Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini: Status Siaga, Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan hingga PJJ

Saddam by Saddam
40 minutes ago
in Bencana
Reading Time: 8 mins read
397 26
A A
0
Anak Gunung Krakatau Saat Ini Status Siaga

Anak Gunung Krakatau Saat Ini Status Siaga (Dok Foto Republikaonline)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Kondisi Anak Gunung Krakatau saat ini masih menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi setelah erupsi berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026, dengan status aktivitas berada pada Level III atau Siaga. Erupsi gunung yang berada di Selat Sunda tersebut menghasilkan gemuruh, getaran, dan sebaran abu vulkanik yang berdampak hingga Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Dampaknya meluas ke sektor penerbangan, kesehatan masyarakat, hingga kegiatan belajar di sejumlah daerah.

Contents

    • 0.1. Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini: Warga Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer
    • 0.2. Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini, Enam Bandara Ditutup dan Ribuan Penerbangan Terdampak
  • 1. Gunung Anak Krakatau Berstatus Level III Siaga
  • 2. Enam Bandara Masih Ditutup Akibat Abu Vulkanik
  • 3. Pemerintah Siapkan Bandara dan Transportasi Alternatif
  • 4. Abu Vulkanik Mencapai Jakarta, Banten hingga Jawa Barat
  • 5. BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
  • 6. Operasi Modifikasi Cuaca Digencarkan
  • 7. Masyarakat Diminta Lindungi Pernapasan, Mata, dan Kulit
  • 8. Sekolah Jakarta hingga Banten Terapkan PJJ
  • 9. Warga Diminta Waspada dan Mengikuti Informasi Resmi

Kondisi Anak Gunung Krakatau saat ini terus dipantau dan dievaluasi oleh otoritas terkait karena aktivitas vulkaniknya masih tinggi. PVMBG menetapkan masyarakat berada pada zona aman di luar radius 3 kilometer dari gunung berdasarkan indikator aktivitas, morfologi, dan jangkauan material vulkanik yang dilontarkan dari puncak.

You might also like

Level III atau Siaga dengan aktivitas vulkanik

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini: Warga Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer

7 September 2026
Status Siaga, Abu Capai Jakarta hingga Lampung

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini, Enam Bandara Ditutup dan Ribuan Penerbangan Terdampak

7 September 2026

Dampak kondisi Anak Gunung Krakatau saat ini juga terlihat dari penutupan sementara sejumlah bandara akibat penyebaran abu vulkanik. Hingga Senin pagi, 7 September 2026, enam bandara masih ditutup sementara, sementara pemerintah memperkuat langkah kesiapsiagaan di daerah terdampak dan meminta masyarakat mengikuti informasi resmi.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Gunung Anak Krakatau Berstatus Level III Siaga

Status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga. Menurut otoritas gunung api atau PVMBG, aktivitas vulkanik masih tinggi sehingga pemantauan penuh dan evaluasi terus dilakukan terhadap dinamika gunung tersebut.

Zona aman ditetapkan berada di luar radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Penetapan tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator aktivitas vulkanik, termasuk kondisi morfologi serta potensi jangkauan material yang dilontarkan dari puncak.

Masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda, diminta tidak mendekati gugusan Gunung Anak Krakatau.

Imbauan tersebut juga disampaikan kepada masyarakat Pulau Sebesi di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, yang menjadi salah satu kawasan berpenghuni dekat dengan Gunung Anak Krakatau.

Bhabinkamtibmas Desa Tejang, Pulau Sebesi, Aipda Deni Meydinistira, menyambangi masyarakat sekaligus membagikan masker pada 6 September 2026. Warga yang melakukan kegiatan di laut dan wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan.

“Diharapkan masker ini bisa berguna bagi saudara-saudara kita. Ini langsung kita antar melalui jalur laut dan di sana akan diterima oleh masyarakat,” ujar Deni.

Masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika berada di luar rumah saat udara terdampak abu vulkanik, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang.

Enam Bandara Masih Ditutup Akibat Abu Vulkanik

Erupsi Gunung Anak Krakatau memberikan dampak besar terhadap sektor penerbangan. Kementerian Perhubungan menyebut delapan bandara sempat terdampak akibat sebaran abu vulkanik.

Hingga Senin pagi, enam bandara masih ditutup sementara dan masa penutupan kembali diperpanjang.

“Penutupan bandara diperpanjang sampai dengan jam 09.00 WIB,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa saat dihubungi, Senin, 7 September 2026.

Enam bandara yang masih terdampak terdiri atas Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug, dan Pondok Cabe.

Bandara Soekarno-Hatta ditutup mulai pukul 23.20 hingga 08.59 WIB, Halim Perdanakusuma pukul 23.26 hingga 08.59 WIB, Radin Inten II pukul 23.23 hingga 08.59 WIB, Husein Sastranegara pukul 23.31 hingga 08.59 WIB, Budiarto Curug pukul 23.29 hingga 08.59 WIB, serta Pondok Cabe pukul 23.36 hingga 08.59 WIB.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya menyebut sedikitnya 1.558 penerbangan mengalami penundaan dan sekitar 170.000 penumpang terdampak.

Kementerian Perhubungan menegaskan maskapai tetap memiliki kewajiban memenuhi hak penumpang, termasuk memberikan informasi mengenai perubahan status penerbangan serta pilihan penanganan sesuai ketentuan.

“Kementerian Perhubungan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Pihak maskapai tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi tidak memungkinkan,” kata Dudy.

Pemerintah Siapkan Bandara dan Transportasi Alternatif

Untuk mengurangi dampak penutupan bandara, pemerintah menyiapkan sejumlah bandara alternatif, antara lain Bandara Kertajati, Bandara Juanda, Bandara Internasional Yogyakarta atau YIA, serta bandara di Semarang dan Solo.

Penumpang yang penerbangannya dipindahkan menuju bandara alternatif juga akan mendapatkan transportasi darat lanjutan berupa bus atau kereta api.

“Transportasi alternatif gratis. Bandara mana yang mau digunakan, InJourney akan menyediakan, dengan berkoordinasi bersama Angkasa Pura dan airlines. Penumpang akan diinfo oleh airlines jika airlines mau take off landing di bandara alternatif,” ujar Dudy.

Kementerian Perhubungan bersama otoritas bandara dan BMKG terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik. Pemutakhiran kondisi penerbangan dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan aspek keselamatan.

Berbeda dengan transportasi udara, penyeberangan laut di Selat Sunda masih dapat dilakukan. Meski demikian, otoritas pelabuhan diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan terus memperbarui informasi keselamatan.

Abu Vulkanik Mencapai Jakarta, Banten hingga Jawa Barat

BMKG mencatat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah mencapai sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu.

Berdasarkan pemantauan pukul 04.00 WIB, terdapat dua klaster utama penyebaran abu vulkanik.

Klaster pertama bergerak menuju timur laut hingga selatan dengan cakupan sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya hingga ketinggian sekitar 20.000 kaki.

Klaster kedua bergerak ke arah barat daya hingga barat laut dengan ketinggian hingga 50.000 kaki. Sebarannya mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, dan Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, serta Banten.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan guna membatasi paparan abu vulkanik.

“Kami memahami kekhawatiran warga. Langkah terpenting saat ini adalah mengurangi paparan dan melindungi keluarga, terutama anak-anak, lansia, dan anggota keluarga yang memiliki gangguan pernapasan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi, Minggu, 6 September 2026.

BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB telah mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah di wilayah yang terpapar abu vulkanik.

“Kami telah melakukan video conference secara intensif untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat terdampak erupsi,” ujarnya.

BNPB juga mengirimkan personel menuju sejumlah wilayah terdampak untuk memantau kondisi masyarakat secara langsung.

Kesiapan perangkat penanggulangan bencana turut menjadi perhatian, termasuk keberfungsian sirene peringatan, lokasi evakuasi, rencana kontinjensi serta ketersediaan stok makanan di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

“Apabila masih dibutuhkan, bantuan dari pemerintah pusat akan kami dorong,” tutur Suharyanto.

Menurut BNPB, sejauh ini belum ada pemerintah daerah terdampak yang menetapkan status kedaruratan bencana.

Operasi Modifikasi Cuaca Digencarkan

BNPB juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca atau OMC untuk membantu meluruhkan abu vulkanik yang tersebar di sejumlah wilayah.

Pesawat untuk pelaksanaan operasi tersebut telah disiapkan di Pondok Cabe. Pelaksanaannya dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keamanan karena sejumlah bandara masih terdampak abu vulkanik.

“Untuk supaya kondisinya lebih kondusif terutama di DKI Jakarta, tentu saja rekan-rekan media merasa saat ini sudah banyak abu vulkanik di sekitar pemukiman kita, hari ini juga kita laksanakan operasi modifikasi cuaca,” kata Suharyanto dalam konferensi pers daring, Minggu, 6 September 2026.

Selain penyemaian awan, BNPB menyiapkan teknik water mist yang diharapkan dapat membantu menurunkan partikel abu di wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung.

BNPB juga telah mendistribusikan kebutuhan logistik dasar, termasuk masker, kepada masyarakat di daerah terdampak.

Masyarakat Diminta Lindungi Pernapasan, Mata, dan Kulit

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak panik, tetapi meningkatkan perlindungan terhadap kemungkinan paparan abu vulkanik.

Paparan abu dapat berdampak terhadap sistem pernapasan, mata, dan kulit. Masyarakat disarankan mengurangi kegiatan di luar rumah, mengenakan masker dan kacamata ketika keluar rumah, serta segera membersihkan diri setelah selesai beraktivitas.

“Pada wilayah yang terpapar abu vulkanik, untuk menjaga kesehatan pernafasan, lakukan kegiatan di dalam rumah. Apabila beraktivitas di luar rumah, pastikan menggunakan masker,” ujar Budi Gunadi.

Kementerian Kesehatan juga menginstruksikan kesiapsiagaan puskesmas di daerah terdampak untuk mengantisipasi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Langkah kesiapsiagaan lainnya termasuk pengaktifan pos komando kesehatan atau Health Emergency Operation Centre (HEOC).

Berdasarkan pantauan BNPB, tiga kabupaten dilaporkan terdampak aktivitas vulkanik, yaitu Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Pandeglang.

Sekolah Jakarta hingga Banten Terapkan PJJ

Dampak erupsi juga menjangkau sektor pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan sekolah di wilayah yang mengalami dampak berat dapat menyesuaikan kegiatan pembelajaran berdasarkan kondisi pencemaran udara.

“Di daerah-daerah yang terdampak oleh erupsi Anak Gunung Krakatau dapat dilakukan penyesuaian pembelajaran yang dilakukan dengan mengacu pada nilai indeks standar pencemaran udara di daerah-daerah yang terdampak,” kata Mu’ti dalam jumpa pers daring, Minggu, 6 September 2026.

Menurut Mu’ti, beberapa daerah yang dilaporkan terdampak cukup berat berada di Kabupaten Serang, Banten, serta Tanggamus, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan.

Keselamatan peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah menjadi pertimbangan utama dalam penerapan pembelajaran jarak jauh.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan seluruh sekolah melaksanakan PJJ mulai Senin, 7 September 2026.

“Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah. Orang tua tidak perlu panik, karena proses pembelajaran tetap berjalan,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana.

Pemprov Banten juga menerapkan PJJ bagi SMA, SMK, dan SKh negeri maupun swasta selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 September 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin mengatakan kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik serta warga sekolah.

“Seluruh satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SKh Negeri dan Swasta di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dialihkan sementara untuk melaksanakan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR) selama 3 (tiga) hari, pada Senin sampai dengan Rabu, 7 sampai dengan 9 September 2026,” kata Jamaluddin.

Kebijakan serupa juga diberlakukan di sejumlah daerah lain, termasuk Depok dan Bogor.

Warga Diminta Waspada dan Mengikuti Informasi Resmi

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai disinformasi ataupun informasi yang belum dapat diverifikasi karena berpotensi menimbulkan kepanikan.

Informasi mengenai perkembangan aktivitas vulkanik diharapkan diperoleh melalui lembaga resmi seperti BNPB, PVMBG, BMKG, dan BPBD setempat.

Bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar Selat Sunda, terutama nelayan dan wisatawan, keselamatan menjadi prioritas dengan tidak mendekati zona Gunung Anak Krakatau serta memperhatikan perkembangan kondisi udara dan perairan.

Dengan status Level III atau Siaga dan aktivitas vulkanik yang masih tinggi, pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau terus dilakukan. Pemerintah juga melanjutkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk mengantisipasi dampak lanjutan terhadap keselamatan masyarakat, kesehatan, pendidikan, serta transportasi.

Tags: BantenDKI JakartaErupsiErupsi GunungJawa BaratKondisi Anak Gunung KrakatauLampungLevel III atau SiagaPVMBGSelat Sunda

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

Level III atau Siaga dengan aktivitas vulkanik

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini: Warga Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer

by Saddam
7 September 2026
0

Headline.co.id, Lampung Selatan ~ Kondisi Anak Gunung Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga dengan aktivitas vulkanik...

Status Siaga, Abu Capai Jakarta hingga Lampung

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini, Enam Bandara Ditutup dan Ribuan Penerbangan Terdampak

by Saddam
7 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Kondisi Anak Gunung Krakatau saat ini masih berdampak serius terhadap aktivitas penerbangan setelah erupsi yang berlangsung sejak...

Ilustrasi gambar gempa

BMKG Perbarui Gempa Cianjur M4,3, Terasa hingga Bandung dan Cibubur

by Wawan
1 September 2026
0

BMKG memperbarui gempa Cianjur menjadi M4,3 dengan kedalaman 4 km. Guncangan terasa hingga Bandung dan Cibubur, belum ada gempa susulan...

Gempa Bumi Bermagnitudo 3,8 Kembali Guncang Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur

Mengapa Gempa Cianjur M4,3 Bisa Terasa hingga Jakarta?

by Lia
1 September 2026
0

Gempa Jakarta hari ini berasal dari gempa M4,3 di Cianjur berkedalaman 5 km. Simak lokasi pusat gempa, wilayah yang merasakan,...

gunung sinabung erupsi Patroli Zona Merah, Abu Capai 3.500 Meter

Gunung Sinabung Erupsi Setelah Patroli Zona Merah, Abu Capai 3.500 Meter

by Saddam
31 August 2026
0

Headline.co.di, Jakarta ~ Gunung Sinabung erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB dengan kolom abu vulkanik mencapai 3.500 meter...

Gunung Sinabung Erupsi Warga Waspadai Lahar di Aliran Sungai

Gunung Sinabung Erupsi, PVMBG Ingatkan Warga Waspadai Lahar di Aliran Sungai

by Saddam
31 August 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Gunung Sinabung erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.17 WIB dengan kolom abu vulkanik mencapai 3.500 meter...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Haedar Nashir: Wacana Polri di Bawah Kementerian Tidak Sejalan dengan Reformasi

Haedar Nashir: Wacana Polri di Bawah Kementerian Tidak Sejalan dengan Reformasi

31 January 2026
Kisah Unik Nabi Musa ketika Sakit Gigi

Sembuh dari Sakit Gigi: Kisah Unik Nabi Musa dan Tanaman Ajaib

10 December 2023
Pemkab Pinrang dan KPP Pratama Parepare Tingkatkan Kepatuhan Pajak Melalui Coretax

Pemkab Pinrang dan KPP Pratama Parepare Tingkatkan Kepatuhan Pajak Melalui Coretax

16 March 2026
BGN Gandeng Peruri untuk Transparansi IT dalam Program MBG

BGN Gandeng Peruri untuk Transparansi IT dalam Program MBG

22 April 2026
Strategi 2024 Bos Timah di Bawah Bayang-bayang Kasus Korupsi

Bos Timah Ungkap Strategi 2024 di Tengah Sorotan Kasus Korupsi

11 September 2024
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat dengan Dukungan Digital

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat dengan Dukungan Digital

13 January 2026
Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Wilayah Poso, Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Wilayah Poso, Sulawesi Tengah

20 February 2026

Artikel Terbaru

Peserta JKN Bisa Cek Status Kepesertaan dari Rumah

Mobile JKN Permudah Peserta Cek Kepesertaan hingga Ambil Antrean Berobat dari HP

7 September 2026
Level III atau Siaga dengan aktivitas vulkanik

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini: Warga Diminta Jauhi Radius 3 Kilometer

7 September 2026
Status Siaga, Abu Capai Jakarta hingga Lampung

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini, Enam Bandara Ditutup dan Ribuan Penerbangan Terdampak

7 September 2026
Anak Gunung Krakatau Saat Ini Status Siaga

Kondisi Anak Gunung Krakatau Saat Ini: Status Siaga, Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan hingga PJJ

7 September 2026
Polri Perkuat Kesiapsiagaan Pasukan Hadapi Dampak Aktivitas Gunung Api

Polri Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Erupsi Gunung Anak Krakatau

7 September 2026
Tolic Apresiasi Dukungan Bobotoh Dan Kerja Keras Pemain

PERSIB Raih Kemenangan Perdana di Super League 2026/2027 dengan Dukungan Penuh Bobotoh

7 September 2026
: Rumah Baru, Harapan Baru: Pemkab Malra Pulihkan Warga Korban Bencana Ohoirenan. Foto:Harry

Pemkab Maluku Tenggara Berikan Jaminan Hunian Layak bagi Korban Bencana

7 September 2026

Popular Story

LEMBARAN BARU VAN BASTY SOUSA MENUJU SUPER LEAGUE 2026/2027
Sepak Bola

Van Basty Sousa Dipinjamkan ke Borneo FC, Persija Siapkan Langkah Menuju Super League 2026/2027

by Fajar
2 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Persija Jakarta dan Van Basty Sousa mengambil langkah strategis...

Read moreDetails

Mendikdasmen Imbau Sekolah di Zona Erupsi Anak Krakatau Terapkan PJJ

Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu 1.000 Meter dan Status Siaga

Persib vs PSM Jadi Ujian Awal Era Igor Tolic, Maung Bandung Bawa Modal Tiga Kemenangan Beruntun

Kebakaran di TWA Ijen, Jalur Pendakian Ditutup Sementara

Polda Sumut Tangkap Perempuan Terkait Siaran Langsung Konten Pornografi di Media Sosial

Gubernur Sulawesi Tengah Ajak Masyarakat Meneladani Akhlak Rasulullah

Gubernur Kalbar Ria Norsan Ajak Kolaborasi Atasi Karhutla

Harga Minyak Tembus Sekitar 91 Dolar AS, Rupiah Indonesia Hari Ini Ikut Tertekan

Satgas Damai Cartenz Gelar Terapi Bermain untuk Dukungan Psikologis di SD Inpres Kago

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.