Headline.co.id, Bogor – Pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di Universitas Pertahanan RI memasuki hari keenam pada Kamis (10/9/2026). Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para kadet menerima pembekalan mengenai ancaman konflik sosial, hak partisipasi anak, pemasaran digital, hingga latihan bela diri. Materi diberikan untuk memperkuat kewaspadaan, pemahaman, keterampilan, serta ketahanan fisik dan mental para peserta. Seluruh agenda pembinaan KKRI ditutup dengan Bimbingan Pengasuhan (Bimsuh), pembuatan resume kegiatan, apel, dan istirahat malam.
Pembinaan KKRI Bahas Ancaman Konflik Sosial
Pada sesi pembekalan strategis, Kepala Pusdik BIN Brigjen TNI Agung Winata menyampaikan materi mengenai ancaman konflik sosial yang dapat digunakan sebagai instrumen pemecah belah bangsa. Para kadet diperkenalkan pada dinamika perang proksi serta pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai bentuk provokasi.
Selain provokasi, kadet juga dibekali pemahaman mengenai manipulasi informasi dan pengaruh pihak-pihak yang berupaya membentuk opini, baik di lapangan maupun di ruang publik. Materi tersebut menjadi bagian dari pembinaan agar para peserta memahami dinamika yang dapat memengaruhi kehidupan sosial.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pembekalan itu juga menekankan pentingnya sikap waspada dalam menghadapi informasi dan pengaruh yang berkembang. Para kadet diarahkan untuk memahami bahwa konflik sosial dapat berkaitan dengan upaya memecah belah bangsa.
Komisioner KPAI Tekankan Hak Partisipasi Anak
Pemahaman tentang dinamika konflik kemudian diperkuat oleh Komisioner KPAI Sylvana Apituley. Ia menanamkan kesadaran mengenai hak partisipasi anak secara bermakna, termasuk hak untuk didengar dan dipertimbangkan.
Dalam sesi tersebut, para kadet juga mendapat peringatan mengenai bahaya eksploitasi anak dalam pusaran konflik dan kepentingan politik. Materi ini menggarisbawahi pentingnya melindungi anak dari kepentingan yang dapat menempatkan mereka dalam situasi konflik.
Dengan materi tersebut, pembinaan KKRI tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan kedisiplinan. Para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai posisi anak, hak partisipasi, serta risiko eksploitasi dalam konflik dan kepentingan politik.
Kadet Belajar Pemasaran Digital dan Kreator Konten
Pada siang hari, kegiatan dilanjutkan melalui Pelatihan Vokasi dari tim Balai Pelatihan Kemenaker yang dipimpin Rusdi Hamdani Hutasuhut. Pelatihan ini memberikan dasar-dasar pemasaran digital dan strategi menjadi kreator konten yang dapat dirintis tanpa modal besar.
Materi pelatihan berfokus pada efektivitas pemasaran konten dan pemanfaatan teknologi komunikasi. Para kadet juga diarahkan untuk mengenal orientasi pada analitik data sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kemandirian ekonomi di era modern.
Pelatihan tersebut melengkapi rangkaian pembinaan KKRI dengan keterampilan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi. Selain memahami ancaman konflik sosial serta hak partisipasi anak, kadet mendapatkan bekal untuk mengembangkan kemampuan di bidang pemasaran digital dan pembuatan konten.
Cita-Cita Dafa Menjadi Atlet Bulu Tangkis Profesional
Semangat pembinaan juga dirasakan Dafa, peserta asal Bekasi Utara. Ia memiliki cita-cita menjadi atlet bulu tangkis profesional untuk mengangkat derajat keluarganya sekaligus meneruskan jejak almarhum ayahnya.
Dafa mengatakan, cita-citanya berkaitan erat dengan keinginannya membahagiakan ibu dan adiknya. Ia juga mengenang peran ayah dan ibunya yang sejak kecil sering membawanya mengikuti lomba bulu tangkis.
“Saya ingin sukses agar bisa membahagiakan mama dan adik. Jika nanti berhasil menjadi pemain profesional, saya ingin bilang ke ayah dan mama, terima kasih sudah membesarkan dan sering membawa saya ikut lomba bulu tangkis sedari kecil,” ujar Dafa.
Menjelang sore, para kadet kembali mengikuti latihan bela diri untuk menempa ketahanan fisik dan mental. Setelah waktu pembersihan dan makan malam, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Bimsuh dan pembuatan resume kegiatan.
Hari keenam pembinaan KKRI kemudian ditutup dengan apel dan istirahat malam. Seluruh agenda tersebut menjadi rangkaian pembinaan yang memadukan pembekalan strategis, pemahaman hak anak, keterampilan digital, penguatan cita-cita, serta latihan fisik dan mental.



















