Headline.co.id, Jogja ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Biro Transformasi Digital (BTD) menerima kunjungan dari Kementerian PPN/Bappenas pada Jumat, 4 September 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), dalam pengelolaan data dan pengembangan dashboard. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Pusat UGM ini merupakan bagian dari upaya Bappenas untuk mengembangkan Makro Intelligence Hub (MIH) dan dashboard internal Kedeputian Perencanaan Makro Pembangunan. Kepala BTD UGM, Dr. Mardhani Riasetiawan, SE Ak., M.T., menjadi narasumber dalam diskusi tersebut.
Dalam diskusi, Dr. Mardhani menjelaskan bahwa UGM berfokus pada pengembangan teknologi digital yang tidak hanya menyajikan data dalam bentuk angka, tetapi juga memberikan informasi yang lebih mendalam. UGM mengembangkan dashboard yang mampu mengolah berbagai sumber data menjadi analitik dan narasi, sehingga pengguna dapat memahami makna di balik data tersebut. “Kita akan mencoba sebanyak mungkin mengubah dari dashboard yang sifatnya itu by number berubah menjadi insight atau data analitik,” ujar Mardhani.
Dr. Mardhani juga menekankan pentingnya kualitas data dan proses bisnis dalam pengembangan AI. UGM mendorong pengelolaan data secara terstruktur sambil mempertahankan karakteristik masing-masing unit. Pendekatan ini tidak hanya menghasilkan sistem baru, tetapi juga mendorong perubahan cara organisasi mengelola proses dan pengetahuannya. Selain itu, UGM membangun dashboard yang spesifik sesuai kebutuhan pengguna, sehingga analisis menjadi lebih tajam dan relevan. Salah satu penerapan adalah pemetaan pengetahuan dan aktivitas penelitian yang memungkinkan UGM melihat keterhubungan antarpeneliti dan potensi kesenjangan keilmuan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dari sisi Bappenas, Sekretaris Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan, Ewin Sofian Winata, ST., MEM., menyatakan bahwa pembelajaran dari UGM relevan dengan kebutuhan Bappenas. Pendekatan analitik UGM dapat membantu menghubungkan data, proses, dan dampak, sehingga keluaran unit kerja tidak hanya menjadi dokumentasi. Ewin juga melihat peluang kolaborasi lanjutan dengan UGM untuk mengembangkan solusi yang dapat diuji dan disempurnakan secara bertahap. “Kalau kita tidak punya mekanisme untuk memfilter seperti itu, mungkin kita bisa lihat proses nanti usulan output dari direktorat itu memang penting dan perlu untuk dijalankan di tahun depan atau enggak,” ujarnya. Mardhani menyambut baik peluang kolaborasi ini, menekankan bahwa setiap unit memiliki tantangan transformasi digital yang berbeda.


















