HEADLINE.CO.ID, JAKARTA ~ Umat Islam di Indonesia akan memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah pada Selasa, 16 Juni 2026. Tanggal tersebut tercantum dalam Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI dan juga sejalan dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Momentum pergantian tahun Hijriah ini menjadi waktu penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri, memperbanyak ibadah, serta memperkuat komitmen dalam menjalankan ajaran agama.
Contents
- 0.1 You might also like
- 0.2 Keutamaan Bulan Muharram dalam Islam: Dalil, Amalan Sunnah, dan Keistimewaannya
- 0.3 Tata Cara Sholat Idul Adha Lengkap 2026, Mulai Niat, Jumlah Takbir hingga Amalan Sunnah
- 1 Kapan 1 Muharram 2026 Jatuh?
- 2 Kedudukan Bulan Muharram dalam Islam
- 3 Keutamaan Bulan Muharram yang Perlu Diketahui
- 4 Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram
- 5 Hal-Hal yang Perlu Dihindari di Bulan Muharram
- 6 Muharram dan Suro, Apakah Sama?
- 7 FAQ Seputar Kapan 1 Muharram 2026
- 7.1 1. Kapan 1 Muharram 2026 jatuh?
- 7.2 2. 1 Muharram 2026 memperingati apa?
- 7.3 3. Apakah 1 Muharram 2026 termasuk hari libur nasional?
- 7.4 4. Mengapa bulan Muharram disebut bulan suci?
- 7.5 5. Apa arti kata Muharram?
- 7.6 6. Apa yang dimaksud dengan Syahrullah Al-Muharram?
- 7.7 7. Apa keutamaan bulan Muharram dalam Islam?
- 7.8 8. Kapan puasa Asyura 2026 dilaksanakan?
- 7.9 9. Kapan puasa Tasu’a 2026 dilaksanakan?
- 7.10 10. Apa keutamaan puasa Asyura?
- 7.11 11. Apakah boleh hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram?
- 7.12 12. Selain puasa, amalan apa yang dianjurkan di bulan Muharram?
- 7.13 13. Muharram dan Suro apakah sama?
- 7.14 14. Mengapa bulan Suro dianggap istimewa oleh masyarakat Jawa?
- 7.15 15. Apa yang perlu dihindari selama bulan Muharram?
- 7.16 16. Mengapa Tahun Baru Islam identik dengan muhasabah?
- 7.17 17. Apakah Muharram termasuk salah satu bulan haram?
- 7.18 18. Apa makna hijrah yang dapat diterapkan pada Tahun Baru Islam?
- 7.19 19. Hari apa 1 Muharram 1448 Hijriah?
- 7.20 20. Apa tujuan memperingati Tahun Baru Islam?
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu dari empat bulan suci yang dimuliakan dalam Islam. Karena memiliki kedudukan istimewa, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan selama bulan tersebut.
Kapan 1 Muharram 2026 Jatuh?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kemenag RI, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Tanggal yang sama juga tercantum dalam Kalender Hijriah Global Tunggal sebagai awal tahun baru Islam.
Pergantian tahun Hijriah bukan sekadar perubahan penanggalan, melainkan menjadi pengingat bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri serta memperbaiki kualitas ibadah di tahun yang baru.
Kedudukan Bulan Muharram dalam Islam
Muharram dikenal sebagai salah satu bulan yang memiliki kedudukan tinggi dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36:
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri kalian sendiri di dalamnya.”
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Muharram termasuk dalam kelompok empat bulan haram atau bulan suci yang dimuliakan Allah SWT bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab.
Selain itu, Rasulullah SAW memberikan penyebutan khusus terhadap Muharram sebagai Syahrullah atau “Bulan Allah”. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa penyandaran nama Muharram kepada Allah merupakan bentuk pengagungan yang menunjukkan keistimewaan bulan tersebut.
Senada dengan itu, Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif menjelaskan bahwa kesucian Muharram merupakan ketetapan langsung dari Allah SWT.
“Penyandaran bulan Muharram kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan yang tidak dimiliki kebanyakan bulan lainnya,” tulis Ibnu Rajab sebagaimana dikutip dalam Lathaif Al-Ma’arif.
Keutamaan Bulan Muharram yang Perlu Diketahui
Muharram memiliki sejumlah keutamaan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an, hadis, dan keterangan para ulama.
Salah satu keutamaan terbesar adalah sebagai bulan terbaik untuk melaksanakan puasa sunnah setelah Ramadhan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah berpuasa di bulan Allah (Syahrullah) al-Muharram.” (HR. Muslim no. 1982).
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadis tersebut merupakan anjuran untuk memperbanyak puasa sunnah selama bulan Muharram, meskipun tidak harus dilakukan sepanjang bulan.
Keutamaan Hari Asyura
Keutamaan lainnya terdapat pada hari Asyura yang jatuh setiap tanggal 10 Muharram.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa di hari ‘Asyura, saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).
Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menerangkan bahwa penghapusan dosa melalui puasa Asyura berlaku untuk dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap memerlukan taubat yang sungguh-sungguh.
Hari Asyura juga memiliki nilai sejarah penting karena menjadi hari diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.
Dalam riwayat Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.”
Setelah itu, Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk melaksanakannya. (HR. Bukhari no. 2002).
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah selama Muharram.
1. Memperbanyak Puasa Sunnah
Amalan yang paling utama adalah memperbanyak puasa sunnah, terutama pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a) dan 10 Muharram (Asyura).
Abdullah bin Abbas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Kalau begitu tahun depan kita berpuasa di hari kesembilan.” (HR. Muslim no. 1916).
Hadis tersebut menjadi dasar anjuran puasa Tasu’a sebagai penyempurna puasa Asyura sekaligus pembeda dari tradisi puasa yang dilakukan umat Yahudi.
2. Memperbanyak Sedekah dan Menyantuni Anak Yatim
Selain puasa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah, menyantuni anak yatim, serta membantu kaum dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial.
3. Membaca Al-Qur’an dan Berdzikir
Muharram menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an melalui tilawah, tadabbur, serta memperbanyak dzikir dan doa.
4. Muhasabah dan Memperbaiki Diri
Tahun Baru Islam menjadi momentum introspeksi diri untuk memperbaiki kualitas ibadah dan kehidupan di masa mendatang.
Hal-Hal yang Perlu Dihindari di Bulan Muharram
Para ulama mengingatkan agar umat Islam tidak melakukan amalan yang tidak memiliki dasar dari Al-Qur’an dan Sunnah.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa tidak terdapat hadis sahih yang menjelaskan keutamaan khusus terkait bercelak, mandi khusus Asyura, memakai inai, maupun ritual tertentu yang diklaim memiliki keistimewaan pada hari Asyura.
Beliau menyatakan:
“Tidak ada satu pun hadits Nabi ﷺ yang sahih yang menerangkan keutamaan khusus untuk bercelak, mandi, memakai pacar (inai), bersalam-salaman, memasak bebijian, atau menampakkan keceriaan di hari ‘Asyura. Semua riwayat yang menyebut hal-hal tersebut adalah dusta dan palsu atas nama Nabi ﷺ.”
Selain itu, umat Islam juga diingatkan untuk menghindari berbagai ritual mistik, khurafat, serta keyakinan yang tidak memiliki landasan syariat.
Muharram dan Suro, Apakah Sama?
Di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, Muharram dikenal pula dengan sebutan Bulan Suro. Berdasarkan kajian yang dimuat dalam jurnal Bulan Suro dalam Perspektif Islam dan Tradisi Bulan Suro di Pulau Jawa karya Za’farullah Jamaly, istilah Suro merupakan hasil akulturasi budaya Jawa dan Islam sejak masa Kesultanan Mataram Islam.
Secara penanggalan, Muharram dan Suro merujuk pada bulan yang sama, yakni bulan pertama dalam kalender Hijriah dan kalender Jawa. Namun, tradisi yang berkembang di masyarakat sering kali memiliki nuansa budaya yang berbeda dengan tuntunan syariat Islam.
Karena itu, para ulama mengingatkan agar umat Islam tetap berpegang pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah dalam menyambut Muharram, sambil tetap menjaga tradisi yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
Bagi masyarakat yang mencari informasi tentang kapan 1 Muharram 2026, awal Tahun Baru Islam 1448 Hijriah berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia dan Kalender Hijriah Global Tunggal jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Muharram merupakan bulan suci yang memiliki banyak keutamaan, mulai dari anjuran memperbanyak puasa sunnah, sedekah, hingga muhasabah diri. Momentum tahun baru Hijriah ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana hijrah menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.
FAQ Seputar Kapan 1 Muharram 2026
1. Kapan 1 Muharram 2026 jatuh?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026.
2. 1 Muharram 2026 memperingati apa?
Tanggal 1 Muharram 2026 merupakan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, yaitu awal tahun dalam kalender Hijriah yang digunakan umat Islam di seluruh dunia.
3. Apakah 1 Muharram 2026 termasuk hari libur nasional?
Ya, pemerintah menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah atau Tahun Baru Islam yang jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 sebagai hari libur nasional.
4. Mengapa bulan Muharram disebut bulan suci?
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan suci yang dimuliakan Allah SWT. Dalam bulan ini umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
5. Apa arti kata Muharram?
Secara bahasa, Muharram berasal dari kata Arab yang berarti “diharamkan” atau “disucikan”. Nama ini menunjukkan kemuliaan dan kehormatan bulan tersebut dalam Islam.
6. Apa yang dimaksud dengan Syahrullah Al-Muharram?
Syahrullah Al-Muharram berarti “Bulan Allah”. Sebutan ini diberikan Rasulullah SAW untuk menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan Muharram dibandingkan bulan-bulan lainnya.
7. Apa keutamaan bulan Muharram dalam Islam?
Salah satu keutamaan Muharram adalah menjadi bulan terbaik untuk melaksanakan puasa sunnah setelah Ramadhan. Selain itu, Muharram merupakan bulan yang penuh keberkahan dan pahala amal saleh dilipatgandakan.
8. Kapan puasa Asyura 2026 dilaksanakan?
Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram 1448 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 25 Juni 2026.
9. Kapan puasa Tasu’a 2026 dilaksanakan?
Puasa Tasu’a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram 1448 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 24 Juni 2026.
10. Apa keutamaan puasa Asyura?
Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Asyura diharapkan dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu.
11. Apakah boleh hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram?
Boleh. Namun para ulama menjelaskan bahwa yang lebih utama adalah berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
12. Selain puasa, amalan apa yang dianjurkan di bulan Muharram?
Umat Islam dianjurkan memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, shalat sunnah, menyantuni anak yatim, mempererat silaturahmi, serta melakukan muhasabah diri.
13. Muharram dan Suro apakah sama?
Ya, Muharram dan Suro merujuk pada bulan yang sama dalam sistem penanggalan yang berbeda. Muharram adalah nama bulan pertama dalam kalender Hijriah, sedangkan Suro merupakan sebutan bulan tersebut dalam kalender Jawa.
14. Mengapa bulan Suro dianggap istimewa oleh masyarakat Jawa?
Dalam tradisi Jawa, Suro dianggap sebagai bulan sakral yang penuh makna spiritual. Namun umat Islam tetap dianjurkan berpegang pada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah dalam menjalankan amalan di bulan Muharram.
15. Apa yang perlu dihindari selama bulan Muharram?
Umat Islam dianjurkan menghindari perbuatan dosa, kemaksiatan, ritual mistik, khurafat, serta amalan-amalan yang tidak memiliki dasar dari Al-Qur’an dan Sunnah.
16. Mengapa Tahun Baru Islam identik dengan muhasabah?
Pergantian tahun Hijriah menjadi momentum untuk melakukan evaluasi diri, memperbaiki ibadah, meninggalkan kebiasaan buruk, dan memulai kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan Islam.
17. Apakah Muharram termasuk salah satu bulan haram?
Ya. Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab yang dimuliakan Allah SWT.
18. Apa makna hijrah yang dapat diterapkan pada Tahun Baru Islam?
Hijrah tidak hanya berarti berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebaikan, dari kemaksiatan menuju ketaatan, dan dari kelalaian menuju kesadaran beribadah kepada Allah SWT.
19. Hari apa 1 Muharram 1448 Hijriah?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026.
20. Apa tujuan memperingati Tahun Baru Islam?
Peringatan Tahun Baru Islam bertujuan mengingatkan umat Islam akan pentingnya hijrah, memperkuat keimanan, meningkatkan amal ibadah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.




















