Headline.co.id, Jakarta ~ Pertamina telah memulai distribusi Biodiesel B50 ke 6.050 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Program ini diharapkan dapat mendukung target bauran energi nasional yang lebih ramah lingkungan.
Distribusi Biodiesel B50 ini dilakukan secara bertahap dan telah dimulai sejak awal bulan ini. Pertamina menargetkan seluruh SPBU yang telah ditentukan akan menerima pasokan Biodiesel B50 dalam beberapa minggu ke depan. “Kami berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam penggunaan energi terbarukan,” ujar Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam sebuah pernyataan resmi.
Biodiesel B50 merupakan campuran dari 50% biodiesel dan 50% bahan bakar diesel konvensional. Penggunaan biodiesel ini diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kualitas udara. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendukung industri kelapa sawit dalam negeri, yang merupakan bahan baku utama biodiesel.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pertamina juga telah menyiapkan infrastruktur dan logistik yang diperlukan untuk memastikan kelancaran distribusi Biodiesel B50. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Pertamina optimis bahwa program ini akan berjalan lancar dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan.





















