Headline.co.id, Yogyakarta ~ Nama Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan dirinya beradu argumen dengan petugas saat Jogja Marathon 2026 viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi di kawasan Candi Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu (21/6/2026) itu bermula ketika ajudannya dihentikan petugas karena tidak mengenakan BIB atau nomor peserta. Di tengah ramainya perbincangan mengenai insiden tersebut, sosok Danrem 072/Pamungkas pun turut menjadi sorotan masyarakat.
Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono saat ini menjabat sebagai Komandan Resor Militer (Danrem) 072/Pamungkas. Ia resmi menduduki jabatan tersebut setelah dilantik pada 3 April 2026 menggantikan Brigjen TNI Bambang Sujarwo.
Meski namanya kini menjadi perbincangan publik akibat insiden di Jogja Marathon 2026, Brigjen Yuniar diketahui memiliki rekam jejak panjang dalam dunia militer dengan pengalaman di berbagai posisi strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Perjalanan Pendidikan Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono
Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1997 dari kecabangan Artileri Medan.
Selain menempuh pendidikan militer, ia juga melanjutkan pendidikan akademik dengan menyelesaikan program magister Ketahanan Nasional di Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam pendidikan tersebut, Yuniar meraih predikat cumlaude.
Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan TNI AD.
Karier Militer dan Jabatan Strategis
Sepanjang karier militernya, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono pernah mengemban berbagai tugas dan jabatan strategis.
Pada 2016, ia menjabat sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) 1304/Gorontalo. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2018, ia dipercaya menjadi Komandan Resimen Armed 2/Sthira Yudha.
Selain itu, Yuniar juga pernah menjabat sebagai Kasubditbinmantrolik Sdirbinum Pussenarmed.
Kariernya terus berkembang ketika dipercaya mengemban jabatan Asisten Personel (Aspers) Kasdam XV/Pattimura pada 2022.
Dua tahun berikutnya, ia menduduki posisi Kepala Staf Korem (Kasrem) 152/Baabullah Kodam XV/Pattimura.
Sebelum menjabat Danrem 072/Pamungkas, Yuniar bertugas sebagai Paban VIII/Binkumtaltibprot Spersad dengan pangkat kolonel.
Pada saat pelantikannya sebagai Danrem 072/Pamungkas, Yuniar memperoleh kenaikan pangkat menjadi brigadir jenderal.
Nama Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono kembali menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan dirinya berinteraksi dengan petugas dalam ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, ajudannya dihentikan karena tidak mengenakan nomor peserta atau BIB saat berada di lintasan lomba.
Ketika itu, Brigjen Yuniar menjelaskan kepada petugas bahwa orang yang dihentikan merupakan pengawalnya.
“Ini pengawal saya, ini pengawal saya,” ujar Brigjen Yuniar Dwi Hantono kepada petugas.
Namun petugas tetap menjalankan aturan perlombaan dan meminta ajudan tersebut keluar dari jalur lomba.
“Tidak bisa Pak,” jawab petugas.
Klarifikasi TNI AD dan Korem 072/Pamungkas
Menanggapi video yang viral tersebut, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman yang dipicu persoalan teknis di lapangan.
Menurut Donny, Brigjen Yuniar mengikuti lomba bersama istri, seorang anak, dan ajudannya. Seluruhnya telah terdaftar sebagai peserta resmi serta memiliki BIB sesuai ketentuan panitia.
“Dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas,” kata Donny.
Pihak TNI AD menyebut penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi setelah kejadian berlangsung.
“Setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung. Seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik,” ujarnya.
Keterangan serupa juga disampaikan Kapenrem 072/Pamungkas Mayor Inf Suwito yang menyebut permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Terjadi kesalahpahaman saja, sudah bertemu dan saling memaafkan,” ujar Suwito.
Selain itu, ajudan Danrem 072/Pamungkas juga telah menyampaikan permohonan maaf atas kelalaiannya karena mengikuti lomba tanpa menggunakan BIB yang terlihat oleh petugas saat pemeriksaan berlangsung.
Dengan rekam jejak pendidikan dan pengalaman panjang di lingkungan TNI AD, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono kini memimpin Korem 072/Pamungkas. Sementara terkait insiden yang viral di Jogja Marathon 2026, pihak TNI AD, Korem 072/Pamungkas, serta penyelenggara telah menyatakan persoalan tersebut merupakan kesalahpahaman teknis yang telah diselesaikan melalui komunikasi dan klarifikasi bersama.


















