Headline.co.id, Depok ~
SLEMAN – Puskesmas Depok III mempercepat layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) setelah hasil evaluasi hingga Agustus 2026 menunjukkan sejumlah indikator masih berada di bawah target bulanan. Upaya tersebut dibahas dalam Lokakarya Mini Lintas Sektor Tribulanan di Aula Puskesmas Depok III, Depok, Sleman, Kamis (10/9/2026). Percepatan dilakukan melalui penguatan jangkauan layanan, validasi data sasaran, dan koordinasi lintas sektor karena perhitungan sasaran masih menggunakan data proyeksi.
Puskesmas Depok III mencatat indikator pelayanan ibu hamil sebesar 60,40 persen, ibu bersalin 60,63 persen, bayi baru lahir 59,96 persen, dan balita 61,12 persen. Capaian tersebut masih berada di bawah target indikator bulanan sebesar 66,67 persen.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Capaian Layanan KIA Masih di Bawah Target
Kepala Puskesmas Depok III, drg. Erna Sofiana, mengatakan fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Layanan itu ditujukan agar dapat menjangkau warga secara menyeluruh, terjangkau, dan berkesinambungan pada setiap siklus kehidupan.
Evaluasi capaian pelayanan KIA menjadi salah satu fokus pembahasan dalam lokakarya lintas sektor tersebut. Data hingga Agustus 2026 menunjukkan perlunya akselerasi pada layanan yang berkaitan dengan ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, dan balita.
Menurut Erna, peningkatan capaian tidak hanya berkaitan dengan perluasan jangkauan layanan, tetapi juga ketepatan pencatatan sasaran dan pelaporan pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat.
“Akselerasi ini perlu dilakukan karena perhitungan sasaran masih menggunakan data proyeksi sehingga dimungkinkan ada pelayanan di lapangan yang belum terlaporkan,” terang Erna.
Validasi Data Jadi Bagian dari Percepatan
Puskesmas Depok III berupaya meningkatkan ketepatan pendataan sasaran pelayanan kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan yang berlangsung di lapangan dapat tercatat dengan baik dan menjadi bagian dari evaluasi capaian.
Validasi data juga dihubungkan dengan penguatan koordinasi lintas sektor. Melalui koordinasi tersebut, Puskesmas Depok III berupaya meningkatkan deteksi dini terhadap masalah kesehatan yang ada di masyarakat.
Dalam pembahasan itu, Puskesmas Depok III menegaskan komitmen untuk mengoptimalkan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan masyarakat. Penguatan jangkauan layanan dan validasi data sasaran menjadi bagian dari upaya tersebut.
Sejumlah Indikator Kesehatan Melampaui Target
Di tengah capaian layanan KIA yang masih membutuhkan percepatan, sejumlah indikator pelayanan kesehatan lainnya telah melampaui target. Indikator tersebut mencakup pelayanan usia produktif, lansia, dan gangguan jiwa.
Pada pelayanan penyakit menular, capaian Tuberkulosis tercatat sebesar 93,39 persen. Sementara itu, capaian pelayanan HIV mencapai 90,44 persen.
Erna menyebut capaian tersebut sebagai bagian dari hasil pelayanan Puskesmas Depok III di luar indikator KIA. Namun, percepatan tetap diperlukan pada layanan ibu dan anak agar capaian indikator tersebut dapat ditingkatkan.
“Di sisi lain, indikator usia produktif, lansia, gangguan jiwa, hingga pelayanan penyakit menular seperti Tuberkulosis yang mencapai 93,39 persen dan HIV sebesar 90,44 persen sudah melampaui target,” kata Erna.
Koordinasi Lintas Sektor Diperkuat
Lokakarya Mini Lintas Sektor Tribulanan menjadi forum untuk membahas evaluasi pelayanan dan langkah perbaikan Puskesmas Depok III. Forum tersebut berlangsung dengan fokus pada pemenuhan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di wilayah Depok, Sleman.
Puskesmas Depok III terus mendorong koordinasi lintas sektor untuk memperbaiki pendataan dan memperluas jangkauan layanan. Upaya ini diharapkan dapat mendukung deteksi dini masalah kesehatan serta meningkatkan capaian pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Penguatan layanan dan akurasi data diarahkan untuk mewujudkan derajat kesehatan warga yang optimal di Sleman.



















