Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Prabowo Subianto menyiapkan kapal induk Giuseppe Garibaldi sebagai salah satu aset pendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Indonesia. Kapal yang didatangkan dari Italia itu direncanakan direkondisi agar dapat menampung hingga 10 helikopter kelas menengah sekaligus mendukung pengoperasian drone untuk penanganan bencana. Rencana tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat penanganan bencana pada Senin (7/9/2026) sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan sebelum kebakaran meluas.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan kapal induk tersebut nantinya dapat menjadi basis bagi helikopter yang memiliki kemampuan membawa air dalam jumlah besar untuk operasi pemadaman. Kehadiran armada udara yang ditempatkan lebih dekat dengan lokasi karhutla diharapkan mempercepat respons ketika titik kebakaran muncul.
Presiden Prabowo Subianto juga menekankan bahwa penanganan karhutla tidak cukup dilakukan setelah kejadian berlangsung. Pemerintah, menurutnya, harus menyiapkan peralatan, armada dan teknologi mitigasi jauh sebelum terjadi kebakaran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Garibaldi Akan Diubah Jadi Kapal Induk Helikopter dan Drone
Prabowo mengatakan Giuseppe Garibaldi akan menjalani proses rekondisi agar dapat digunakan untuk mendukung operasi helikopter dan drone.
“(Kapal induk) Itu kita akan refurbish, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone. Dan itu kemampuannya tuh bisa menampung 10 helikopter kelas menengah, medium helikopter, 10,” ujar Prabowo.
Dengan kapasitas tersebut, kapal dapat menjadi salah satu basis operasional bagi armada udara yang digunakan dalam penanganan bencana.
Helikopter yang nantinya ditempatkan di kapal itu disebut dapat membawa sekitar empat hingga lima ton air untuk membantu operasi pemadaman dari udara.
Pemanfaatan kapal induk tersebut menjadi bagian dari rencana pemerintah memperbesar kapasitas penanganan karhutla, terutama melalui dukungan armada yang dapat bergerak mendekati daerah yang membutuhkan bantuan.
Sepuluh Helikopter Diharapkan Dekat dengan Titik Karhutla
Prabowo berharap keberadaan hingga 10 helikopter kelas menengah dalam satu kapal dapat meningkatkan kecepatan respons terhadap kebakaran.
Dengan armada yang disiagakan lebih dekat dengan kawasan terdampak, helikopter dapat lebih cepat dikerahkan untuk melakukan water bombing ketika kebakaran membutuhkan penanganan dari udara.
Pemerintah juga berencana menambah jumlah helikopter untuk meningkatkan kapasitas operasi pemadaman.
“Berarti lebih banyak helikopter lebih baik. Lebih banyak pompa air lebih baik. Lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian,” ujar Prabowo.
Arahan itu menegaskan bahwa kapal induk bukan satu-satunya sarana yang disiapkan. Pemerintah juga diarahkan memperkuat berbagai peralatan penanganan kebakaran baik dalam skala besar maupun lokal.
Drone Pengangkut Air Ikut Disiapkan
Selain menjadi basis helikopter, Giuseppe Garibaldi juga direncanakan mendukung penggunaan drone.
Prabowo meminta pemerintah menyiapkan drone berukuran besar yang memiliki kemampuan membawa dan menjatuhkan air ke titik kebakaran.
“Dan selanjutnya kita harus mengadakan drone-drone yang bisa melempar air,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, terdapat drone berkapasitas besar yang dapat mengangkut hingga sekitar 50 kilogram air.
“Ada drone yang cukup besar ya, sampai bisa mengangkut dan melempar, men-drop 50 kilo air,” ujarnya.
Jika 10 drone berkapasitas masing-masing 50 kilogram digunakan secara bersamaan, jumlah air yang dapat dibawa mencapai sekitar 500 kilogram atau setengah ton dalam satu operasi.
Teknologi tersebut diproyeksikan menjadi tambahan sarana untuk membantu penanganan kebakaran, terutama pada lokasi yang memerlukan tindakan cepat.
Pesawat Modifikasi Cuaca Juga Akan Ditambah
Strategi penguatan penanganan karhutla tidak berhenti pada helikopter dan drone.
Prabowo turut meminta lebih banyak pesawat dialokasikan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca.
“Kemudian kita nanti harus alokasikan lebih banyak pesawat-pesawat untuk cuaca, untuk modifikasi cuaca,” ujar Prabowo.
Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN juga mendapat arahan untuk melakukan kajian terhadap bahan yang paling efisien digunakan dalam operasi tersebut.
“Kemudian BRIN harus mengkaji zat-zat apa yang paling efisien untuk mempercepat modifikasi cuaca,” kata Prabowo.
Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat mitigasi agar penanganan tidak hanya bergantung pada pemadaman ketika api sudah berkembang.
Pompa Air dan Peralatan Lokal Diperkuat
Selain menambah sarana berteknologi tinggi, pemerintah juga diarahkan memperbanyak peralatan pemadaman yang dapat digunakan langsung di tingkat lokal.
Pompa air, ekskavator dan peralatan lainnya dinilai perlu tersedia di daerah rawan kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sejak api masih dalam skala kecil.
Prabowo menilai kesiapan peralatan yang lebih banyak akan memperbesar kemampuan pemerintah dalam menghadapi karhutla.
Menurutnya, evaluasi terhadap penanganan kebakaran sebelumnya menunjukkan respons pemerintah sudah cukup masif, tetapi masih ditemukan keterlambatan di sejumlah tempat.
“Saya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif. Walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,” ujar Prabowo.
Anggaran Mitigasi Bencana Diminta Diperkuat
Pengadaan armada tambahan juga membutuhkan dukungan anggaran.
Prabowo meminta agar kebutuhan mitigasi dan penanganan bencana diperhitungkan lebih besar dalam perencanaan pemerintah.
“Saya minta pemikiran kita dalam perencanaan ya, kita gunakan prinsip ya, lebih baik lebih daripada kurang,” kata Prabowo.
Ia meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy terkait kebutuhan tersebut.
Penguatan anggaran tersebut mencakup penambahan sarana mitigasi dan penanganan bencana, termasuk helikopter water bombing serta peralatan pendukung lainnya.
Prabowo Tekankan Persiapan Sebelum Kebakaran Terjadi
Rencana penggunaan Giuseppe Garibaldi menunjukkan pemerintah ingin membangun sistem penanganan karhutla yang didukung oleh berbagai jenis peralatan.
Kapal induk diproyeksikan menjadi basis helikopter dan drone, sementara pesawat modifikasi cuaca, pompa air dan alat berat memperkuat penanganan dari berbagai sisi.
Prabowo menegaskan seluruh kebutuhan tersebut harus disiapkan lebih awal sehingga pemerintah tidak baru bergerak ketika kebakaran telah berkembang luas.
“Jadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,” tegas Prabowo.




















