Headline.co.id, Jakarta ~ Di tengah tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda beberapa wilayah di Kalimantan, operasional transportasi darat, laut, dan udara tetap berjalan normal. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam layanan transportasi tersebut.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa kabut asap akibat karhutla di beberapa wilayah, seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, mulai mereda. “Pelayanan transportasi tetap berjalan guna memastikan mobilitas masyarakat terlayani dengan baik, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan,” ujar Menhub Dudy di Jakarta pada Senin (24/8). Layanan angkutan laut, udara, dan bus terus beroperasi seperti biasa untuk melayani penumpang.
Selain itu, Kemenhub turut mendukung upaya penanggulangan karhutla dengan memfasilitasi penggunaan pesawat udara registrasi asing untuk kegiatan pemadaman dan penanganan dampak bencana. Hingga saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah memproses 35 izin khusus untuk penggunaan pesawat udara registrasi asing. Pesawat yang telah memperoleh izin ini dapat dipindahkan ke lokasi lain yang membutuhkan dukungan penanganan bencana sesuai dengan Keputusan Dirjen Perhubungan Udara nomor KP. 9 Tahun 2021.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi karhutla yang dapat berubah sewaktu-waktu, pesawat yang telah mendapatkan izin khusus dapat direposisi ke lokasi lain yang terdampak bencana. Operator hanya perlu menyampaikan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dalam waktu 1 x 24 jam terkait reposisi tersebut. Dengan langkah ini, Kemenhub berupaya memastikan bahwa penanganan bencana dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
















