Headline.co.id, Manggarai ~
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin rapat konsolidasi penanganan darurat Gempa Flores bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai di Ruteng, Kamis (10/9/2026) sore. Rapat yang berlangsung di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai itu membahas penyelarasan dan akurasi data kerusakan. Langkah tersebut dilakukan agar penentuan bantuan, penanganan darurat, hingga rehabilitasi pascabencana didasarkan pada data yang tervalidasi. Koordinasi dilakukan melalui Posko Terpadu dan keterlibatan lintas sektor pemerintahan serta unsur penanganan bencana lainnya.
Data Kerusakan Gempa Flores Jadi Dasar Penanganan
Dalam pertemuan bersama Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit dan Wakil Bupati Manggarai, Gubernur Melki menekankan pentingnya kesamaan data Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut dia, data yang telah divalidasi secara ketat menjadi pijakan utama dalam menetapkan kebijakan, mulai dari penanganan emergency hingga tahapan rehabilitasi. Pendataan terpadu itu mencakup kerusakan rumah warga, sarana umum, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, aset daerah, serta sektor produktif masyarakat.
Sektor produktif yang masuk dalam pendataan lain pertanian dan perikanan. Pendataan tersebut diarahkan untuk menggambarkan kondisi riil di wilayah terdampak sehingga dukungan penanganan dapat disusun secara lebih tepat.
Gubernur Melki mengatakan Pemerintah Provinsi NTT terus membangun koordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk mempercepat pemenuhan dukungan penanganan Gempa Flores.
“Pemerintah Provinsi NTT terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Pusat untuk mempercepat pemenuhan dukungan penanganan, khususnya perbaikan rumah warga serta infrastruktur vital,” tegas Melki.
Gubernur NTT Tekankan Sinergi Lintas Elemen
Selain penyelarasan data, rapat tersebut membahas kebutuhan sinergi dalam penanganan bencana. Gubernur Melki menilai pemulihan Gempa Flores membutuhkan kerja bersama dari berbagai unsur.
“Penanganan Gempa Flores membutuhkan sinergi utuh lintas elemen, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, hingga relawan,” ujar Melki.
Rapat konsolidasi itu merupakan bagian dari rangkaian agenda Gubernur Melki yang berkantor sementara di Pulau Flores. Keputusan tersebut dilakukan untuk memimpin langsung percepatan pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor pemerintahan.
Dengan berada di wilayah terdampak, koordinasi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten diharapkan dapat berlangsung lebih dekat. Proses eksekusi bantuan dan penyusunan rencana rekonstruksi juga diharapkan berjalan sesuai kondisi lapangan.
Pemkab Manggarai Pastikan Data Lapangan Akurat
Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menyampaikan bahwa keterbukaan dan penyelarasan data dengan Pemerintah Provinsi NTT diperlukan agar aspirasi masyarakat dapat terakomodasi secara menyeluruh.
Ia menegaskan, kondisi riil masyarakat di lapangan harus menjadi perhatian utama dalam proses pendataan. Data yang mutakhir diperlukan untuk memastikan bantuan diarahkan kepada warga yang membutuhkan.
“Yang paling utama adalah memastikan data riil di lapangan akurat. Data mutakhir ini menjadi dasar Pemkab Manggarai dan Pemprov NTT dalam menetapkan alokasi bantuan agar penanganan tanggap darurat benar-benar menyasar kebutuhan pokok warga,” ujar Hery.
Penyelarasan data kedua pemerintahan itu menjadi bagian penting dalam penentuan alokasi bantuan. Data tersebut juga digunakan untuk mendukung penanganan kebutuhan pokok warga selama masa tanggap darurat.
Posko Terpadu Diharapkan Percepat Pemulihan
Keberadaan Posko Terpadu menjadi salah satu sarana koordinasi penanganan Gempa Flores di Kabupaten Manggarai. Melalui posko tersebut, proses koordinasi dan pelaksanaan bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih responsif dan terukur.
Pemerintah juga menyiapkan penyusunan rencana rekonstruksi pascabencana dengan mengacu pada data kerusakan yang telah diselaraskan. Langkah itu dilakukan agar penanganan darurat dan pemulihan dapat berjalan berdasarkan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Rapat di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Manggarai mempertemukan unsur pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten untuk memperkuat langkah penanganan. Pemerintah Provinsi NTT dan Pemkab Manggarai menempatkan akurasi data sebagai dasar dalam melanjutkan proses bantuan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana.


















