Headline.co.id, Bangunan ~
RUTENG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai merancang pembangunan rumah contoh Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) di Kelurahan Compang Carep, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pembangunan ini ditujukan bagi masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7. Rumah contoh tersebut disiapkan sebagai acuan pembangunan hunian warga penerima bantuan. Rencana itu dibahas dalam Rapat Perdana Pascagempa di kantor sementara Bupati Manggarai, Stadion Golo Dukal, Ruteng, Selasa (8/9/2026).
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Manggarai, Yustinus Mulyo Nanga, menyampaikan rencana pembangunan fisik percontohan tersebut dalam rapat. Menurut dia, rumah contoh Huntara dirancang berukuran 4×6 meter, sedangkan unit Huntap memiliki luas 6×6 meter.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rumah Contoh Huntara dan Huntap Jadi Acuan Pembangunan
Prototipe rumah contoh Huntara dan Huntap akan menjadi pedoman baku dalam pembangunan hunian warga terdampak gempa. Acuan itu mencakup bentuk bangunan, tata ruang, hingga standar kekuatan struktur bangunan tahan gempa.
Dengan adanya prototipe tersebut, pembangunan hunian bagi warga penerima bantuan diharapkan memiliki standar yang sama. Rumah contoh juga menjadi bagian dari proses rehabilitasi dan rekonstruksi permukiman pascabencana di Kabupaten Manggarai.
Yustinus menjelaskan, pembangunan rumah contoh diperuntukkan bagi warga yang telah memenuhi verifikasi kerusakan berat. Kategori itu mencakup bangunan dengan tingkat kerusakan di atas 71 persen, baik pada komponen struktur utama maupun nonstruktur.
“Pembangunan rumah contoh diperuntukkan bagi warga yang memenuhi verifikasi kerusakan berat di atas 71 persen, baik kerusakan pada komponen struktur utama seperti balok dan tiang, maupun nonstruktur. Salah satu titik yang dijadikan lokasi percontohan adalah kediaman milik Ibu Elisabeth Daus di Compang Carep,” jelas Yustinus.
Alat Berat Dikerahkan ke Lokasi
Sebagai tahap awal pembangunan, tim teknis telah mengerahkan alat berat ke lokasi percontohan. Alat tersebut digunakan untuk merobohkan sisa bangunan lama yang dinilai rawan roboh.
Pembongkaran bangunan dan pembersihan puing menjadi tahapan pra-konstruksi sebelum pembangunan pondasi Huntara dan Huntap dimulai. Tahapan ini dilakukan untuk menyiapkan lokasi pembangunan rumah contoh di Compang Carep.
Salah satu lokasi percontohan yang disebutkan berada di kediaman Elisabeth Daus. Rumah tersebut menjadi titik pembangunan hunian contoh bagi warga yang masuk dalam kategori kerusakan berat berdasarkan hasil verifikasi.
Utamakan Kelayakan dan Keselamatan Bangunan
BNPB dan Pemerintah Kabupaten Manggarai menyiapkan rumah contoh sebagai bagian dari upaya memastikan rehabilitasi serta rekonstruksi permukiman berjalan dengan standar yang jelas. Pembangunan diarahkan agar memenuhi asas kelayakan fungsi dan memperhatikan aspek keselamatan bangunan.
Standar struktur tahan gempa menjadi salah satu unsur utama dalam prototipe hunian tersebut. Langkah itu dimaksudkan untuk mengedepankan mitigasi terhadap potensi risiko bencana di masa depan.
Penyediaan rumah contoh juga diharapkan membuat proses pembangunan hunian pascagempa berlangsung secara transparan. Bentuk, tata ruang, dan ukuran rumah yang telah dirancang menjadi rujukan untuk pembangunan hunian warga terdampak lainnya.
Melalui kerja sama BNPB dan Pemerintah Kabupaten Manggarai, pembangunan rumah contoh Huntara dan Huntap di Compang Carep disiapkan sebagai bagian dari pemulihan permukiman setelah gempa. Prosesnya dimulai dari pembongkaran sisa bangunan dan pembersihan puing sebelum dilanjutkan dengan peletakan pondasi.


















