Headline.co.id, Bantul ~ Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menghidupkan kembali Pakem Grĕntĕng, sebuah manuskrip pedalangan kuno dari Kulon Progo. Inisiatif ini diwujudkan melalui program bertajuk ‘PKM-PM Litera-Wayang: Peningkatan Kreativitas Siswa Pedalangan melalui Transformasi Literasi Kuno Pakem Grĕntĕng di SMK Negeri 1 Kasihan’. Program ini didanai oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) pada tahun 2026, dan bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa pedalangan di SMK tersebut.
Tim Litera-Wayang terdiri dari mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM, yaitu Dian Nitami, Rafif Wicaksana, Najwa Aulya Aliff Na’im, dan Subekti Hari Prabowo. Mereka bekerja sama dengan siswa Konsentrasi Keahlian Pedalangan di SMK Negeri 1 Kasihan, didampingi oleh dosen FIB UGM, Dr. Aprillia Firmonasari, S.S., M.Hum., DEA. Program ini menggunakan Pakem Grĕntĕng sebagai bahan pembelajaran dan eksplorasi kreativitas. “Melalui Litera-Wayang, kami ingin mengenalkan kembali Pakem Grĕntĕng kepada siswa dengan cara yang dekat dengan dunia mereka,” ujar Najwa Aulya Aliff Na’im.
Proses revitalisasi dimulai dengan alih wahana manuskrip dan diskusi bedah naskah. Siswa diajak untuk membaca dan memahami cerita dalam Pakem Grĕntĕng, kemudian mengolahnya menjadi lakon yang dapat dipentaskan. Selanjutnya, mereka mengikuti pelatihan pembuatan dan tatah sungging wayang kulit. Dari proses ini, lahir dua lakon baru, yaitu Bima Kutu Walang Taga dan Gathotkaca Siyung. “Kami melihat siswa bukan hanya sebagai penerima materi, tetapi sebagai pelaku utama yang mengolah naskah menjadi karya,” tambah Najwa.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Puncak dari program ini adalah Pagelaran dan Pameran Wayang Kulit, di mana empat siswa kelas XI tampil sebagai dalang membawakan dua lakon tersebut. Siswa kelas X dan XI lainnya terlibat dalam karawitan dan penataan panggung. Pementasan ini dihadiri oleh Kepala SMK Negeri 1 Kasihan, Ketua Konsentrasi Keahlian Pedalangan, para guru, siswa, serta perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul. Selain itu, pameran keliterasian dan dokumentasi program juga diselenggarakan, menampilkan perjalanan siswa selama mengikuti kegiatan.
Kepala SMK Negeri 1 Kasihan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini dan melihat sekolah sebagai laboratorium seni bagi pengembangan kreativitas mahasiswa. Sementara itu, salah satu siswa, Deka, berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan karena memberikan pengalaman baru dalam belajar dan bekerja bersama. Untuk keberlanjutan program, tim menyusun buku pedoman yang dapat digunakan sekolah sebagai panduan melanjutkan transmisi pengetahuan tentang Pakem Grĕntĕng. Program ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan literasi budaya dan memberi ruang bagi siswa pedalangan untuk mengenali dan mengembangkan warisan budaya melalui proses kreatif mereka sendiri.




















