Headline.co.id, Kotawaringin Barat ~ Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memaksimalkan penggunaan teknologi drone untuk mendeteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan efektivitas pemantauan udara di wilayah tersebut. Kepala BPBD Kobar, Ahmad Yani, menyatakan bahwa penggunaan drone dapat memberikan gambaran lebih jelas dan cepat mengenai titik-titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat.
Pemantauan udara dengan drone ini dilakukan secara rutin, terutama pada musim kemarau ketika risiko kebakaran meningkat. Ahmad Yani menjelaskan bahwa drone mampu menjangkau area yang luas dalam waktu singkat, sehingga dapat mempercepat respons penanganan karhutla. “Dengan drone, kami bisa segera mengetahui lokasi kebakaran dan mengerahkan tim ke lokasi dengan lebih efisien,” ujarnya.
Selain itu, BPBD Kobar juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan masyarakat setempat, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap informasi yang diperoleh dari pemantauan udara dapat segera ditindaklanjuti. Ahmad Yani menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mengatasi ancaman karhutla yang dapat berdampak luas pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ke depan, BPBD Kobar berencana untuk terus mengembangkan teknologi pemantauan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengoperasian drone. Pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi petugas lapangan menjadi fokus utama agar pemantauan dan penanganan karhutla dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien. Dengan langkah-langkah ini, BPBD Kobar berharap dapat meminimalkan dampak karhutla di wilayahnya.


















