Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergerak cepat memulihkan akses Jembatan Wae Dampek di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi mengguncang wilayah tersebut. Gempa yang terjadi pada tanggal 21 Agustus 2026 ini menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur jembatan, menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik di daerah tersebut.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa tim teknis telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penilaian kerusakan dan merencanakan langkah-langkah perbaikan. “Kami berkomitmen untuk segera memulihkan akses jembatan ini agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” ujar Basuki. Tim di lapangan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar.
Proses pemulihan ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu, tergantung pada tingkat kerusakan yang ditemukan. Selain perbaikan fisik, Kementerian PUPR juga akan melakukan evaluasi terhadap struktur jembatan untuk memastikan keamanannya di masa mendatang. Langkah ini penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut jika terjadi bencana serupa di kemudian hari.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kementerian PUPR juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang selama proses pemulihan berlangsung. Dengan koordinasi yang baik pemerintah pusat dan daerah, diharapkan akses jembatan dapat segera pulih, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di sekitar wilayah tersebut dapat kembali berjalan normal.


















