Headline.co.id, Jakarta ~ Universitas Tompotika (Untika) Luwuk mengadakan diskusi mengenai mitigasi gempa bumi dengan memanfaatkan kearifan lokal. Acara ini berlangsung pada Minggu, 6 September 2026, dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Diskusi ini bertujuan untuk menemukan solusi yang efektif dalam menghadapi potensi gempa bumi di wilayah tersebut.
Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas pentingnya mengintegrasikan pengetahuan lokal dengan teknologi modern untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Salah satu poin utama yang diangkat adalah bagaimana masyarakat lokal dapat berperan aktif dalam upaya mitigasi melalui pemahaman tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. “Kearifan lokal harus menjadi bagian dari strategi mitigasi kita,” ujar salah satu akademisi yang hadir.
Selain itu, diskusi juga menyoroti perlunya kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam merancang kebijakan yang responsif terhadap bencana. Pemerintah daerah diharapkan dapat mendukung inisiatif ini dengan menyediakan fasilitas dan sumber daya yang memadai. Langkah ini dianggap penting untuk memastikan bahwa strategi mitigasi dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai tindak lanjut, Untika Luwuk berencana untuk mengadakan pelatihan dan workshop yang melibatkan masyarakat lokal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat, serta mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.

















