Headline.co.id, Bandung ~ Polrestabes Bandung menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Taman Tegallega, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, terutama aksi unjuk rasa yang dapat berkembang menjadi anarkis. Simulasi ini melibatkan Polrestabes Bandung, Polres Bandung, Polres Cimahi, dan Polres Sumedang.
Dalam simulasi tersebut, skenario yang diperagakan melibatkan pengamanan sejumlah objek vital di Kota Bandung, seperti Gedung Sate dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat. Skenario dimulai dengan aksi unjuk rasa yang kemudian berkembang menjadi aksi anarkis, di mana massa berusaha menyerbu objek vital tersebut. Untuk mengendalikan situasi, polisi menggunakan kendaraan water cannon dan menambah personel untuk mengamankan lokasi.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi, menjelaskan bahwa latihan ini juga merupakan sarana bagi personel untuk mengasah kemampuan menghadapi berbagai situasi di lapangan. “Di medan latihan inilah personel diberikan penyegaran posisi dan tindakan yang terukur sesuai amanat undang-undang,” ujar Dedi. Dengan latihan ini, diharapkan personel dapat memahami tugas dan langkah yang harus diambil dalam situasi kontinjensi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Simulasi ini juga melibatkan pengerahan personel Brimob untuk memperkuat pengamanan ketika aksi anarkis semakin meluas. Setelah tindakan sesuai prosedur dilakukan, personel berhasil mengendalikan situasi dan massa berhasil dipukul mundur, sehingga kondisi kembali aman. Latihan ini diharapkan dapat mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban di wilayah Bandung Raya.
















