Headline.co.id, Yogyakarta ~ Sistem penilaian Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK mengalami perubahan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 56 Tahun 2026, hasil TKA tidak lagi dilaporkan menggunakan rentang nilai 0 hingga 100, melainkan mulai 200 sampai 800. Perubahan tersebut menjadi bagian dari Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional 2026.
Dalam ketentuan terbaru itu, skor TKA untuk setiap mata pelajaran akan dilaporkan dengan pembulatan dua angka di belakang koma. Peserta kemudian dikelompokkan berdasarkan capaian kemampuan, mulai kategori Kurang, Memadai, Baik, hingga predikat Istimewa bagi peserta yang memenuhi batas skor tertentu.
Untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK, peserta TKA memperoleh predikat Istimewa apabila mencapai skor minimal 725,00 pada masing-masing mata uji. Angka tersebut bukan merupakan nilai tertinggi karena skor maksimum yang dapat dilaporkan tetap mencapai 800.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Hasil TKA untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK dilaporkan dalam rentang nilai 200 (dua ratus) sampai dengan 800 (delapan ratus) dengan pembulatan 2 (dua) angka di belakang koma,” demikian ketentuan dalam Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026.
Nilai TKA Dibagi Menjadi Beberapa Kategori Capaian
Setelah peserta memperoleh skor pada masing-masing mata pelajaran, hasil TKA akan dianalisis untuk menggambarkan capaian kemampuan akademik peserta.
Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026 menetapkan tiga kategori capaian utama, yakni Baik, Memadai, dan Kurang. Di luar tiga kategori tersebut, peserta dapat memperoleh predikat Istimewa apabila mencapai skor sesuai ketentuan.
Khusus peserta jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK, predikat Istimewa mensyaratkan skor minimal 725,00 pada setiap mata uji.
Dengan demikian, peserta maupun sekolah perlu memahami bahwa skor 725 bukan nilai maksimum. Peserta masih berpeluang memperoleh skor lebih tinggi hingga batas maksimal 800.
TKA SMA Tetap Ujikan Tiga Mata Pelajaran Wajib
Meski sistem pelaporan skor berubah, komposisi mata pelajaran TKA jenjang SMA/MA/Paket C pada 2026 tetap sama seperti tahun sebelumnya.
Peserta wajib mengikuti tiga mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Selain itu, siswa harus memilih dua dari 19 mata pelajaran pilihan yang tersedia.
Kasi SMA dan PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang Nur Anas mengatakan tidak terdapat perubahan jumlah maupun jenis mata pelajaran pilihan pada penyelenggaraan tahun ini.
“Tahun ini mata pelajaran pilihan sama dengan tahun lalu, tidak ada tambahan maupun pengurangan,” ujar Nur Anas.
Sebanyak 19 mata pelajaran pilihan yang tersedia meliputi Matematika Tingkat Lanjut, Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut, Bahasa Inggris Tingkat Lanjut, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sosiologi, Geografi, Sejarah, Antropologi, PPKn/Pendidikan Pancasila, Bahasa Arab, Bahasa Jerman, Bahasa Perancis, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bahasa Mandarin, serta Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan.
Nur Anas menyarankan siswa mempertimbangkan kemampuan akademiknya sebelum menentukan dua mata pelajaran pilihan.
“Siswa dapat memilih dua mata pelajaran pilihan yang paling dikuasai,” jelasnya.
Sekolah juga diharapkan memberikan pendampingan agar mata pelajaran yang dipilih sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.
“Yang terpenting, pilihannya disesuaikan dengan mata pelajaran yang paling dikuasai,” pungkas Nur Anas.
Rincian Pelaksanaan TKA Selama Empat Hari
Pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional 2026 berlangsung selama empat hari. Setiap hari memiliki susunan mata uji dan durasi yang berbeda.
Pada hari pertama, peserta memperoleh waktu lima menit untuk latihan, kemudian mengerjakan TKA Bahasa Indonesia wajib dan literasi sebanyak 30 soal selama 75 menit. Setelah itu, peserta mengikuti Survei Karakter selama 25 menit.
Hari kedua diawali latihan selama lima menit, kemudian TKA Bahasa Inggris wajib sebanyak 30 soal selama 75 menit dan Survei Lingkungan Belajar selama 25 menit.
Hari ketiga digunakan untuk mengerjakan TKA Matematika wajib dan numerasi sebanyak 25 soal selama 75 menit, setelah sebelumnya peserta mendapatkan waktu latihan selama lima menit.
Pada hari keempat, peserta mengikuti dua mata pelajaran pilihan. Masing-masing mata pelajaran terdiri atas 25 soal dengan waktu pengerjaan selama 60 menit, setelah lima menit sesi latihan.
Jadwal Lengkap TKA 2026 Jenjang SMA
Tahapan TKA 2026 dimulai dari pendaftaran peserta pada 27 Juli hingga 27 September 2026. Setelah pendaftaran, peserta memasuki tahapan simulasi pada 21-27 September 2026.
Gladi bersih gelombang pertama dijadwalkan berlangsung pada 5-11 Oktober 2026, sedangkan gelombang kedua pada 12-18 Oktober 2026.
Pelaksanaan utama TKA kemudian dibagi menjadi beberapa gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26-29 Oktober 2026. Gelombang khusus mata pelajaran wajib dijadwalkan 31 Oktober-1 November 2026.
Selanjutnya, gelombang kedua berlangsung pada 2-5 November 2026, sedangkan gelombang khusus mata pelajaran pilihan dilaksanakan pada 7-8 November 2026.
Bagi peserta yang mengikuti ujian susulan, gelombang pertama dilaksanakan pada 16-19 November 2026. Gelombang khusus mata pelajaran wajib berlangsung pada 21-22 November 2026.
Gelombang kedua ujian susulan berlangsung pada 23-26 November 2026, kemudian gelombang khusus mata pelajaran pilihan pada 28-29 November 2026.
Hasil TKA dijadwalkan diumumkan pada 23 Desember 2026.
Hasil TKA 2026 Bisa Dicek Mandiri oleh Peserta
Perubahan lainnya terjadi pada mekanisme akses pengumuman hasil. Pada TKA 2026, peserta jenjang SMA/SMK/sederajat dapat melihat hasil secara mandiri tanpa harus menunggu pengumuman dari sekolah.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Rahmawati mengatakan akses hasil tidak hanya diberikan kepada satuan pendidikan.
“Tidak hanya satuan pendidikan yang bisa mengakses hasil dari semua murid peserta TKA, tapi setiap individu peserta TKA juga dapat melihat hasilnya secara individu masing-masing, sehingga tidak perlu menunggu pengumuman dari kepala sekolah,” tutur Rahmawati dalam Webinar Bincang SMA TKA 2026 yang dikutip dari laman YouTube Direktorat SMA, Kamis (3/9/2026).
Mekanisme tersebut berbeda dibandingkan pelaksanaan TKA 2025, ketika hasil peserta pada umumnya diperoleh melalui sekolah.
Sekolah Mulai Intensifkan Persiapan Menghadapi TKA
Sejumlah sekolah dan madrasah juga mulai meningkatkan persiapan peserta didik menghadapi TKA. Salah satunya dilakukan MTsN 6 Bantul melalui kegiatan les persiapan bagi siswa kelas 9.
Dalam kegiatan pada Senin (14/9), siswa mendapatkan pendalaman materi Bahasa Indonesia dengan bimbingan Novara Lusy Andini. Pembelajaran diarahkan pada peningkatan kemampuan literasi dan penalaran.
Siswa berlatih membaca dan menganalisis teks, menemukan informasi tersurat dan tersirat, memahami makna kata serta kalimat berdasarkan konteks, hingga menentukan jawaban menggunakan informasi yang tersedia.
Latihan soal juga disertai pembahasan agar siswa mengetahui kesalahan dan memahami cara menemukan jawaban secara tepat.
Kegiatan persiapan tersebut dilakukan secara rutin sebagai upaya meningkatkan kesiapan, kemampuan akademik, serta kepercayaan diri peserta didik dalam menghadapi TKA.
Dengan perubahan rentang skor menjadi 200-800 serta mekanisme akses hasil secara mandiri, peserta TKA 2026 perlu memahami sistem penilaian sekaligus mempersiapkan diri sebelum pelaksanaan ujian utama dimulai pada 26 Oktober 2026.


















