Headline.co.id, Manggarai ~
Pemerintah Kabupaten Manggarai meminta Pengurus Presidium Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) dan PMKRI Cabang Ruteng memperkuat peran dalam pemulihan pascagempa di wilayah Manggarai. Permintaan itu disampaikan Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit saat menerima jajaran PP PMKRI dan Satgas PMKRI di Pos Komando Tanggap Bencana Gempa Bumi, Ruteng, Senin (7/9/2026). Pemulihan pascagempa kini diarahkan tidak hanya pada bantuan logistik, tetapi juga pendampingan psikososial, verifikasi kerusakan rumah, dan edukasi mitigasi bencana. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan warga terdampak berjalan lebih terukur dan berlanjut ke tahap pemulihan jangka menengah.
Pemulihan Pascagempa Tidak Hanya Soal Perbaikan Rumah
Herybertus menjelaskan, penanganan bencana di Kabupaten Manggarai telah bergeser dari fokus pembagian bantuan logistik darurat menuju pemulihan jangka menengah. Pemerintah kabupaten memprioritaskan pendampingan anak-anak terdampak, pemulihan psikososial, pendataan, asesmen teknis rumah warga, serta edukasi mitigasi bencana.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Herybertus, perbaikan fisik rumah perlu berjalan bersamaan dengan pemulihan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak gempa. Trauma dan ketakutan untuk kembali ke rumah menjadi perhatian yang tidak dapat dipisahkan dari proses pemulihan pascagempa.
“Sektor perbaikan fisik seperti rumah warga bisa terus berjalan, tetapi jika anak-anak masih mengalami trauma dan ketakutan untuk kembali ke rumah, penanganan bencana belum bisa dikatakan tuntas. Karena itu, pendampingan trauma healing menjadi krusial,” tegas Herybertus.
PMKRI Dilibatkan Verifikasi Kerusakan Rumah
Selain pendampingan psikososial, Pemkab Manggarai membuka ruang keterlibatan Satgas PMKRI dalam verifikasi dan validasi data kerusakan rumah. Data tersebut akan diklasifikasikan ke dalam kategori rusak ringan, sedang, dan berat.
Verifikasi dan validasi diperlukan sebelum data resmi diajukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Data itu juga akan melewati uji publik di tingkat desa.
Keterlibatan PMKRI diharapkan dapat mendukung objektivitas proses pendataan di lapangan. Untuk memastikan penilaian dilakukan dengan standar yang seragam, Pemkab Manggarai siap memfasilitasi pembekalan teknis Satgas PMKRI dan tim teknis pemerintah daerah.
PMKRI Siapkan Dukungan Logistik dan Psikososial
Perwakilan PMKRI menyatakan kesiapan mengerahkan jejaring organisasi di tingkat nasional maupun daerah untuk mendukung pemulihan pascagempa di Manggarai. Dukungan itu mencakup distribusi bantuan logistik lanjutan bagi warga terdampak.
PMKRI juga akan mengawali kegiatan pendampingan psikososial serta mengedukasi masyarakat mengenai mitigasi bencana berbasis komunitas. Kegiatan tersebut ditujukan bagi desa-desa terdampak.
Sinergi Pemkab Manggarai dan PMKRI diarahkan untuk menjangkau kebutuhan pemulihan yang lebih luas, mulai dari kondisi anak-anak hingga akurasi data kerusakan rumah. Pemerintah daerah menilai dua aspek tersebut penting untuk mendukung penanganan bencana yang lebih objektif dan berkelanjutan.
Dengan demikian, pemulihan pascagempa di Manggarai tidak berhenti pada penyaluran bantuan darurat. Pendampingan psikososial, verifikasi kerusakan rumah, serta edukasi mitigasi menjadi bagian dari langkah lanjutan yang akan dikawal bersama oleh pemerintah daerah dan PMKRI.




















