Headline.co.id, Jakarta ~ Tim mahasiswa dari Departemen Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih prestasi dalam ajang Greenovate 2026 yang berlangsung di Senayan, DKI Jakarta, pada 3-5 Agustus 2026. Dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh TBS Foundation ini, tim yang menamakan diri mereka “Powerhart” berhasil meraih posisi ketiga. Tim ini terdiri dari Pratiwi Putri Hasibuan dari Teknik Industri 2024, serta Arsi Cahyani dan Hayya Majida Amani dari Teknik Kimia 2024.
Pratiwi Putri Hasibuan menjelaskan bahwa tim mereka mengangkat isu pemanfaatan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang selama ini lebih banyak digunakan untuk aplikasi bernilai tambah rendah seperti mulsa dan pembenah tanah. Inovasi yang mereka kembangkan adalah mengolah limbah ini menjadi material berbasis karbon untuk elektroda superkapasitor, dengan menambahkan katalis feldspar dalam proses rekayasa material. “Kami tidak hanya berfokus pada pengembangan material baru, tetapi juga menghubungkan aspek teknologi, pemanfaatan limbah, dan keberlanjutan,” ujar Putri.
Lebih lanjut, Putri menjelaskan bahwa inovasi mereka melibatkan proses karbonisasi TKKS dengan penambahan Fe dan feldspar untuk menghasilkan struktur karbon yang lebih grafitik dan konduktif. Material ini kemudian dikombinasikan dengan MnO₂ dan PANI. Karbon dari TKKS berfungsi menyimpan muatan pada permukaannya, sementara MnO₂ dan PANI menambah kapasitas penyimpanan muatan melalui reaksi elektrokimia. “Kami merancang material elektroda bernilai tambah tinggi yang berpotensi meningkatkan performa elektrokimia sekaligus mendukung pemanfaatan limbah dan pengembangan teknologi penyimpanan energi yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dr. Akmal Irfan Majid, perwakilan dari DTMI yang hadir dalam penyerahan penghargaan, menyatakan bahwa kompetisi ini memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa. Menurutnya, kasus yang diangkat oleh Greenovate layak dikembangkan menjadi bisnis dan mendapatkan bimbingan dari tokoh-tokoh terkemuka di industri. “Hal ini tentu mengasah soft skill dan kemampuan analisis untuk mendekatkan mata kuliah di kampus dengan solusi praktis dari industri yang prominent,” ujarnya. Kompetisi ini juga memberikan pengalaman berharga bagi tim dalam bekerja sama, menerima masukan, dan menyampaikan ide secara efektif di depan juri.






