Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa hingga saat ini terdapat 50.891 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang tercatat akibat dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas. Data ini diungkapkan pada Selasa, 1 September 2026, dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus kesehatan yang terkait dengan polusi udara dari kebakaran tersebut.
Menurut Kemenkes, peningkatan kasus ISPA ini sebagian besar disebabkan oleh paparan partikel halus PM2,5 yang dihasilkan dari asap karhutla. Partikel ini dikenal dapat menembus jauh ke dalam saluran pernapasan dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya asap karhutla. Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan memperhatikan kondisi kesehatan, terutama jika mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata. Langkah-langkah pencegahan ini penting untuk meminimalkan dampak kesehatan dari paparan asap.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai tindak lanjut, Kemenkes bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk memantau kualitas udara dan memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak. Upaya ini termasuk penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai cara-cara melindungi diri dari dampak buruk asap karhutla. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi risiko kesehatan yang lebih serius di masa mendatang.
















