Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengidentifikasi 94 titik infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang melanda Flores. Gempa tersebut terjadi pada bulan Agustus 2026 dan menyebabkan kerusakan signifikan pada berbagai fasilitas umum di wilayah tersebut. Kementerian PUPR segera mengambil langkah untuk memperbaiki kerusakan tersebut guna memulihkan aksesibilitas dan fungsi infrastruktur yang terdampak.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim teknis untuk melakukan penilaian kerusakan dan menentukan prioritas perbaikan. “Kami berkomitmen untuk mempercepat proses rehabilitasi infrastruktur yang rusak agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal,” ujar Basuki. Proses perbaikan ini mencakup jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya yang mengalami kerusakan parah.
Dalam upaya pemulihan ini, Kementerian PUPR bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan bahwa proses perbaikan berjalan lancar dan tepat waktu. Basuki menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan dan melakukan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas dari langkah-langkah yang diambil. “Kami juga mengutamakan keselamatan dan kualitas dalam setiap tahap perbaikan,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, Kementerian PUPR juga berencana untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur di wilayah tersebut agar lebih siap menghadapi bencana di masa depan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak kerusakan jika terjadi gempa susulan atau bencana lainnya. Dengan adanya perbaikan dan peningkatan ketahanan ini, diharapkan masyarakat Flores dapat merasa lebih aman dan terlindungi.

















