Headline.co.id, Jakarta ~ Mahasiswa Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Bagas Ardhani, terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) Indonesia 2026 yang diselenggarakan Google Indonesia. Ia terpilih setelah bersaing dengan 81.000 pendaftar dan menjadi salah satu dari 2.000 mahasiswa yang masuk program tersebut. Dalam program itu, Bagas mengembangkan kegiatan edukasi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) Google bagi mahasiswa di lingkungan UGM. Berbagai capaian tersebut diraihnya melalui tahapan seleksi, penyelenggaraan kegiatan, pembuatan konten, serta publikasi artikel.
Bagas tidak hanya terpilih sebagai GSA Indonesia 2026. Ia juga meraih predikat Google Student Ambassador 2026 – Excellence & On-Campus Event Host Awardee, masuk Top 100 Gemini Achiever atau lima persen teratas nasional, serta Top 500 Gemini Rising Star atau 25 persen teratas nasional.
Selain itu, mahasiswa UGM tersebut menjadi salah satu dari 10 finalis GSA Leader Series Singapore Selection dan meraih posisi Top 5 National Winner dalam Epic Gemini & Google AI Content Mission Week 3.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Persiapan Seleksi Hanya Dua Hari
Bagas mengatakan persiapannya mengikuti seleksi GSA berlangsung singkat. Ia mengaku hanya mempersiapkan diri selama dua hari sebelum menjalani tahapan screening dan self interview.
Pada tahap self interview, peserta harus menjawab empat pertanyaan secara langsung tanpa penyuntingan. Bagas memilih memaksimalkan tahap tersebut dengan menyampaikan pandangan mengenai penggunaan teknologi dalam kehidupan mahasiswa.
“Aku mempersiapkannya hanya dua hari. Jadi benar-benar ngerasa tidak maksimal. Aku lebih memaksimalkan diri pada tahap self interview dengan menjawab empat pertanyaan,” tuturnya saat diwawancarai, Jumat (11/9).
Dalam jawabannya, Bagas tidak hanya menjelaskan penggunaan AI untuk mengerjakan tugas kuliah. Ia berusaha menunjukkan pemanfaatan teknologi dalam berbagai sisi kehidupan mahasiswa, mulai dari kegiatan belajar hingga mencari hiburan.
Bagas juga mengenalkan ekosistem Google untuk membantu mahasiswa mengelola kebutuhan akademik. Salah satunya NotebookLM yang dapat digunakan untuk merangkum materi perkuliahan.
“Dari situ aku ingin membuktikan bahwa memanfaatkan AI itu bisa lebih dari itu. Bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin,” terangnya.
Kenalkan AI Google di Lingkungan UGM
Setelah terpilih sebagai Google Student Ambassador, Bagas mendapat tantangan untuk menyelenggarakan kegiatan di lingkungan kampus. Kegiatan itu menjadi bagian dari capaian yang harus dipenuhi dalam program GSA.
Untuk meraih predikat Gemini Rising Star, ia menyelenggarakan sedikitnya dua kegiatan dengan jumlah peserta minimal 10 orang. Kegiatan tersebut digelar di sekitar UGM dengan membahas pemanfaatan AI Google bagi mahasiswa.
Dalam kegiatan itu, Bagas memperkenalkan Gemini Live dan Google Search Live kepada mahasiswa baru. Ia juga mengangkat topik belajar efektif menjelang ujian tengah semester dengan memanfaatkan AI untuk membuat kuis belajar.
“Waktu di Rising Star itu membuat event sebanyak dua kali minimal dengan partisipan 10 orang. Karena aku membuat waktu itu di sekitar UGM dengan membawa poin-poin penting sama pembahasan mengenai AI di mahasiswa itu bagaimana,” jelasnya.
Bagi Bagas, AI tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menyelesaikan pekerjaan. Teknologi tersebut juga dapat membantu mahasiswa menemukan metode belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
Selenggarakan Lima Kegiatan untuk Raih Achiever
Perjalanan Bagas berlanjut hingga meraih predikat Top 100 Gemini Achiever. Untuk mendapatkan predikat itu, ia harus memenuhi sejumlah target, lain menyelenggarakan empat kegiatan dengan minimal 20 peserta pada setiap kegiatan.
Selain kegiatan, peserta juga diwajibkan membuat konten serta menulis dan mempublikasikan artikel di blog maupun LinkedIn. Bagas berhasil melampaui target penyelenggaraan kegiatan dengan menggelar lima acara.
“Syarat Achiever ini beda sama Rising Star, perlu untuk mengadakan empat event dengan minimal partisipan 20 orang. Nah, aku berhasil melaksanakannya sebanyak lima event,” jelasnya.
Dedikasinya dalam program GSA juga membawanya menjadi salah satu finalis GSA Leader Series Singapore. Namun, ia belum terpilih sebagai satu-satunya peserta yang melanjutkan program tersebut.
Bagas kemudian menjadi satu-satunya perwakilan dari 33 GSA UGM yang diundang menghadiri Official Graduation Ceremony Google Student Ambassador Indonesia 2026 di Jakarta pada 21 Agustus 2026. Undangan itu diperoleh setelah melalui proses pendaftaran dan seleksi.
Target Mengikuti Google I/O
Pengalaman sebagai GSA membuat Bagas ingin mengikuti lebih banyak program pengembangan diri dan kepemimpinan. Ia menargetkan kesempatan mengikuti Google I/O di California melalui peluang yang tersedia bagi alumni GSA.
“Karena aku orang yang suka explore jadi ingin mengikuti program-program lain selain dari GSA ini dan bahkan sebagai alumni GSA nanti kita juga dapat kesempatan buat diberangkatkan ke Google I/O,” tuturnya.
Bagas juga menilai latar belakang studi tidak harus membatasi ruang mahasiswa untuk berkembang. Menurut dia, mahasiswa Ilmu Peternakan tetap dapat mempelajari teknologi dan bidang lain yang diminati.
“Karena kuliah di Ilmu Peternakan bukan berhenti hanya di satu jurusan itu aja, tapi kita bisa mengeksplor hal-hal lain juga yang mungkin memang kita suka dan kita enjoy untuk menjalaninya,” tutup Bagas.



















