Headline.co.id, Jakarta ~ Harga BBM Pertamina pada 24 Juli 2026 masih mengikuti daftar yang berlaku sejak awal Juli, tetapi angka yang ditemui konsumen dapat berbeda berdasarkan jenis produk dan wilayah penjualan. Pertalite dan Biosolar berada dalam kelompok BBM bersubsidi, sedangkan Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex merupakan produk nonsubsidi. Pemahaman mengenai kelompok produk dan lokasi diperlukan agar masyarakat tidak keliru membaca daftar harga yang beredar.
Daftar harga BBM Pertamina untuk DKI Jakarta menunjukkan Pertalite Rp10.000 per liter, Biosolar Rp6.800 per liter, dan Pertamax Rp16.250 per liter. Adapun Pertamax Green 95 dijual Rp17.000, Pertamax Turbo Rp19.300, Dexlite Rp19.700, serta Pertamina Dex Rp21.150 per liter. Harga produk nonsubsidi di daerah lain dapat lebih tinggi atau lebih rendah sesuai ketentuan wilayah.
Masyarakat disarankan memeriksa harga BBM Pertamina melalui laman Pertamina Patra Niaga atau informasi resmi di SPBU sebelum menyebarkan daftar yang ditemukan di media sosial. Langkah itu penting setelah beredar klaim palsu mengenai penurunan Pertalite menjadi Rp5.000 per liter dan Solar menjadi Rp2.500 per liter. Pemeriksaan fakta menyatakan tidak ada pengumuman resmi yang mendukung angka tersebut.
Kenali Perbedaan BBM Bersubsidi dan Nonsubsidi
Pertalite dan Biosolar merupakan produk yang harganya berkaitan dengan kebijakan subsidi atau kompensasi pemerintah. Karena itu, perubahan harga kedua produk tidak dapat disimpulkan hanya dari naik atau turunnya minyak mentah dunia dalam perdagangan harian.
Pada Juli 2026, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Pemerintah mempertahankan harga tersebut meskipun minyak Brent sempat menembus US$100 per barel, sedangkan penyalurannya terus dibahas agar penerima BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.
Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex termasuk BBM nonsubsidi. Harga kelompok ini dievaluasi dengan mempertimbangkan harga acuan produk energi, nilai tukar rupiah, biaya distribusi, pajak daerah, dan komponen operasional.
Mengapa Harga Pertamax Berbeda di Setiap Daerah
Harga Pertamax di DKI Jakarta dan wilayah Jawa tercatat Rp16.250 per liter pada Juli 2026. Di Kalimantan Timur, harga produk yang sama tercatat Rp16.650 per liter, sedangkan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara mencapai Rp17.000 per liter.
Perbedaan serupa terjadi pada Pertamax Turbo dan produk diesel nonsubsidi. Pertamax Turbo di Jakarta dijual Rp19.300 per liter, sementara di Kalimantan Timur harganya Rp19.750 dan di Kalimantan Selatan Rp20.150 per liter.
Variasi tersebut berkaitan antara lain dengan tarif pajak bahan bakar kendaraan bermotor dan kondisi distribusi. Oleh sebab itu, daftar berjudul harga BBM nasional tetap perlu dibaca sampai bagian wilayah agar angka dari satu provinsi tidak dianggap berlaku di seluruh Indonesia.
Cara Memeriksa Harga BBM yang Berlaku
Langkah pertama adalah melihat tanggal efektif daftar harga. Pada 24 Juli 2026, tarif yang berlaku masih mengacu pada perubahan mulai 1 Juli, bukan berarti Pertamina menetapkan harga baru setiap hari meskipun artikel pembaruan diterbitkan setiap tanggal.
Langkah kedua ialah memilih wilayah yang sesuai dengan lokasi SPBU. Konsumen di Jakarta sebaiknya tidak menggunakan harga Kalimantan, begitu pula pengendara di wilayah kepulauan tidak otomatis memakai daftar harga Jawa.
Langkah ketiga adalah mencocokkan nama produknya. Pertamax berbeda dari Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo, sedangkan Dexlite berbeda dari Pertamina Dex. Kesalahan membaca nama produk dapat menghasilkan selisih perhitungan hingga ribuan rupiah per liter.
Langkah terakhir adalah mengonfirmasi melalui kanal resmi Pertamina Patra Niaga atau informasi harga yang ditampilkan di SPBU. Kanal resmi perlu menjadi rujukan utama ketika terdapat dua daftar dengan angka berbeda atau unggahan yang tidak mencantumkan tanggal berlaku.
Waspadai Klaim Pertalite Turun Menjadi Rp5.000
Pada Juli 2026 beredar tangkapan layar yang mengklaim Pertalite turun menjadi Rp5.000 per liter, Solar Rp2.500, Pertamax Rp10.000, Pertamax Turbo Rp12.250, dan Pertamina Dex Rp15.650 per liter. Informasi tersebut dikategorikan sebagai disinformasi atau konten menyesatkan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak terdapat pengumuman pemerintah maupun Pertamina yang menetapkan harga tersebut. Penyesuaian resmi pada 1 Juli hanya berlaku terhadap Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sedangkan Pertalite, Biosolar, Pertamax, serta Pertamax Green 95 tidak berubah.
Ciri yang patut dicermati dari daftar meragukan ialah tidak adanya tautan kanal resmi, tanggal efektif, dan pembagian wilayah. Klaim penurunan dalam jumlah sangat besar juga perlu diperiksa sebelum diteruskan karena perubahan harga resmi selalu disertai rincian produk dan wilayah pemasaran.
Daftar Harga Jakarta sebagai Acuan Pemeriksaan
Untuk memeriksa informasi yang beredar, konsumen di Jakarta dapat membandingkannya dengan daftar berlaku: Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800, Pertamax Rp16.250, Pertamax Green 95 Rp17.000, Pertamax Turbo Rp19.300, Dexlite Rp19.700, dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter.
Daftar tersebut memperlihatkan bahwa penurunan Juli terjadi pada produk tertentu, bukan seluruh jenis BBM. Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex turun, sementara harga produk lain dipertahankan pada posisi sebelumnya.
Harga dapat kembali dievaluasi pada periode berikutnya, tetapi perubahan baru harus menunggu pengumuman resmi. Hingga 24 Juli 2026, daftar yang berlaku tetap merupakan harga Juli sesuai provinsi dan jenis bahan bakar yang dibeli konsumen.




















