem pelaporan nilai baru yang...

TKA 2026

Skor TKA 2026 Berubah Jadi 200-800, Nilai 725 Dapat Predikat Istimewa

by Saddam
16 September 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Sistem penilaian Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK mengalami perubahan dibandingkan pelaksanaan...

Pecahkan Rekor MURI, Kejurnas Bulutangkis Piala Raja Diikuti 2.817 Atlet

Kejurnas Bulutangkis Piala Raja Diikuti 2.817 Atlet

by Dani
16 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Kejuaraan Nasional Bulutangkis Piala Raja Hamengku Buwono X 2026 dibuka di GOR Lembah UGM, Selasa (15/9). Kejuaraan...

Mahasiswa UGM Bikin Sandal Pintar Pendeteksi Komplikasi Diabetes

Glucowrap, Sandal Pintar UGM untuk Pantau Risiko Kaki Diabetes

by wahyu
15 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Glucowrap, sandal pintar untuk membantu mendeteksi lebih awal perubahan kondisi kaki...

Bantu UMKM Naik Kelas, Mahasiswa UGM Ciptakan Intoco untuk Tempering Cokelat

Intoco, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Efisiensi Tempering Cokelat UMKM

by wahyu
15 September 2026
0

Headline.co.id, Kulon Progo ~ Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Intoco (Integrated Tempering Operation...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Viral! Reporter TV One Pakai Masker Gas Beracun? Begini Penjelasannya

4 March 2020
Petugas mengevakuasi jenazah korban kecelakaan lift barang di Toko Cat Klitren, Gondokusuman, Yogyakarta

Penjaga Toko Cat di Yogyakarta Tewas Terjepit Lift Barang, Polisi Lakukan Penyelidikan

7 October 2024
Pemko Pekanbaru Ajak UMKM Bentuk Koperasi untuk Kekuatan Hukum

Pemko Pekanbaru Ajak UMKM Bentuk Koperasi untuk Kekuatan Hukum

18 July 2026
Kapolda Sumsel Dorong Peningkatan Profesionalisme dan Akuntabilitas

Kapolda Sumsel Dorong Peningkatan Profesionalisme dan Akuntabilitas

1 April 2026
Obelix Hills Jadi Wisata Jogja Favorit, Ini Daya Tarik Sunset dan Wahana yang Wajib Dicoba

Obelix Hills Yogyakarta: Wisata Jogja dengan Sunset Spektakuler, 30 Spot Foto, Harga Tiket, Lokasi, dan Aktivitas Seru

1 July 2026
Satuan Brimob Polda Babel Cepat Tanggap Bantu Korban Banjir di Bangka

Satuan Brimob Polda Babel Cepat Tanggap Bantu Korban Banjir di Bangka

12 January 2026
Lazio Melaju ke Final Coppa Italia Setelah Menang Adu Penalti Melawan Atalanta

Lazio Melaju ke Final Coppa Italia Setelah Menang Adu Penalti Melawan Atalanta

25 April 2026

Artikel Terbaru

Berita Terkini

Kebakaran Bromo Tewaskan Empat Petugas dan Relawan

17 October 2026
Berita Terkini

Napak Tilas Atambua Angkat Sejarah Pemindahan Pusat Pemerintahan

17 October 2026
Pelajar Jadi Korban Perampasan Bersenjata di Bekasi, Polisi Amankan 4 Orang

Perampasan Bersenjata di Bekasi, Polisi Amankan 4 Orang

17 October 2026
Calon Guru Agama pada Sekolah Rakyat akan Dites Kemampuan Baca Kitab Suci

Calon Guru Agama Sekolah Rakyat Dites Baca Kitab Suci

17 October 2026
Bidik Hasil Maksimal, PSS U16 Siap Tampil Optimal

PSS U16 Hadapi PSM Makassar, Bidik Puncak Klasemen EPA

17 October 2026
Berita Terkini

BPSMB Gorontalo dan SPPG Kerja Sama Uji Mutu Beras

17 October 2026
Berita Terkini

Wamenkomdigi Dorong Adopsi Teknologi Digital untuk Program MBG

17 October 2026

Popular Story

Kapolri dan Jaksa Agung Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kasus Karhutla Jadi Sorotan
Nasional

Sinergi Penegakan Hukum Polri-Kejagung Soroti Kasus Karhutla

by Dwina
15 October 2026
0

Headline.co.id ~ Polri dan Kejaksaan Agung memperkuat sinergi penegakan hukum dalam penanganan...

Read moreDetails

Pendidikan Kader Ulama Bireuen Hadapi Tantangan Zaman

Polisi Ungkap BBM Subsidi Rp100 Ribu per 1,5 Liter di Bali

DLHK Pekanbaru Intensifkan Razia Sampah di Wilayah Perbatasan

Sanksi Hakim MNH: Nonpalu Setahun karena Nikah Siri

Hadapi PSS, Persebaya Siapkan Antisipasi Umpan Silang dan Kecepatan

Polres Purwakarta Salurkan Air Bersih ke SDN 2 Cicadas

Bahasa Agama Dinilai Jadi Pengawas Batin Kelestarian Alam

Plastik Berkode Jadi Petunjuk Jaringan Narkoba Internasional

Menag Terapkan Talent Pool untuk Promosi Jabatan di Kemenag

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.