Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) untuk menjamin transparansi dalam penyediaan solusi Informasi dan Teknologi (IT) guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan langkah ini diambil untuk menanggapi isu viral terkait anggaran sebesar Rp1,2 triliun yang dialokasikan untuk Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) dan layanan sarana IT serta IoT.
Dadan menegaskan bahwa pemilihan mitra strategis dan realisasi anggaran pada tahun anggaran 2025 dilakukan dengan pengawasan ketat dan sesuai regulasi yang berlaku untuk menjamin keamanan data nasional. Dari pagu anggaran yang tersedia, saat ini dialokasikan untuk dua kebutuhan utama: pengembangan aplikasi SIPGN dengan nilai sekitar Rp550 miliar dan penyediaan layanan managed service perangkat IoT dengan nilai sekitar Rp199 miliar.
Menurut Dadan, status Peruri sebagai Government Technology Indonesia berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2023 menjadi alasan utama lembaga ini dipercaya mengelola transformasi digital nasional Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Untuk menjawab keraguan publik terkait mitra strategis dan prosedur penyediaan, Dadan memaparkan rekam jejak digital Peruri yang solid, termasuk posisinya sebagai satu-satunya BUMN Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital serta penyedia sistem materai elektronik.
Terkait isu teknis pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) yang dipertanyakan publik, Kepala BGN memastikan bahwa setiap tahapan administrasi tetap berjalan dalam koridor hukum. BGN berkomitmen agar sistem SIPGN dan layanan IoT ini dapat segera beroperasi maksimal untuk memastikan distribusi gizi tepat sasaran dan dapat dipantau secara real-time.






















