Headline.co.id, Depok ~
Tim Reactics Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih dua penghargaan dalam kompetisi AISeries x AISC Regional 2026 di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, pada 5 September 2026. Tim tersebut memperoleh gelar 1st Place in Race Competition dan 2nd Runner-Up Poster Competition melalui mobil hemat energi Rathavikasa 2.0 bernama Jayantaka. Prestasi itu diraih setelah tim mengembangkan kendaraan berbasis reaksi kimia dengan menggabungkan sistem chemical, mechanical, dan electrical. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Reactics UGM mempertahankan gelar juara pertama race competition selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024.
Keberhasilan di kompetisi mobil hemat energi AISeries x AISC Regional 2026 menjadi hasil dari pengembangan sistem yang tidak hanya berfokus pada penghasilan energi, tetapi juga optimalisasi dan pengendaliannya. Tim Reactics UGM membangun sistem yang dirancang agar energi dapat dikontrol secara presisi, stabil, dan aman.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rathavikasa 2.0 Andalkan Reaksi Kimia
Mobil Rathavikasa 2.0 dikembangkan tim yang dipimpin Ichwan Amirudin dari Teknik Kimia. Tim tersebut beranggotakan Bremani Sirat Atmaja dari Teknik Kimia, Alvito Rizki Sidartawan dan Riyo Yusuf Setyawan dari Teknik Mesin dan Industri, serta Violin Frastica dari Elektronika dan Instrumentasi.
Violin menjelaskan, sistem pada Rathavikasa 2.0 memanfaatkan reaksi natrium karbonat (Na2CO3) dan asam asetat (CH3COOH). Reaksi itu menghasilkan gas karbon dioksida (CO₂) yang digunakan untuk menggerakkan sistem pneumatik pada kendaraan.
Menurut dia, sensor dan sistem kontrol berperan dalam memastikan seluruh tahapan, mulai dari reaksi hingga pergerakan mobil, berlangsung secara terkoordinasi. “Dengan dukungan sensor dan sistem kontrol yang andal, setiap proses dari reaksi hingga pergerakan mobil dapat bekerja secara terkoordinasi,” jelas Violin dalam keterangan yang dikirim Kamis (10/9).
Konsep tersebut membuat kendaraan tidak sekadar menghasilkan energi dari reaksi kimia. Sistem juga mengatur pemanfaatan energi agar dapat menggerakkan mobil secara terkendali sesuai kebutuhan perlombaan.
Persiapan Kompetisi Menghadapi Sejumlah Kendala
Di balik capaian tersebut, tim Reactics menghadapi kendala selama persiapan. Vito, anggota tim, mengatakan mereka harus menempuh perjalanan hingga satu jam untuk menemukan lokasi uji coba yang memadai. Kondisi jalur yang tersedia juga tidak seideal area workshop.
Tim bahkan melakukan perubahan terhadap konsentrasi reaktan sehari sebelum perlombaan. Penyesuaian itu dilakukan pada konsentrasi asam asetat dan natrium karbonat yang digunakan dalam sistem mobil.
“Kami bahkan sempat mengubah konsentrasi reaktan asam asetat dan natrium karbonat di H-1 perlombaan. Beruntung, seluruh persiapan poster, presentasi, hingga eksekusi Chem-E-Car secara keseluruhan berjalan sangat lancar,” tutur Vito.
Selain tantangan teknis, tekanan perlombaan juga dirasakan anggota tim. Bremani mengatakan, urutan race paling akhir dalam dua kompetisi berturut-turut menjadi salah satu momen paling mendebarkan. Namun, tim tetap mampu menahan keraguan dan menyelesaikan perlombaan hingga meraih gelar juara.
“Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa ujian terberat bukanlah mengalahkan lawan, melainkan menaklukkan keraguan diri sendiri dan tetap percaya pada proses yang dibangun bersama,” ujar Bremani.
Reactics UGM Siapkan Kompetisi Berikutnya
Prestasi di AISeries x AISC Regional 2026 juga menjadi titik awal keberangkatan Reactics UGM menuju AIChE Chem-E-Car Competition 2026 yang akan berlangsung pada November mendatang di Minneapolis, Amerika Serikat.
Riyo menyampaikan, Reactics akan terus mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Menurut dia, setiap kompetisi menghadirkan tantangan berbeda yang perlu dihadapi dengan solusi terbaik. Kompetisi juga menjadi ruang bagi tim untuk menguji kemampuan, mengevaluasi kekurangan, serta berkembang bersama.
“Kami akan kembali bertanding dengan rancangan mobil berbeda pada ajang kjVI VDi ChemCar Competition di Bayreuth, Jerman. Pada saat yang sama, dua sub-tim Reactics lainnya tengah bersiap untuk berpartisipasi dalam ICHEDECE Ecodays di Universitas Sebelas Maret (UNS),” jelas Riyo.
Ketua tim, Ichwan, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang, keberanian menghadapi tantangan, dan kemampuan untuk bangkit dari kegagalan secara bersama-sama. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung perjalanan Reactics.
“Capaian ini menjadi bentuk apresiasi dan rasa terima kasih kami kepada seluruh pihak yang menjadi bagian dari perjalanan Reactics, mulai dari tim teknis, divisi non teknis yang mendukung di balik layar, para dosen pembimbing, hingga para sponsor yang telah memberikan kepercayaan penuh,” ungkap Ichwan.




















