Highlight Berita Niat Puasa Ayyamul Bidh Muharram 2026 Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Cek Jadwal Terbarunya:
Headline.co.id, Jakarta ~ Umat Islam mulai mencari niat puasa ayyamul bidh menjelang pelaksanaan puasa sunnah pertengahan bulan Muharram 1448 Hijriah. Pada tahun 2026, terdapat perbedaan penetapan awal Muharram antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU), sehingga jadwal pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh memiliki dua versi. Meski demikian, umat Islam tetap dapat melaksanakan ibadah sunnah ini sesuai ketetapan yang diikuti masing-masing.
Contents
- 1 Highlight Berita Niat Puasa Ayyamul Bidh Muharram 2026 Lengkap Arab, Latin dan Artinya, Cek Jadwal Terbarunya:
- 2 Dua Versi Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Muharram 2026
- 3 Niat Puasa Ayyamul Bidh Sekaligus Puasa Senin
- 4 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
- 5 Bolehkah Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Mengganti Puasa Ramadhan?
- 6 Rasulullah Menganjurkan Puasa Tiga Hari Setiap Bulan
- 7 FAQ Seputar Niat Puasa Ayyamul Bidh Muharram 2026
- 7.1 1. Apa itu Puasa Ayyamul Bidh?
- 7.2 2. Kapan jadwal Puasa Ayyamul Bidh Muharram 2026?
- 7.3 3. Bagaimana bacaan niat puasa Ayyamul Bidh?
- 7.4 4. Apakah puasa Ayyamul Bidh boleh digabung dengan puasa Senin?
- 7.5 5. Bolehkah niat puasa Ayyamul Bidh sekaligus mengganti puasa Ramadhan?
- 7.6 6. Apa keutamaan puasa Ayyamul Bidh?
- 7.7 7. Apa dalil tentang keutamaan puasa Ayyamul Bidh?
- 7.8 8. Jika tidak bisa berpuasa pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah, apakah masih boleh melaksanakannya?
- 7.9 9. Mengapa puasa Ayyamul Bidh di bulan Muharram dianjurkan?
- 7.10 10. Kapan niat puasa Ayyamul Bidh dibaca?
Selain mencari niat puasa ayyamul bidh, banyak umat Muslim juga ingin mengetahui keutamaan puasa ayyamul bidh serta hukum pelaksanaannya apabila bertepatan dengan puasa Senin. Di sisi lain, pembahasan mengenai niat puasa ayyamul bidh dan mengganti puasa Ramadhan juga menjadi perhatian bagi mereka yang masih memiliki utang puasa wajib.
Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Dalam sejumlah hadis sahih disebutkan bahwa amalan ini memiliki pahala yang besar, bahkan disamakan seperti berpuasa sepanjang tahun apabila dilakukan secara rutin setiap bulan.
Dua Versi Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Muharram 2026
Perbedaan penetapan awal 1 Muharram 1448 H menyebabkan jadwal puasa Ayyamul Bidh tahun ini terbagi menjadi dua versi.
Pemerintah dan Muhammadiyah menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dengan demikian, jadwal puasa Ayyamul Bidh adalah:
- Minggu, 28 Juni 2026 (13 Muharram)
- Senin, 29 Juni 2026 (14 Muharram)
- Selasa, 30 Juni 2026 (15 Muharram)
Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan 1 Muharram 1448 H pada Rabu, 17 Juni 2026. Jadwal puasa Ayyamul Bidh menurut NU menjadi:
- Senin, 29 Juni 2026 (13 Muharram)
- Selasa, 30 Juni 2026 (14 Muharram)
- Rabu, 1 Juli 2026 (15 Muharram)
Sebagai catatan, para ulama menjelaskan bahwa puasa sunnah tiga hari setiap bulan tetap boleh dilakukan pada tanggal lain apabila seseorang berhalangan melaksanakannya pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah.
Niat Puasa Ayyamul Bidh Sekaligus Puasa Senin
Tahun ini, Senin, 29 Juni 2026 bertepatan dengan salah satu hari pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh. Karena puasa Senin dan puasa Ayyamul Bidh sama-sama berstatus sunnah, keduanya dapat dikerjakan bersamaan.
Bacaan niat yang dapat diamalkan adalah:
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ سُنَّةِ الْإِثْنَيْنِ وَأَيَّامِ الْبِيضِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma sunnatil itsnaini wa ayyāmil bīḍi lillāhi ta’ālā.
Artinya
“Aku berniat melaksanakan puasa sunnah hari Senin dan puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Sementara itu, bagi yang hanya melaksanakan puasa Ayyamul Bidh, bacaan niatnya sebagai berikut:
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma ayyāmil bīḍi lillāhi ta’ālā.
Artinya
“Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Mayoritas ulama juga berpendapat bahwa niat puasa sunnah masih diperbolehkan pada pagi hari sebelum matahari tergelincir selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh termasuk amalan sunnah yang rutin dilakukan Rasulullah SAW. Berbagai hadis menjelaskan keutamaan ibadah ini.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa sebanyak tiga hari di setiap bulan pahalanya seperti puasa setahun penuh.” (HR Bukhari No. 1979)
Hadis lainnya juga menyebutkan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 (bulan Hijriah). Dan beliau bersabda, ‘Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun.'” (HR Abu Dawud dan An-Nasa’i)
Selain pahala yang besar, puasa Ayyamul Bidh juga memiliki sejumlah keutamaan lainnya, antara lain:
- Menjadi amalan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW.
- Membantu membersihkan penyakit hati sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad.
- Menjadi kesempatan memperbanyak amal saleh, terlebih ketika dilaksanakan pada bulan Muharram yang termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan.
- Melatih kesabaran, pengendalian diri, dan menjaga akhlak selama menjalankan ibadah puasa.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR Muslim No. 1163)
Bolehkah Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Mengganti Puasa Ramadhan?
Pembahasan mengenai niat puasa ayyamul bidh dan mengganti Puasa Ramadhan telah lama menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Dalam sejumlah penjelasan fikih disebutkan bahwa terdapat ulama yang membolehkan seseorang mengerjakan puasa qadha Ramadhan bertepatan dengan hari pelaksanaan puasa sunnah, sementara sebagian ulama lainnya berpendapat sebaiknya keduanya dipisahkan agar memperoleh keutamaan masing-masing secara sempurna.
Meski demikian, puasa qadha Ramadhan tetap merupakan ibadah wajib sehingga niatnya harus dikhususkan sebagai qadha dan dilakukan sejak malam hari sebelum fajar.
Adapun bacaan niat qadha puasa Ramadhan adalah:
Arab
نويت صوم غد عن قضاء فرض رمضان لله تعالى
Latin
Nawaitu Shauma Ghadin ‘An Qadha’i Fardi Ramadhani Lillaahi Ta’Ala.
Artinya
“Saya niat berpuasa besok untuk mengqadha fardu Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Rasulullah Menganjurkan Puasa Tiga Hari Setiap Bulan
Anjuran melaksanakan puasa Ayyamul Bidh juga didasarkan pada sabda Rasulullah SAW kepada Abu Dzar.
“Hai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.” (HR Tirmidzi)
Sementara dalam hadis lain, Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW memberikan tiga wasiat yang tidak pernah beliau tinggalkan.
“Kekasihku (Rasulullah SAW) telah mewasiatkan kepadaku tiga nasihat yang tidak akan pernah aku tinggalkan sampai mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan, salat dhuha, dan salat witir sebelum tidur.” (HR Bukhari)
Dengan berbagai keutamaan tersebut, puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan setiap bulan Hijriah, termasuk pada bulan Muharram yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Bagi umat Islam yang hendak mengamalkannya, pelaksanaan puasa dapat disesuaikan dengan ketetapan awal Muharram yang diikuti masing-masing, baik berdasarkan pemerintah, Muhammadiyah, maupun Nahdlatul Ulama.
FAQ Seputar Niat Puasa Ayyamul Bidh Muharram 2026
1. Apa itu Puasa Ayyamul Bidh?
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dikerjakan selama tiga hari setiap bulan Hijriah, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15. Istilah Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih” karena pada malam-malam tersebut bulan purnama tampak bersinar terang.
2. Kapan jadwal Puasa Ayyamul Bidh Muharram 2026?
Terdapat dua versi jadwal karena perbedaan penetapan awal Muharram 1448 H.
Versi Pemerintah dan Muhammadiyah:
- 28 Juni 2026 (13 Muharram)
- 29 Juni 2026 (14 Muharram)
- 30 Juni 2026 (15 Muharram)
Versi Nahdlatul Ulama (NU):
- 29 Juni 2026 (13 Muharram)
- 30 Juni 2026 (14 Muharram)
- 1 Juli 2026 (15 Muharram)
3. Bagaimana bacaan niat puasa Ayyamul Bidh?
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ayyāmil bīḍi lillāhi ta’ālā.
Artinya:
“Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
4. Apakah puasa Ayyamul Bidh boleh digabung dengan puasa Senin?
Ya. Karena keduanya merupakan puasa sunnah, puasa Ayyamul Bidh dapat dilaksanakan bersamaan dengan puasa Senin apabila waktunya bertepatan.
5. Bolehkah niat puasa Ayyamul Bidh sekaligus mengganti puasa Ramadhan?
Masalah ini merupakan perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian membolehkan pelaksanaannya bertepatan, sementara sebagian lainnya menganjurkan memisahkan puasa qadha Ramadhan dan puasa sunnah agar memperoleh keutamaan masing-masing secara sempurna. Namun, niat puasa qadha tetap harus diniatkan sebagai ibadah wajib.
6. Apa keutamaan puasa Ayyamul Bidh?
Beberapa keutamaannya antara lain:
- Pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun.
- Mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
- Menjadi sarana memperbanyak amal saleh.
- Melatih kesabaran dan pengendalian diri.
- Memiliki keutamaan lebih besar apabila dikerjakan pada bulan Muharram.
7. Apa dalil tentang keutamaan puasa Ayyamul Bidh?
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa sebanyak tiga hari di setiap bulan pahalanya seperti puasa setahun penuh.” (HR Bukhari)
8. Jika tidak bisa berpuasa pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah, apakah masih boleh melaksanakannya?
Ya. Dalam sejumlah penjelasan fikih disebutkan bahwa puasa sunnah tiga hari setiap bulan tetap boleh dilakukan pada tanggal lain apabila seseorang memiliki uzur atau berhalangan melaksanakannya pada tanggal utama.
9. Mengapa puasa Ayyamul Bidh di bulan Muharram dianjurkan?
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram (HR Muslim).
10. Kapan niat puasa Ayyamul Bidh dibaca?
Niat puasa Ayyamul Bidh dianjurkan dibaca pada malam hari sebelum berpuasa. Menurut mayoritas ulama, niat puasa sunnah juga masih diperbolehkan pada pagi hari sebelum matahari tergelincir selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.



















