Headline.co.id, Padang ~ Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Padang Panjang meluncurkan program Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan (SPAB) serta mengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Siaga Bencana pada Rabu, 9 September 2026. Acara ini diadakan di lingkungan sekolah dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran bencana di kalangan siswa dan staf sekolah. Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk memperkuat budaya tanggap bencana di daerah yang rawan bencana alam.
Kepala SMAN 2 Padang Panjang, Drs. Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa pembentukan Satgas Siaga Bencana ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pengetahuan kepada siswa mengenai tindakan yang harus diambil saat terjadi bencana. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga sekolah siap dan tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana,” ujar Ahmad Fauzi. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut.
Selain itu, program SPAB yang diluncurkan bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum sekolah. Dengan adanya program ini, diharapkan siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan dan berperan aktif dalam upaya pelestarian alam. Program ini juga melibatkan berbagai kegiatan seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan kampanye hemat energi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Peluncuran SPAB dan pembentukan Satgas Siaga Bencana ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang. Kepala Dinas Pendidikan, Dr. Rina Suryani, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan kesiapsiagaan bencana di kalangan pelajar. “Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan dan bencana,” kata Rina Suryani.


















