Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah menyiapkan drone berkapasitas besar yang mampu membawa dan menjatuhkan air untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Teknologi tersebut disebut dapat mengangkut hingga 50 kilogram air dalam satu kali operasi dan diarahkan untuk memperkuat penanganan pada titik kebakaran yang membutuhkan respons cepat. Arahan itu disampaikan Prabowo dalam rapat penanganan bencana pada Senin (7/9/2026).
Presiden Prabowo Subianto menilai pemanfaatan drone dapat menjadi tambahan kekuatan dalam sistem mitigasi karhutla, terutama jika perangkat tersebut ditempatkan dekat kawasan rawan kebakaran. Penggunaan drone dirancang melengkapi helikopter water bombing, pesawat modifikasi cuaca, pompa air, serta peralatan pemadaman lain yang juga akan diperkuat pemerintah.
Presiden Prabowo Subianto menekankan pengadaan teknologi tersebut harus menjadi bagian dari kesiapsiagaan sebelum kebakaran meluas. Pemerintah, menurutnya, perlu memiliki sarana yang cukup sejak awal sehingga penanganan tidak terlambat ketika kebakaran terjadi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Drone Bisa Membawa 50 Kilogram Air
Prabowo secara khusus menyoroti perkembangan teknologi drone berukuran besar yang dapat digunakan untuk membawa air.
“Dan selanjutnya kita harus mengadakan drone-drone yang bisa melempar air,” ujar Prabowo.
Menurut Presiden, terdapat drone dengan kapasitas angkut cukup besar yang dapat membawa sekitar 50 kilogram air untuk kemudian dijatuhkan ke titik kebakaran.
“Ada drone yang cukup besar ya, sampai bisa mengangkut dan melempar, men-drop 50 kilo air,” kata Prabowo.
Kapasitas tersebut membuka peluang penggunaan drone sebagai sarana tambahan untuk melakukan pemadaman secara lebih terarah pada lokasi yang sulit atau membutuhkan respons awal.
Sepuluh Drone Bisa Membawa Setengah Ton Air
Prabowo juga menggambarkan potensi penggunaan drone dalam jumlah lebih banyak.
Jika satu drone mampu membawa sekitar 50 kilogram air, maka 10 unit yang diterbangkan dalam satu operasi dapat membawa total sekitar 500 kilogram atau setengah ton air.
Kapasitas tersebut menunjukkan penggunaan beberapa drone secara bersamaan dapat memperbesar jumlah air yang dikirim menuju titik kebakaran.
“Tapi memang kalau ada di tempat terdepan ini akan sangat,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut menunjukkan drone terutama diproyeksikan sebagai alat pendukung di garis depan penanganan karhutla, dengan penempatan sedekat mungkin dengan kawasan yang berisiko mengalami kebakaran.
Drone Melengkapi Helikopter Water Bombing
Pengadaan drone tidak dimaksudkan menjadi satu-satunya instrumen pemadaman dari udara.
Prabowo juga meminta pemerintah menambah jumlah helikopter water bombing sehingga kapasitas pengiriman air ke lokasi kebakaran dapat diperbesar.
“Berarti lebih banyak helikopter lebih baik. Lebih banyak pompa air lebih baik. Lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian,” ujar Prabowo.
Helikopter tetap memiliki peran penting karena dapat membawa air dalam jumlah lebih besar. Sementara itu, drone dapat digunakan sebagai tambahan sarana untuk menjangkau dan membantu pemadaman pada titik tertentu.
Kombinasi berbagai jenis peralatan tersebut diarahkan untuk memperkuat respons terhadap karhutla sejak api masih dapat dikendalikan.
Kapal Induk Garibaldi Akan Dukung Operasi Drone
Rencana penggunaan drone juga berkaitan dengan pemanfaatan kapal induk Giuseppe Garibaldi yang didatangkan dari Italia.
Prabowo mengatakan kapal tersebut akan direkondisi sehingga dapat difungsikan sebagai kapal induk helikopter sekaligus drone dalam mendukung operasi penanganan bencana.
“(Kapal induk) Itu kita akan refurbish, kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone. Dan itu kemampuannya tuh bisa menampung 10 helikopter kelas menengah, medium helikopter, 10,” ujar Prabowo.
Kapal itu nantinya dapat menampung hingga 10 helikopter kelas menengah. Helikopter tersebut disebut mampu membawa sekitar empat hingga lima ton air untuk operasi pemadaman.
Dengan konsep tersebut, drone dan helikopter dapat menjadi bagian dari dukungan udara yang ditempatkan lebih dekat dengan kawasan yang membutuhkan penanganan.
Pesawat Modifikasi Cuaca Juga Diperbanyak
Selain penggunaan drone dan helikopter, pemerintah akan memperkuat armada pesawat untuk operasi modifikasi cuaca.
“Kemudian kita nanti harus alokasikan lebih banyak pesawat-pesawat untuk cuaca, untuk modifikasi cuaca,” kata Prabowo.
Presiden juga meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN melakukan kajian terhadap bahan atau zat yang paling efisien digunakan untuk mendukung kegiatan tersebut.
“Kemudian BRIN harus mengkaji zat-zat apa yang paling efisien untuk mempercepat modifikasi cuaca,” ujarnya.
Dengan demikian, strategi pemerintah mencakup pemadaman langsung menggunakan air sekaligus penguatan operasi modifikasi cuaca.
Peralatan Pemadam Didekatkan ke Daerah Rawan
Prabowo tidak hanya mengandalkan teknologi udara.
Pemerintah juga diminta memperbanyak pompa air, ekskavator serta peralatan pemadaman lain yang dapat ditempatkan secara permanen di kawasan rawan karhutla.
Ketersediaan alat lebih dekat dengan lokasi rawan ditujukan agar penanganan dapat dilakukan sejak kebakaran masih berada dalam tahap awal.
Prabowo sebelumnya menilai respons pemerintah terhadap karhutla telah berlangsung cukup masif, meski masih terdapat keterlambatan dalam beberapa operasi.
“Saya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif. Walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,” kata Prabowo.
Penguatan Anggaran Jadi Bagian Strategi
Pengadaan drone, helikopter, pesawat serta peralatan pemadaman lainnya juga membutuhkan dukungan perencanaan dan anggaran.
Prabowo meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy terkait kebutuhan tambahan aset mitigasi bencana.
Prabowo menekankan pemerintah sebaiknya memiliki kapasitas yang lebih besar daripada menghadapi kekurangan ketika bencana terjadi.
“Saya minta pemikiran kita dalam perencanaan ya, kita gunakan prinsip ya, lebih baik lebih daripada kurang,” ujar Prabowo.
Drone Jadi Bagian Mitigasi Sebelum Karhutla Meluas
Pemanfaatan drone water bombing menjadi bagian dari perubahan pendekatan pemerintah dalam menangani karhutla.
Teknologi tersebut dipersiapkan bersama helikopter, kapal induk, pesawat modifikasi cuaca, pompa air dan peralatan lainnya agar respons dapat dilakukan lebih cepat.
Prabowo menegaskan seluruh sarana tersebut harus tersedia sebelum kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
“Jadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi, jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,” tegas Prabowo.





















