Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Pendidikan

Hilirisasi Kemenyan Dinilai Penting untuk Naikkan Nilai Ekonomi

Dwina by Dwina
40 seconds ago
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
418 4
A A
0
Kemenyan Masih Diekspor Mentah, Dosen UGM Desak Pemerintah Lakukan Hilirisasi

Kemenyan Masih Diekspor Mentah, Dosen UGM Desak Pemerintah Lakukan Hilirisasi (Dok. UGM)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jogja ~ Kemenyan Indonesia masih banyak dijual dalam bentuk getah mentah dan diekspor untuk diolah di luar negeri. Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Dr. Ganis Lukmandaru, S.Hut., M.Agr., mendorong hilirisasi kemenyan agar nilai tambah komoditas tersebut dapat dinikmati di dalam negeri. Menurut Ganis, pengolahan dapat dilakukan bertahap, mulai dari getah menjadi minyak, parfum, hingga pemisahan senyawa tunggal. Langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya kemenyan.

Contents

    • 0.1. Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Forum Kemahasiswaan ASEAN
    • 0.2. RUU Reforma Agraria Mendesak, Implementasi Jadi Tantangan
  • 1. Hilirisasi kemenyan berpotensi tingkatkan nilai ekonomi
  • 2. Belajar dari pengolahan getah pinus
  • 3. Pasokan dan keberlanjutan masih menjadi tantangan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024 menunjukkan, Sumatera Utara dapat menghasilkan sekitar 5.000 hingga 8.000 ton kemenyan. Sebagian besar komoditas tersebut diekspor untuk diolah di India, Singapura, dan Uni Eropa.

You might also like

Mahasiswa UGM Sabet Penghargaan di Forum Kemehasiwan Asia Tenggara

Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Forum Kemahasiswaan ASEAN

14 September 2026
RUU Reforma Agraria Dinilai Efektif Pangkas Ketimpangan Penguasaan Tanah

RUU Reforma Agraria Mendesak, Implementasi Jadi Tantangan

14 September 2026

Hilirisasi kemenyan berpotensi tingkatkan nilai ekonomi

Ganis menjelaskan, kemenyan Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda dari kemenyan yang berasal dari kawasan Turki dan Arab. Kemenyan Indonesia berasal dari genus Styrax, sedangkan kemenyan dari wilayah tersebut berasal dari genus Boswellia.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Salah satu keunggulan kemenyan Indonesia berada pada aromanya yang cenderung menyerupai madu. Karakter itu berkaitan dengan keberadaan asam sinamat yang menjadi salah satu senyawa utama dalam kemenyan Indonesia.

“Keunggulannya di Indonesia ini bau madunya. Baunya itu agak kayak permen gitu. Itu keunggulannya,” ujar Ganis, Senin (14/9).

Karakter aroma dan kandungan kimia tersebut membuka peluang pengembangan kemenyan untuk berbagai produk, termasuk minyak, parfum, serta produk untuk keperluan pengobatan dan pangan. Salah satu proses yang dapat dilakukan adalah distilasi getah padat menjadi minyak kemenyan.

Dalam proses itu, getah dipanaskan untuk memisahkan komponen yang mudah menguap. Komponen tersebut kemudian didinginkan hingga menghasilkan minyak.

“Getah padat ini dipanaskan. Jadi, kalau dipanaskan, ada yang menguap, ada yang tertinggal. Yang menguap ini didinginkan jadi minyak. Ini namanya minyak kemenyan,” jelas Ganis.

Menurut dia, nilai minyak kemenyan dapat mencapai hingga 20 kali lipat dibandingkan getah mentah. Nilai tersebut masih dapat meningkat apabila minyak diolah menjadi parfum atau diproses lebih lanjut untuk mendapatkan senyawa tertentu.

“Menjadi minyak ini sudah dipisah yang mudah menguap dan yang tidak. Menjadi parfum itu sudah produk lagi. Apalagi dipisah sampai level senyawa tunggal, itu lebih mahal lagi. Visinya ke sana,” tuturnya.

Belajar dari pengolahan getah pinus

Ganis menilai pengembangan kemenyan dapat mencontoh pengolahan getah pinus. Komoditas tersebut telah dikembangkan dari produk dasar seperti gondorukem dan terpentin menjadi berbagai produk turunan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Menurut Ganis, pola serupa dapat diterapkan pada kemenyan secara bertahap. Pengolahan dapat dimulai dari getah, kemudian minyak, produk turunan seperti parfum, hingga senyawa tunggal.

“Nanti harusnya kemenyan juga kayak pinus gitu. Ending-nya itu. Kita sudah punya contohnya. Getah pinus itu,” ujarnya.

Pengolahan kemenyan, kata Ganis, tidak harus selalu diawali pembangunan pabrik berskala besar. Distilasi dapat dilakukan di tingkat petani atau rumah tangga dengan menghimpun hasil produksi dan menggunakan peralatan pengolahan secara bersama.

Ia mencontohkan pengolahan minyak kayu putih dan minyak kenanga yang dapat dilakukan dalam skala rumah tangga. Pola tersebut dinilai memungkinkan diterapkan pada kemenyan karena teknologi dasar distilasi telah diperkenalkan melalui pelatihan dan percontohan.

“Kalau sekadar mendistilasi, yang paling mudah. Dari getah menjadi minyak, dipanaskan, itu sudah mudah. Ini sudah banyak penyuluhan dari kolega-kolega dari BRIN. Mereka sudah training, memberi percontohan, dan sebagainya,” ujarnya.

Pasokan dan keberlanjutan masih menjadi tantangan

Pengembangan hilirisasi kemenyan tetap menghadapi persoalan di tingkat hulu. Industri membutuhkan bahan baku yang tersedia secara berkelanjutan, baik dari sisi jumlah maupun mutu.

Ganis menyebut pemerintah telah memiliki standar kualitas kemenyan. Pada era 1980-an terdapat enam kelas kualitas, sedangkan saat ini standar tersebut disederhanakan menjadi tiga kelas. Namun, standar itu belum sepenuhnya menjadi acuan dalam perdagangan.

“Jadi, kalau ingin mendirikan pabrik, mereka butuh pasokan yang kontinu, dengan mutu yang standar. Itu bisa dipenuhi tidak oleh para penyadap kemenyan? Mungkin memenuhi kuantitas bisa, tapi memenuhi standar bisa tidak?” katanya.

Tantangan lain adalah regenerasi penyadap. Sebagian besar penyadap kemenyan saat ini merupakan generasi yang lebih tua. Di sejumlah wilayah, masyarakat juga mulai mempertimbangkan komoditas lain yang dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi, seperti kopi.

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terjadinya konversi lahan kemenyan. Jika tanaman kemenyan diganti dengan komoditas lain, luas areal dan ketersediaan bahan baku untuk industri dapat terus berkurang.

Kemenyan Indonesia saat ini terkonsentrasi di Sumatera Utara, terutama Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan. Tanaman tersebut tumbuh di wilayah dengan ketinggian sekitar 800 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut. Luas areal kemenyan secara keseluruhan berada di kisaran 23.000 hektare.

Ganis menekankan, hilirisasi harus berjalan bersama perlindungan sumber daya. Peningkatan permintaan yang tidak sebanding dengan kemampuan sumber daya dapat mendorong eksploitasi berlebihan.

“Permintaan terlalu tinggi, tidak sesuai dengan potensinya, mau tidak mau akan terjadi eksploitasi. Itu sangat merugikan. Ini nggak cuma kemenyan saja. Ini apapun produknya di hutan, seperti itu, entah kayu dan nonkayu,” jelas Ganis.

Ia menilai peningkatan nilai tambah dapat membantu menjaga keberlanjutan karena petani tidak harus memanen lebih banyak untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi.

“Kalau nilai tambahnya tinggi, dengan jumlah produk yang sama, pendapatan yang diperoleh bisa lebih besar. Jadi, harapannya, petani tidak perlu memanen dalam jumlah banyak untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi,” papar Ganis.

Ganis berharap pengembangan kemenyan dilakukan secara berkesinambungan dari hulu hingga hilir. Di tingkat hulu, areal kemenyan perlu dijaga dari konversi lahan. Sementara di hilir, pengolahan dikembangkan bertahap dari getah menjadi minyak, parfum, hingga senyawa tunggal.

Tags: Berita JogjaHeadlineIndonesiaJogjaKemenyan

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Dwina

Dwina

Related Stories

Mahasiswa UGM Sabet Penghargaan di Forum Kemehasiwan Asia Tenggara

Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Forum Kemahasiswaan ASEAN

by Ari Wibowo muhammad
14 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Dua mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Eugenia Novera Kwang dan Ajeng Zahia Aini, berpartisipasi dalam The 2nd...

RUU Reforma Agraria Dinilai Efektif Pangkas Ketimpangan Penguasaan Tanah

RUU Reforma Agraria Mendesak, Implementasi Jadi Tantangan

by Aditya
14 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria resmi menjadi usul inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI setelah...

Gali Kearifan Lokal dan Hukum Adat, Mahasiswa UGM Cari Solusi Konflik Manusia vs Monyet Ekor Panjang

Konflik Manusia-Monyet Ekor Panjang, Mahasiswa UGM Susun Solusi

by Dani
14 September 2026
0

Headline.co.id, Gunungkidul ~ Konflik manusia dan monyet ekor panjang di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset...

Lari Seru Bareng Anabul di UGM Vet Fun Run

Vet Fun Run 2026 UGM Diikuti 650 Peserta dan 50 Satwa

by masfajar
14 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada menggelar Vet Fun Run 2026 di GIK UGM, Minggu (13/9). Kegiatan...

Lingo, Media Belajar Literasi Anak Usia Dini Hasil Inovasi Mahasiswa UGM

Lingo, Inovasi Mahasiswa UGM untuk Literasi Anak Tanpa Gawai

by Dwina
12 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengembangkan Lingo, media belajar literasi anak usia dini berbasis teknologi pengenalan ucapan...

Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Selisih Jauh, Ini Kata Ekonom UGM

Selisih Angka Kemiskinan BPS dan Bank Dunia, Ini Penjelasan UGM

by Lia
12 September 2026
0

Headline.co.id, Jogja ~ Perbedaan angka kemiskinan Indonesia versi Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia menjadi perhatian setelah kedua lembaga...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Menelusuri Auman Singa di Balik Legenda Selecta: Dari Goa Mistis Hingga Taman Raksasa

Sejarah dan Daya Tarik Singa di Taman Rekreasi Selecta, Batu

15 August 2026
Profil Dean Henderson

Siapa Dean Henderson? Kiper Inggris yang Debut di Piala Dunia saat Melawan Prancis

19 July 2026
: Masa Ta’aruf Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Luwuk Tahun 2026

UML Luwuk Dorong 877 Mahasiswa Baru Menjadi Generasi Inovatif

7 September 2026
Presiden Prabowo Dorong Perguruan Tinggi Cetak SDM Unggul di Tengah Pergeseran Geopolitik

Presiden Prabowo Dorong Perguruan Tinggi Cetak SDM Unggul di Tengah Pergeseran Geopolitik

16 January 2026

Menag Sampaikan Prinsip Universal Pendiri Bangsa Saat Konferensi Antaragama G20

14 September 2021
Kapolri Resmikan 19 Jembatan di Klaten, Tindak Lanjut Arahan Presiden

Kapolri Resmikan 19 Jembatan di Klaten, Tindak Lanjut Arahan Presiden

14 January 2026
:

Kodim Sumenep Tingkatkan Solidaritas Prajurit dan Persit di HUT ke-81 RI

22 August 2026

Artikel Terbaru

Kemenyan Masih Diekspor Mentah, Dosen UGM Desak Pemerintah Lakukan Hilirisasi

Hilirisasi Kemenyan Dinilai Penting untuk Naikkan Nilai Ekonomi

14 September 2026
Kampanye Keselamatan, Sat PJR Sumbar Ingatkan Pengendara Patuhi Aturan Lalu Lintas

Sat PJR Sumbar Kampanyekan Keselamatan Berlalu Lintas

14 September 2026
: Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke area lahan proyek Bendungan Cibeet, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: Humas Kemen PU)

Pembebasan Lahan Hambat Percepatan Bendungan Cibeet

14 September 2026
Jefferson Puas, Persebaya Buka Perjalanan di GBT dengan Tiga Poin

Kemenangan Persebaya atas PSIM Jadi Modal Positif Musim Ini

14 September 2026
Polda Sultra Tetapkan Satu Tersangka Pembakaran Hutan di Koltim

Polda Sultra Tetapkan Satu Tersangka Pembakaran Hutan di Koltim

14 September 2026
: Bupati Bireuen Mukhlis bersama Wakil Bupati Bireuen Razuardi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Senin (14/9/2026). Sidak tersebut untuk mengecek langsung kedisiplinan aparatur, pelayanan publik, dan pelaksanaan tugas pemerintahan. - Foto: Mc.Bireuen

Sidak SKPK, Bupati Bireuen Soroti Potensi PAD

14 September 2026
: Pemerintah memastikan ruang belajar aman sekaligus memulihkan kondisi psikologis peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores, NTT. (Foto: Dok Kemendikdasmen)

Pemulihan Sekolah Terdampak Gempa Flores Berpacu Hadapi Musim Hujan

14 September 2026

Popular Story

: Istimewa
Pemerintah

PSIS Semarang Menang 2-1 atas PSPS Pekanbaru

by Lia
13 September 2026
0

Headline.co.id, Pekanbaru ~ PSIS Semarang mengalahkan PSPS Pekanbaru dengan skor 2-1 pada...

Read moreDetails

Diskominfo Batang Perkuat Kemitraan Media untuk Cegah Hoaks

Polrestabes Bandung Tingkatkan Kesiapan Hadapi Aksi Anarkis dengan Simulasi Sispamkota

Latihan Koopsudnas di Batam, Amsakar Soroti Kesiapsiagaan TNI AU

Mubes Perdana KPP Sumenep Perkuat Peran Pendidikan

Dukungan Logistik Kemhan untuk Kapal JS Kunisaki di Kalimantan

Keracunan MBG Lombok Tengah, Orangtua Siswa Minta Program Dihentikan

Angkutan Pelajar Gratis Bojonegoro Layani 10.442 Siswa

Menhan Minta Yonif TP 878/Galuh Pakuan Perkuat Kesiapan

DPRD Gorontalo Minta Pengawasan BBM Bersubsidi Diperketat

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.