Headline.co.id, Bencana Banjir Bandang Dan Hujan Ekstrem Yang Melanda Aceh Tamiang Telah Menyebabkan Kerusakan Infrastruktur Yang Parah ~ memutus akses jalan dan jembatan, serta menghancurkan rumah-rumah warga. Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Aceh bergerak cepat untuk membantu daerah yang paling terdampak. Berdasarkan analisis bersama, Kampung Sekumur dipilih sebagai prioritas utama untuk mendapatkan bantuan.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena tingkat keparahan dampak bencana di Kampung Sekumur sangat tinggi. “Daerah ini terdampak paling parah dan sulit dijangkau, sehingga kami memfokuskan bantuan di sini,” jelas Ova dalam wawancara usai acara serah terima Hunian Sementara di Kampung Sekumur pada Minggu, 5 Juli 2026.
Sebagai langkah konkret, UGM dan Kagama Aceh mendirikan 26 unit Hunian Sementara (Huntara) untuk warga Kampung Sekumur. Huntara ini dibangun dengan memanfaatkan kayu-kayu yang hanyut terbawa banjir bandang pada November lalu, sebuah solusi kreatif di tengah keterbatasan material dan akses logistik. Bantuan ini sangat berarti bagi warga seperti Ibu Sariyah (60), seorang petani setempat, yang merasa kehidupannya kembali bermartabat setelah berbulan-bulan tinggal di tenda pengungsian.
Ibu Sariyah mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. “Kami mengucapkan ribuan terima kasih. Sekarang kami sudah dapat rumah ini, rasanya nyenyak tidur, tidak kepanasan, tidak kena hujan lagi,” ujarnya dengan penuh emosi. Ibu Mardiah (40), warga lainnya, juga merasakan kebahagiaan serupa. Meskipun perkebunan sawitnya hancur, ia bersyukur memiliki tempat tinggal yang layak. “Senang sekali, ada tempat tinggal. Yang biasanya kami nunggu di tenda, sekarang sudah ada rumah,” katanya.
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari solidaritas kuat jaringan alumni UGM. Sekretaris Jenderal PP Kagama, Nezar Patria, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi semua pihak yang terlibat dalam upaya pemulihan ini. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi warga Kampung Sekumur untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka pascabencana.














