Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini: Warga Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer

Saddam by Saddam
35 minutes ago
in Bencana
Reading Time: 7 mins read
410 13
A A
0
Level III atau Siaga dengan aktivitas vulkanik

Level III atau Siaga dengan aktivitas vulkanik (Dok TribrataNews)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Lampung Selatan ~ Kondisi Anak Gunung Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga dengan aktivitas vulkanik yang dinilai masih tinggi. Masyarakat, nelayan, dan wisatawan diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau serta tetap berada di luar radius 3 kilometer dari pusat aktivitas vulkanik. Imbauan tersebut menjadi bagian dari langkah keselamatan menyusul erupsi yang berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026, dan berdampak ke sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda.

Contents

    • 0.1. Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini, Enam Bandara Ditutup dan Ribuan Penerbangan Terdampak
    • 0.2. Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini: Status Siaga, Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan hingga PJJ
  • 1. Anak Gunung Krakatau Masih Level III Siaga
  • 2. Nelayan dan Wisatawan Diminta Tidak Mendekati Gunung
  • 3. Warga Pulau Sebesi Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
  • 4. Abu Vulkanik Berdampak hingga Sejumlah Wilayah
  • 5. Masyarakat Diminta Gunakan Masker
  • 6. BNPB Pantau Daerah Terdampak
  • 7. Sirene dan Tempat Evakuasi Turut Dicek
  • 8. Masker Didistribusikan ke Masyarakat
  • 9. Transportasi Laut Masih Beroperasi
  • 10. BNPB Ingatkan Warga Tidak Terpengaruh Informasi Keliru
  • 11. Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Kondisi Anak Gunung Krakatau saat ini terus dipantau oleh otoritas gunung api karena dinamika aktivitas vulkanik masih berkembang. PVMBG menetapkan area di luar radius 3 kilometer sebagai zona aman berdasarkan sejumlah indikator, termasuk kondisi morfologi dan jangkauan material vulkanik yang dapat dilontarkan dari puncak gunung.

You might also like

Status Siaga, Abu Capai Jakarta hingga Lampung

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini, Enam Bandara Ditutup dan Ribuan Penerbangan Terdampak

7 September 2026
Anak Gunung Krakatau Saat Ini Status Siaga

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini: Status Siaga, Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan hingga PJJ

7 September 2026

Dampak kondisi Anak Gunung Krakatau saat ini juga dirasakan masyarakat di kawasan sekitar Selat Sunda, termasuk Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan. Warga yang beraktivitas di laut diminta meningkatkan kewaspadaan, sementara masyarakat di wilayah yang terpapar abu vulkanik dianjurkan menggunakan masker dan mengikuti informasi resmi pemerintah.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Anak Gunung Krakatau Masih Level III Siaga

Status aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga. Otoritas gunung api melalui PVMBG masih melakukan pemantauan penuh dan mengevaluasi perkembangan aktivitas vulkanik secara berkelanjutan.

Aktivitas tersebut menjadi perhatian karena erupsi yang terjadi sejak 4 September menghasilkan gemuruh, getaran, serta material vulkanik yang menyebar ke sejumlah wilayah.

Dalam kondisi tersebut, zona aman ditetapkan berada di luar radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Penetapan zona tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator vulkanik, termasuk perubahan morfologi serta potensi jangkauan material yang dapat terlontar dari kawasan puncak.

Masyarakat diminta tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya selama aktivitas vulkanik masih tinggi.

Nelayan dan Wisatawan Diminta Tidak Mendekati Gunung

Kewaspadaan terutama ditujukan kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di perairan Selat Sunda.

Nelayan maupun wisatawan diminta tidak mengambil risiko dengan mendekati gugusan Gunung Anak Krakatau. Kondisi vulkanik yang masih berlangsung berpotensi memberikan dampak terhadap perairan maupun udara di kawasan sekitar.

Imbauan tersebut juga disampaikan kepada masyarakat Pulau Sebesi di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Pulau Sebesi menjadi salah satu kawasan berpenghuni yang berada relatif dekat dengan Gunung Anak Krakatau sehingga masyarakat setempat diminta terus mengikuti perkembangan informasi keselamatan.

Bhabinkamtibmas Desa Tejang, Pulau Sebesi, Aipda Deni Meydinistira menyambangi warga pada Minggu, 6 September 2026, sekaligus membagikan masker.

Dalam kunjungan tersebut, Deni berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Diharapkan masker ini bisa berguna bagi saudara-saudara kita. Ini langsung kita antar melalui jalur laut dan di sana akan diterima oleh masyarakat,” ujar Deni.

Warga Pulau Sebesi Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Selain membagikan masker, petugas memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat, khususnya mereka yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada kawasan laut.

Nelayan diingatkan agar tidak mendekati gugusan Gunung Anak Krakatau dan terus memperhatikan kondisi perairan sebelum melakukan aktivitas.

Wisatawan yang berada di sekitar Pulau Sebesi juga diminta menaati arahan petugas dan tidak mencoba memasuki kawasan berbahaya.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi sarana penyampaian informasi mengenai potensi bahaya di lingkungan sekitar.

Warga turut diingatkan menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat selama kondisi udara masih berpotensi terdampak abu vulkanik.

Abu Vulkanik Berdampak hingga Sejumlah Wilayah

Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya memberikan dampak terhadap wilayah yang berada dekat dengan pusat erupsi.

Sebaran abu vulkanik tercatat mencapai Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga sebagian wilayah lainnya.

BMKG mencatat terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik berdasarkan pemantauan pada pukul 04.00 WIB.

Klaster pertama bergerak menuju arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat serta wilayah perairan sekitarnya dengan ketinggian mencapai sekitar 20.000 kaki.

Sementara itu, klaster kedua bergerak menuju barat daya hingga barat laut dengan ketinggian hingga 50.000 kaki.

Sebarannya mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Masyarakat Diminta Gunakan Masker

Sebaran abu vulkanik membuat perlindungan kesehatan masyarakat menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik.

Paparan abu dapat memengaruhi saluran pernapasan, mata, hingga kulit.

“Pada wilayah yang terpapar abu vulkanik, untuk menjaga kesehatan pernafasan, lakukan kegiatan di dalam rumah. Apabila beraktivitas di luar rumah, pastikan menggunakan masker,” ujar Budi Gunadi.

Masyarakat juga dianjurkan menggunakan kacamata ketika berada di luar ruangan dan segera membersihkan diri setelah selesai beraktivitas.

Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan kesiapsiagaan puskesmas di wilayah terdampak untuk menghadapi kemungkinan munculnya keluhan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Langkah antisipasi lainnya adalah kesiapan pos komando kesehatan atau Health Emergency Operation Centre.

BNPB Pantau Daerah Terdampak

Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memantau dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan komunikasi dilakukan secara intensif bersama BPBD di wilayah yang terpapar abu vulkanik.

“Kami telah melakukan video conference secara intensif untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat terdampak erupsi,” ujar Suharyanto.

BNPB juga mengirim personel menuju sejumlah wilayah terdampak guna melakukan pemantauan langsung.

Berdasarkan pantauan BNPB, tiga kabupaten dilaporkan terdampak aktivitas vulkanik, yakni Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Pandeglang.

Sirene dan Tempat Evakuasi Turut Dicek

Selain memantau kondisi masyarakat, BNPB meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan perkembangan aktivitas vulkanik.

Kesiapsiagaan tersebut mencakup pemeriksaan perangkat dan fasilitas pendukung mitigasi bencana.

BNPB meminta keberfungsian sirene peringatan dipastikan dalam kondisi baik. Pemerintah daerah juga diminta memastikan kesiapan tempat evakuasi dan rencana kontinjensi.

Ketersediaan logistik, termasuk stok makanan, turut menjadi bagian dari kesiapan yang harus diperhatikan oleh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

“Apabila masih dibutuhkan, bantuan dari pemerintah pusat akan kami dorong,” kata Suharyanto.

Menurut BNPB, hingga saat ini belum ada pemerintah daerah terdampak yang menetapkan status kedaruratan bencana.

Masker Didistribusikan ke Masyarakat

BNPB juga mendistribusikan kebutuhan logistik dasar kepada masyarakat di daerah yang terpapar abu vulkanik.

Masker menjadi salah satu kebutuhan yang disalurkan untuk membantu masyarakat mengurangi paparan abu.

Langkah serupa dilakukan Polres Lampung Selatan melalui Bhabinkamtibmas di Pulau Sebesi.

Distribusi masker dilakukan langsung melalui jalur laut agar perlindungan dapat diterima masyarakat yang berada relatif dekat dengan kawasan Gunung Anak Krakatau.

Warga diimbau tetap menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah selama kondisi udara masih terdampak material vulkanik.

Transportasi Laut Masih Beroperasi

Di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, transportasi laut melalui Selat Sunda masih dapat berjalan.

Kementerian Perhubungan menyatakan sebaran abu vulkanik tidak memberikan dampak sebesar yang terjadi pada sektor penerbangan.

Meski penyeberangan tetap berlangsung, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian.

Otoritas pelabuhan diminta terus memantau kondisi dan memperbarui informasi berkaitan dengan keamanan serta keselamatan perjalanan laut.

“Masker untuk menjaga kondisi penumpang kapal laut. Untuk penyeberangan tidak terlalu berdampak namun kondisi terkait keamanan dan keselamatan harus diperhatikan,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Masyarakat yang menggunakan layanan penyeberangan juga diminta mengikuti arahan petugas dan memperhatikan perkembangan situasi.

BNPB Ingatkan Warga Tidak Terpengaruh Informasi Keliru

Selain ancaman langsung dari aktivitas vulkanik, pemerintah turut mengingatkan masyarakat terhadap penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

BNPB meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi maupun misinformasi yang dapat memicu kepanikan.

Informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau sebaiknya diperoleh dari instansi pemerintah yang memiliki kewenangan.

Masyarakat dapat mengikuti perkembangan melalui BNPB, PVMBG, BMKG, BPBD, serta pemerintah daerah setempat.

Informasi resmi menjadi penting karena kondisi aktivitas vulkanik dapat mengalami perubahan dan membutuhkan pembaruan berdasarkan pemantauan otoritas terkait.

Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Dengan status Anak Gunung Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga, masyarakat di sekitar Selat Sunda diminta mempertahankan kewaspadaan.

Larangan mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat, nelayan maupun wisatawan.

Warga di kawasan terdampak abu juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, menjaga kesehatan, serta mengikuti arahan petugas.

Sementara itu, pemerintah melalui BNPB, PVMBG, BMKG, BPBD dan instansi lainnya terus melakukan pemantauan serta koordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.

Selama aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih tinggi, masyarakat diharapkan tidak mengambil risiko dengan memasuki zona bahaya dan hanya menggunakan informasi resmi sebagai dasar dalam mengambil keputusan terkait aktivitas di sekitar kawasan Selat Sunda.

Tags: BantenBengkuluBhabinkamtibmas Desa TejangKondisi Anak Gunung KrakatauLampungLevel III SiagaPulau SebesiPVMBGSelat Sunda

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

Status Siaga, Abu Capai Jakarta hingga Lampung

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini, Enam Bandara Ditutup dan Ribuan Penerbangan Terdampak

by Saddam
7 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kondisi Anak Gunung Krakatau saat ini masih berdampak serius terhadap aktivitas penerbangan setelah erupsi yang berlangsung sejak...

Anak Gunung Krakatau Saat Ini Status Siaga

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini: Status Siaga, Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan hingga PJJ

by Saddam
7 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kondisi Anak Gunung Krakatau saat ini masih menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi setelah erupsi berlangsung sejak Jumat, 4...

Ilustrasi gambar gempa

BMKG Perbarui Gempa Cianjur M4,3, Terasa hingga Bandung dan Cibubur

by Wawan
1 September 2026
0

BMKG memperbarui gempa Cianjur menjadi M4,3 dengan kedalaman 4 km. Guncangan terasa hingga Bandung dan Cibubur, belum ada gempa susulan...

Gempa Bumi Bermagnitudo 3,8 Kembali Guncang Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur

Mengapa Gempa Cianjur M4,3 Bisa Terasa hingga Jakarta?

by Lia
1 September 2026
0

Gempa Jakarta hari ini berasal dari gempa M4,3 di Cianjur berkedalaman 5 km. Simak lokasi pusat gempa, wilayah yang merasakan,...

gunung sinabung erupsi Patroli Zona Merah, Abu Capai 3.500 Meter

Gunung Sinabung Erupsi Setelah Patroli Zona Merah, Abu Capai 3.500 Meter

by Saddam
31 August 2026
0

Headline.co.di, Jakarta ~ Gunung Sinabung erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB dengan kolom abu vulkanik mencapai 3.500 meter...

Gunung Sinabung Erupsi Warga Waspadai Lahar di Aliran Sungai

Gunung Sinabung Erupsi, PVMBG Ingatkan Warga Waspadai Lahar di Aliran Sungai

by Saddam
31 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Gunung Sinabung erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB dengan kolom abu vulkanik mencapai 3.500 meter...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Kabinet Bayangan Indonesia menjadi eksperimen baru masyarakat sipil

Struktur Kabinet Bayangan Indonesia 2026, Lengkap dengan Pembagian Bidang Pengawasan

1 September 2026
Emas Anjlok: Rugi Bandar Tak Terhindarkan

Emas Antam Terjun Bebas! Rugi Bandar di Depan Mata

8 August 2024
Dinkes Gorontalo Ajak Masyarakat Kenali Gejala Kusta dan Hapus Stigma

Dinkes Gorontalo Ajak Masyarakat Kenali Gejala Kusta dan Hapus Stigma

11 July 2026
Gubernur Kalbar Dorong Inovasi Pengelolaan Keuangan Daerah untuk Manfaat Nyata

Gubernur Kalbar Dorong Inovasi Pengelolaan Keuangan Daerah untuk Manfaat Nyata

20 June 2026
Presiden Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2026 di Monas

Presiden Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh 1 Mei 2026 di Monas

1 May 2026
Pemko Banda Aceh Luncurkan Saleum untuk Permudah Pengaduan Publik

Pemko Banda Aceh Luncurkan Saleum untuk Permudah Pengaduan Publik

5 June 2026
software akuntansi terbaik

10 Software Akuntansi Terbaik untuk Bisnis yang Sedang Berkembang

19 October 2025

Artikel Terbaru

informasi fasilitas kesehatan

Mobile JKN dan PANDAWA Permudah Peserta Urus Administrasi BPJS Kesehatan

7 September 2026
Peserta JKN Manfaatkan Mobile JKN untuk Cek Kepesertaan

Cara Mobile JKN Membantu Peserta BPJS Kesehatan Akses Layanan dari Rumah

7 September 2026
Peserta JKN Bisa Cek Status Kepesertaan dari Rumah

Mobile JKN Permudah Peserta Cek Kepesertaan hingga Ambil Antrean Berobat dari HP

7 September 2026
Level III atau Siaga dengan aktivitas vulkanik

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini: Warga Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer

7 September 2026
Status Siaga, Abu Capai Jakarta hingga Lampung

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini, Enam Bandara Ditutup dan Ribuan Penerbangan Terdampak

7 September 2026
Anak Gunung Krakatau Saat Ini Status Siaga

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini: Status Siaga, Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan hingga PJJ

7 September 2026
Polri Perkuat Kesiapsiagaan Pasukan Hadapi Dampak Aktivitas Gunung Api

Polri Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Erupsi Gunung Anak Krakatau

7 September 2026

Popular Story

: Foto Ilustrasi/Istimewa
Pemerintah

Tumpeng Raksasa 6 Meter Jadi Daya Tarik Utama Grebek Tumpeng Randuagung 2026

by Dani
1 September 2026
0

Headline.co.id, Lumajang ~ Grebek Tumpeng Randuagung 2026 di Kabupaten Lumajang menghadirkan tumpeng...

Read moreDetails

Mahasiswa UGM Ciptakan Sistem Inhalasi untuk Penghantaran Obat Tuberkulosis

BMKG Temukan Dua Klaster Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Menteri Agama Salurkan Bantuan Rp3 Miliar untuk Pemulihan Pascagempa di Flores

Bupati Siak Tetap Pantau Karhutla Meski Ikuti KPPD Lemhannas

Polri dan Tim Gabungan Terapkan Teknologi Baru untuk Atasi Karhutla Gambut di Kalimantan Selatan

Alex Martins Siap Bergabung dengan Persebaya ke Lampung Setelah Pemulihan Cedera

Cuaca Besok Kepri dan Bangka Belitung 6 September 2026: Tanjung Pinang-Pangkal Pinang Berawan

Indonesia vs Australia U-20 Hari Ini: Duel Penentu Juara Grup H, Kick-off 16.00 WIB

Pemkab Buleleng Gelar Aksi Bersih Sampah Plastik di Singaraja untuk World Cleanup Day 2026

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.