Headline.co.id, BeritaPrestasi
Ika Dewi Ana, Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, meraih penghargaan bergengsi Achmad Bakrie XXII 2026 untuk karyanya dalam riset kesehatan. Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam mengembangkan rekayasa jaringan dan biokeramik medis yang berdampak pada masyarakat. Acara penyerahan penghargaan dilaksanakan di Jakarta, dan turut dihadiri tokoh-tokoh lain yang juga menerima penghargaan dalam kategori berbeda.
Menurut Ika, penghargaan ini mengingatkan akan tanggung jawab seorang ilmuwan untuk konsisten dalam mengembangkan ilmu dan membina generasi penerus. “Ilmu yang telah dikembangkan perlu terus dilestarikan dan dikembangkan agar dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan umat manusia,” ujarnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menjaga Konsistensi dalam Riset
Ika menekankan pentingnya konsistensi dalam riset ilmiah. Ia berpendapat bahwa ilmuwan harus memiliki keahlian mendalam dan peta jalan yang jelas dalam penelitiannya. “Seorang ilmuwan harus memiliki peta jalan yang jelas untuk pengembangan riset dan ilmunya,” kata Ika.
Ia mengisahkan bahwa ketertarikannya pada bidang ini berawal dari fenomena biologis tubuh manusia dalam memperbaiki diri. Dari sana, lahirlah inovasi Gama-CHA, bone graft berbasis karbonat apatit yang telah mendapatkan izin edar dan digunakan dalam pelayanan kesehatan.
Kolaborasi dan Tantangan Hilirisasi
Proses pengembangan Gama-CHA melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kantor Transfer Teknologi UGM dan Kementerian Kesehatan, untuk memenuhi standar regulasi. Meski menghadapi tantangan dalam konsistensi dan diversifikasi inovasi, Ika menekankan pentingnya umpan balik dari penggunaan produk untuk pengembangan lebih lanjut.
Ika berharap Indonesia semakin mandiri dalam mengembangkan alat kesehatan dan produk farmaseutika. “Saya ingin Indonesia mandiri dan berdaulat dalam bidang alkes dan farmaseutika,” ungkapnya.
Penguatan Generasi Muda
Harapannya juga tertuju pada generasi muda yang diharapkan dapat meneruskan ekosistem riset dan inovasi. Menurutnya, pendidikan berperan penting untuk melahirkan generasi cerdas dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saya ingin menyaksikan generasi-generasi muda Indonesia yang cerdas, santun, dan dapat berkontribusi,” tutup Ika.




















