Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Jabodetabek, perlu diwaspadai oleh pemilik kendaraan. Partikel halus yang beterbangan tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga berpotensi merusak sejumlah komponen mobil apabila dibiarkan menempel atau masuk ke bagian kendaraan. Pemilik mobil yang terkena paparan abu disarankan segera melakukan pembersihan dan pemeriksaan untuk mencegah kerusakan semakin luas.
Abu vulkanik memiliki kandungan pasir kuarsa yang tinggi dan bersifat asam. Karakter tersebut membuat partikelnya dapat bersifat tajam layaknya serpihan kaca sekaligus berpotensi mempercepat korosi pada bagian kendaraan. Karena itu, perlakuan terhadap mobil yang terkena abu vulkanik tidak dapat disamakan dengan debu biasa.
Berdasarkan informasi yang disitat dari laman resmi Auto2000 dalam bahan sumber, sedikitnya terdapat tujuh bagian kendaraan yang perlu mendapat perhatian setelah mobil terpapar abu vulkanik, mulai dari kaca dan bodi hingga sistem pengereman serta sensor elektronik.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kaca dan Bodi Mobil Rentan Tergores dan Korosi
Kaca mobil menjadi salah satu bagian yang paling mudah terkena dampak karena berhadapan langsung dengan abu yang beterbangan. Penggunaan wiper ketika permukaan kaca masih tertutup abu justru berisiko menimbulkan goresan permanen akibat partikel pada abu vulkanik.
Cara yang lebih aman adalah membilas kaca menggunakan air mengalir atau cairan pembersih wiper sampai partikel abu terangkat. Setelah permukaan dipastikan bersih, kaca dapat dikeringkan menggunakan kain bersih sehingga partikel tidak kembali bergesekan dengan permukaan.
Selain kaca, bodi kendaraan juga menghadapi risiko kerusakan. Sifat korosif pada abu vulkanik dapat mempercepat kerusakan lapisan cat, terutama pada bagian bodi yang sebelumnya sudah mengalami lecet atau bekas benturan. Membiarkan abu terlalu lama menempel karena itu berpotensi memperbesar dampaknya terhadap permukaan kendaraan.
Filter Udara dan AC Perlu Diperiksa
Komponen berikutnya yang harus diperhatikan adalah filter udara mesin. Debu vulkanik yang sangat halus dapat mengotori saringan dan berpotensi menyusup ke ruang mesin apabila kemampuan penyaringan sudah tidak optimal. Kondisi filter karena itu perlu diperiksa setelah kendaraan digunakan di wilayah yang terdampak abu.
Jika kondisi filter udara sudah terlalu kotor, penggantian dapat dilakukan meskipun kendaraan belum memasuki jadwal servis rutin. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga sistem penyaringan tetap bekerja sesuai fungsinya dan mengurangi kemungkinan partikel masuk lebih jauh.
Sistem pendingin kabin juga tidak boleh diabaikan. Membuka jendela ketika kendaraan melintas di kawasan yang dipenuhi abu dapat membuat debu masuk ke kabin dan saluran sirkulasi AC. Partikel kemudian berpotensi menyumbat filter kabin.
Penumpukan debu pada sistem tersebut tidak hanya dapat menurunkan kinerja pendingin udara. Udara di dalam kabin juga berpotensi tercemar partikel sehingga mengurangi kenyamanan penumpang selama perjalanan.
Rem Mobil Bisa Kehilangan Performa
Sistem pengereman termasuk komponen penting yang dapat terdampak abu vulkanik. Abu yang menempel pada piringan rem atau masuk ke dalam teromol dapat menimbulkan gesekan berlebih dengan kampas rem. Gesekan tersebut berpotensi menyebabkan goresan pada permukaan cakram.
Dalam kondisi tertentu, gangguan akibat abu juga dapat menyebabkan rem macet atau mengalami penurunan performa. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena sistem pengereman berhubungan langsung dengan keselamatan kendaraan dan penumpang ketika berada di jalan.
Cairan dan Sensor Kendaraan Juga Terancam
Risiko tidak berhenti pada komponen mekanis. Abu vulkanik juga berpotensi mencemari cairan kendaraan, termasuk minyak rem dan air radiator. Meskipun wadah cairan pada mobil umumnya tertutup, tetap terdapat kemungkinan partikel abu menyusup ke bagian yang mengandalkan cairan tersebut.
Jika abu tercampur dengan cairan kendaraan, formula kimia di dalamnya berpotensi terganggu sehingga cairan tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Pemeriksaan diperlukan apabila terdapat dugaan partikel masuk ke dalam tabung atau sistem terkait.
Sensor elektronik juga termasuk bagian yang sensitif terhadap kotoran. Abu vulkanik yang mengganggu sensor dapat memengaruhi kerja kontrol elektronik kendaraan. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah sensor pada sistem pengereman karena gangguan pada bagian tersebut dapat membuat fitur ABS tidak bekerja dengan baik.
Kurangi Penggunaan Mobil Saat Hujan Abu
Apabila kendaraan berada di kawasan yang terdampak abu vulkanik, langkah yang dinilai paling aman adalah mengurangi penggunaan mobil hingga kondisi kembali normal. Pembatasan penggunaan dapat mengurangi jumlah partikel yang menempel pada bodi maupun masuk ke sistem kendaraan.
Jika kendaraan tetap harus digunakan, pemilik disarankan segera membersihkan mobil dengan air mengalir setelah perjalanan dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Pembersihan diperlukan untuk mengangkat partikel tajam tanpa memperbesar risiko goresan pada permukaan kendaraan.
Penanganan sejak awal menjadi penting karena abu vulkanik dapat memengaruhi bagian kendaraan yang berkaitan dengan kenyamanan hingga keselamatan. Memastikan kaca, bodi, filter, sistem AC, rem, cairan, dan sensor tetap bersih dapat membantu mencegah kerusakan lebih serius setelah kendaraan terpapar dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.




















