Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Pendidikan

Konflik Manusia-Monyet Ekor Panjang, Mahasiswa UGM Susun Solusi

Dani by Dani
2 months ago
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
420 4
A A
0
Gali Kearifan Lokal dan Hukum Adat, Mahasiswa UGM Cari Solusi Konflik Manusia vs Monyet Ekor Panjang

Gali Kearifan Lokal dan Hukum Adat, Mahasiswa UGM Cari Solusi Konflik Manusia vs Monyet Ekor Panjang (Dok. UGM)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Gunungkidul ~ Konflik manusia dan monyet ekor panjang di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Macaca Universitas Gadjah Mada (UGM) menyusun rekomendasi mitigasi berbasis bioekologi dan hukum adat. Penelitian itu dilakukan di Kapanewon Paliyan, Saptosari, dan Tepus untuk mengkaji pola kehidupan monyet ekor panjang, pengalaman masyarakat, serta praktik lokal dalam menghadapi kerusakan tanaman pertanian. Kajian tersebut dilakukan karena masyarakat membutuhkan perlindungan terhadap lahan pertanian, sementara keberadaan satwa liar tetap perlu diperhatikan. Tim mempertimbangkan zona penyangga, pengendalian reproduksi secara selektif, dan penguatan pengetahuan lokal sebagai bagian dari solusi konflik.

Contents

    • 0.1. Baru Pertama Ikut Kejuaraan, Mahasiswa Sistem Informasi Alma Ata Raih Juara III Pencak Silat Tingkat Nasional
    • 0.2. SMP Ar Rafi’ Drajat Bandung Terima Chatbot AI dari Telkom University, Layanan Informasi Sekolah Bisa Diakses 24 Jam
  • 1. Konflik manusia dan monyet ekor panjang dikaji dari sisi ekologis
  • 2. Praktik masyarakat dinilai bagian dari living law
  • 3. Dilema perlindungan tanaman dan keberlangsungan satwa
  • 4. Policy brief dan kolaborasi antaraktor

Penelitian itu berjudul “Integrasi Bioekologi dan Living Law dalam Perumusan Kebijakan Mitigasi Konflik Ruang Manusia-Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Gunungkidul”. Tim berupaya merumuskan rekomendasi kebijakan yang menggabungkan pengetahuan dan praktik masyarakat dengan kajian bioekologi monyet ekor panjang.

You might also like

Mahasiswa Universitas Alma Ata Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Pencak Silat Sunan Kalijaga Cup V 2026

Baru Pertama Ikut Kejuaraan, Mahasiswa Sistem Informasi Alma Ata Raih Juara III Pencak Silat Tingkat Nasional

29 October 2026
SMP Ar Rafi’ Drajat Bandung Terima Chatbot AI dari Telkom University, Layanan Informasi Sekolah Bisa Diakses 24 Jam

SMP Ar Rafi’ Drajat Bandung Terima Chatbot AI dari Telkom University, Layanan Informasi Sekolah Bisa Diakses 24 Jam

27 October 2026

Tim PKM-RSH Macaca UGM terdiri atas Azmi Hanief Zeinadin dari S1 Filsafat, Naura Fenadine dan Ashma’ Nabila Rayyan dari S1 Biologi, Okta Amaliya Fitriana dari S1 Hukum, serta Ghalbin Charis Al Amien dari S1 Manajemen dan Kebijakan Publik. Penelitian tersebut dilakukan di bawah pendampingan Dr. Abdul Rokhmat Sairah Z, S.Fil., M.Phil.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Konflik manusia dan monyet ekor panjang dikaji dari sisi ekologis

Dalam penelitian itu, tim mengkaji perubahan habitat, ketersediaan sumber pakan, serta tumpang tindih ruang hidup monyet ekor panjang dengan lahan pertanian. Pendekatan bioekologi digunakan untuk memahami kondisi satwa dan lingkungan yang menjadi dasar dalam menentukan bentuk mitigasi.

Tim juga menggunakan perspektif living law untuk melihat norma, nilai, kebiasaan, dan pengetahuan yang hidup serta dijalankan masyarakat ketika merespons keberadaan monyet ekor panjang. Perspektif tersebut digunakan karena konflik tidak hanya berkaitan dengan kerugian petani akibat kerusakan tanaman, tetapi juga memperlihatkan persoalan dalam hubungan manusia, lingkungan, dan satwa liar.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan ialah pengembangan buffer zone atau zona penyangga habitat satwa dan ruang aktivitas manusia. Zona itu dapat dibangun melalui pengaturan ruang, vegetasi, penghalang yang sesuai, serta sistem pemantauan yang disesuaikan dengan kondisi ekologis dan sosial setiap wilayah.

Selain zona penyangga, tim mengkaji pengendalian populasi secara selektif. Opsi tersebut tidak dimaksudkan untuk membasmi monyet ekor panjang, melainkan dapat mempertimbangkan pengendalian reproduksi melalui sterilisasi.

“Pengendalian populasi ini bukan berarti membasmi satwa liar. Salah satu opsi yang kami pertimbangkan adalah pengendalian reproduksi melalui sterilisasi. Namun, opsi ini masih perlu dikaji lebih lanjut, terutama terkait kondisi populasi, kesejahteraan satwa, efektivitas, dan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Azmi, Senin (14/9).

Praktik masyarakat dinilai bagian dari living law

Masyarakat di wilayah penelitian telah mengembangkan sejumlah cara untuk menghadapi monyet ekor panjang. Praktik tersebut lain menggunakan jaring atau pagar, bunyi-bunyian, orang-orangan sawah, hingga penjagaan lahan secara kolektif.

Menurut tim, berbagai praktik itu terbentuk dari pengalaman masyarakat dalam menghadapi konflik. Karena itu, masyarakat tidak hanya dipandang sebagai pihak yang terdampak, tetapi juga sebagai pemilik pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola interaksi dengan satwa liar.

“Mitigasi yang dilakukan masyarakat tidak muncul begitu saja. Ada pengalaman, kebiasaan, nilai, dan pengetahuan lokal yang membentuk cara masyarakat merespons keberadaan monyet ini. Karena itu, praktik tersebut perlu dipahami sebagai bagian penting dari living law atau hukum adat,” ujar Okta.

Pengetahuan lokal tersebut dinilai perlu dipertimbangkan dalam penyusunan kebijakan mitigasi. Dengan demikian, kebijakan yang dirumuskan tidak hanya berorientasi pada penanganan gangguan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi ekologis dan nilai yang hidup di tengah masyarakat.

Dilema perlindungan tanaman dan keberlangsungan satwa

Konflik manusia dan monyet ekor panjang juga menimbulkan dilema dalam menentukan tindakan terhadap satwa tersebut. Di satu sisi, keberadaan monyet dapat menyebabkan kerusakan tanaman dan kerugian bagi petani. Di sisi lain, sebagian masyarakat merasa iba dan tidak tega membunuh satwa.

“Nilai keagamaan, keyakinan, serta pandangan masyarakat mengenai hubungan manusia dan alam turut memengaruhi pilihan tindakan masyarakat dalam menghadapi konflik,” jelasnya.

Kondisi itu menjadi salah satu alasan tim mengusulkan pendekatan yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan prinsip perlindungan satwa. Mitigasi diharapkan dapat mengurangi gangguan terhadap lahan pertanian tanpa mengabaikan keberlangsungan hidup monyet ekor panjang.

Policy brief dan kolaborasi antaraktor

Sebagai salah satu luaran penelitian, Tim PKM-RSH Macaca UGM akan menyusun policy brief yang memuat rekomendasi kebijakan mitigasi konflik manusia dan monyet ekor panjang. Rekomendasi itu diarahkan untuk mengintegrasikan praktik mitigasi masyarakat, norma living law, kajian bioekologi, serta prinsip perlindungan satwa.

Tim berharap hasil kajian tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan mitigasi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.

“Melalui pendekatan tersebut, kami berharap kebijakan mitigasi konflik manusia dan satwa liar ini dapat dirumuskan secara kontekstual dan berkelanjutan, sehingga kebutuhan petani dan keberlangsungan hidup satwa dapat berjalan secara seimbang,” ujar Ghalbin.

Dalam penerapannya, tim menekankan pentingnya kolaborasi antaraktor. Masyarakat dapat berperan melalui penjagaan secara kolektif. Organisasi nonpemerintah atau komunitas dapat mendukung edukasi mengenai konflik manusia dan satwa liar, sedangkan pemerintah berperan mengatur instrumen kebijakan penanganan konflik.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Berita GunungkidulDaerahGunungkidulHeadlineKonflik

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Dani

Dani

Related Stories

Mahasiswa Universitas Alma Ata Raih Medali Perunggu di Kejuaraan Pencak Silat Sunan Kalijaga Cup V 2026

Baru Pertama Ikut Kejuaraan, Mahasiswa Sistem Informasi Alma Ata Raih Juara III Pencak Silat Tingkat Nasional

by Hendrawan
29 October 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Mahasiswa Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Alma Ata, Bayu Aji Pratama, berhasil meraih Juara III dalam...

SMP Ar Rafi’ Drajat Bandung Terima Chatbot AI dari Telkom University, Layanan Informasi Sekolah Bisa Diakses 24 Jam

SMP Ar Rafi’ Drajat Bandung Terima Chatbot AI dari Telkom University, Layanan Informasi Sekolah Bisa Diakses 24 Jam

by Hendrawan
27 October 2026
0

Headline.co.id, Bandung ~ SMP Ar Rafi’ Drajat Bandung menerima aplikasi Chatbot Akademik berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dari...

TKA 2026 SMA/SMK Dimulai, Siswa Dilarang Membawa HP hingga Kalkulator ke Ruang Ujian

Cara Membaca Nilai TKA 2026 SMA/SMK, Pahami Skor dan Kategori Capaian Akademik

by Saddam
27 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Cara membaca nilai TKA 2026 SMA/SMK perlu dipahami siswa dan orang tua agar tidak keliru menafsirkan hasil...

ketentuan sanksi dan pengawasan berlapis, peserta TKA 2026 SMA/SMK

TKA 2026 SMA/SMK Diawasi Lewat Kamera dan Zoom, Kemendikdasmen Perketat Pengawasan

by Saddam
27 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperketat pengawasan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 SMA/SMK dan...

Hampir 500 Ribu Siswa Madrasah Terdaftar Ikut TKA 2026, Kemenag Ingatkan Kesiapan Sekolah

Jangan Sampai Nilai Nol! Ini Pelanggaran Berat TKA 2026 SMA/SMK yang Harus Dihindari

by Saddam
27 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Peserta Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 SMA/SMK dan sederajat terancam mendapatkan nilai nol apabila terbukti melakukan...

TKA 2026 Bukan Sekadar Ujian, Pemerintah Diminta Gunakan Hasil Tes untuk Perbaiki Pembelajaran

TKA 2026 SMA/SMK Dimulai, 3,86 Juta Peserta Terdaftar dan Pengawasan Diperketat

by Saddam
27 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026 SMA/SMK dan sederajat resmi dimulai secara nasional pada Senin (26/10/2026),...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Ilustrasi PHK

Gelombang PHK Melanda: 80.000 Pekerja Terdampak Sepanjang 2024, Pakar UGM Soroti Kebijakan Impor

26 December 2024
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Penguatan Aturan Pengelolaan Sampah

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Penguatan Aturan Pengelolaan Sampah

1 April 2026
Pemkab Seruyan dan DAD Gelar Pasar Murah untuk Bantu Warga

Pemkab Seruyan dan DAD Gelar Pasar Murah untuk Bantu Warga

7 December 2025

Hakim Mahkamah Konstitusi Pertanyakan Urgensi Posisi Wakil Menteri

12 February 2020
Li Claudia Chandra Dorong Pengawasan Ketat Pembangunan di Batam

Li Claudia Chandra Dorong Pengawasan Ketat Pembangunan di Batam

10 July 2026
Strategi Komprehensif Polda Sumsel Tangani Karhutla 2026: Dari Edukasi Masif hingga Penahanan 17 Tersangka

Polda Sumsel Terapkan Strategi Holistik Atasi Karhutla 2026

25 August 2026
Sumur Bor Kapolda Aceh Jadi Solusi Air Bersih Bagi Warga Aceh Tengah

Sumur Bor Kapolda Aceh Jadi Solusi Air Bersih Bagi Warga Aceh Tengah

11 January 2026

Artikel Terbaru

Jelang Operasi Patuh Semeru 2026, Polresta Sumenep Periksa Administrasi dan Kedisiplinan Anggota

Gaktibplin Polresta Sumenep Jadi Persiapan Operasi Patuh Semeru 2026

29 October 2026
Tekan Impor Minyak, Menteri ESDM Minta KKKS Percepat Proyek Blok Migas

Bahlil Ancam Alihkan Blok Migas Jika Proyek Tak Dikerjakan

29 October 2026
Gresik Kirim 187 Atlet ke POPDA XV dan PEPARPEDA III Jatim 2026, Bidik Peringkat Lebih Tinggi

Kontingen Gresik Bidik Posisi Lebih Tinggi di POPDA Jatim 2026

29 October 2026
Kadivhumas Polri Apresiasi Penyampaian Aspirasi yang Tertib

Polri Apresiasi Penyampaian Aspirasi Tertib di Sejumlah Daerah

29 October 2026
Hari Sumpah Pemuda 2026, Pemkab Gresik Ajak Generasi Muda Perkuat Patriotisme dan Kepedulian Sosial

Hari Sumpah Pemuda 2026 di Gresik Tekankan Patriotisme dan Empati

29 October 2026
Gempa Bumi Bermagnitudo 6.1 Guncang Oksibil, Papua Pegunungan

Gempa Bermagnitudo 6,1 Guncang Tenggara Oksibil Papua

29 October 2026
Detik-Detik Pengendara Motor Meninggal di Jalan Magelang Sleman, Saksi Ungkap Kejadian

Pengendara Motor Meninggal di Jalan Magelang Sleman, Saksi Sebut Korban Sempat Dua Kali Terjatuh

29 October 2026

Popular Story

Gempa Bumi Bermagnitudo 3.7 Guncang Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
Nasional

Gempa Bumi M 3,7 Guncang 35 Km Timur Laut Labuan Bajo

by Dwina
25 October 2026
0

Headline.co.id ~ Gempa bumi bermagnitudo 3,7 mengguncang wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara...

Read moreDetails

SI-MUDAH Sajikan Data Pendidikan Muadalah dan PDF Real-Time

Kemenag Integrasikan Sistem Keuangan dan BMN Berbasis Digital

Kemen PPPA dan IBI Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Polda Kepri dan Interpol Perkuat Operasi Cegah Penyelundupan Kimia

MTMP Seluma Latih 70 Perempuan Urus Jenazah

Deteksi Dini Kanker Payudara, DPPPA Dumai Dorong Perempuan Kenali Perubahan

Satlantas Majene Gencarkan Patroli Knalpot Brong

Polisi Amankan 10 Terduga Pelaku Pembacokan di Mataram

Menko Polkam Tekankan Pendekatan Humanis di Papua Tengah

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.