Headline.co.id, Jakarta ~ Komisi III DPR RI memberikan apresiasi terhadap langkah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang berkomitmen untuk mengungkap aktor utama di balik kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menekankan pentingnya penindakan yang tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga menyasar pihak-pihak yang mengendalikan dan memperoleh keuntungan dari praktik pembakaran lahan tersebut.
Habiburokhman menjelaskan bahwa para pelaku yang tertangkap di lapangan sering kali hanya berperan sebagai pekerja atau korban yang menjalankan perintah. Sementara itu, korporasi dan pemodal yang berada di balik aktivitas tersebut sering kali luput dari jerat hukum. Oleh karena itu, ia menilai bahwa pendekatan “follow the money” perlu diterapkan secara serius untuk mengungkap aliran keuntungan dan menelusuri aktor intelektual di balik karhutla. “Penanganan karhutla harus menyentuh akar persoalan,” ujar Habiburokhman dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/8/2026).
Selain mendukung langkah penindakan, Habiburokhman juga mengapresiasi upaya pencegahan yang dilakukan oleh Polri. Salah satu langkah pencegahan tersebut adalah pembangunan 1.296 embung dan 834 sekat kanal di sejumlah wilayah yang dinilai rawan karhutla. Ia menilai bahwa pembangunan infrastruktur ini menunjukkan keseriusan Polri dalam menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jajaran bergerak maksimal dalam mencegah dan menangani karhutla.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Habiburokhman menegaskan bahwa Komisi III DPR RI akan terus mengawal langkah Polri dalam menangani karhutla, baik melalui penegakan hukum terhadap pihak yang merusak lingkungan maupun penguatan langkah mitigasi secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana asap sekaligus menjaga kelestarian ekosistem lingkungan.

















