Headline.co.id, Jakarta ~ Polda Sumatera Selatan mengintensifkan patroli dan pengecekan di area rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mencegah munculnya titik api sejak dini. Langkah ini juga bertujuan mengantisipasi dampak kabut asap terhadap masyarakat. Patroli dilakukan di beberapa wilayah rawan, termasuk Dusun Samo Raso di Kecamatan Bayung Lencir dan Desa Pekale di Kecamatan Sungai Keruh.
Di Kecamatan Bayung Lencir, patroli dipimpin oleh Padal Aman Nusa II, AKP Jusrianto, S.H., bersama 10 personel. Mereka melakukan penyisiran di Dusun Pancoran dan sekitarnya. Sementara itu, di wilayah hukum Polsek Sungai Keruh, Aipda Ulul Azmi, S.H., memimpin tujuh personel gabungan, termasuk lima personel BKO Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumsel dan dua personel Polsek Sungai Keruh. Tim ini juga memberikan sosialisasi kepada warga Desa Pekale tentang pencegahan karhutla.
Operasi Aman Nusa II menekankan langkah preventif dengan memperkuat patroli, pemantauan kondisi lahan, serta komunikasi langsung dengan masyarakat. Operasi ini melibatkan berbagai satuan, seperti Brimob, Ditsamapta, dan Polsek jajaran. Koordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat terus dilakukan untuk memperkuat pengawasan di wilayah rawan karhutla.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Direktur Samapta Polda Sumsel, Kombes Pol. Ridwan, S.I.K., bersama Dansatbrimob Polda Sumsel, Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., memantau kesiapan personel di lapangan. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa operasi ini merupakan komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan dari ancaman karhutla. Masyarakat dan korporasi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran. Operasi Aman Nusa II akan terus digelar untuk memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.
















