Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) telah menyelesaikan pembangunan seluruh ruas Jalur Pantai Selatan (Pansela) atau Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dengan panjang total 51,56 kilometer. Pekerjaan terakhir pada ruas Brumbun–Sine Lot 1A sepanjang 9,53 km dan Lot 1B sepanjang 3,88 km berhasil diselesaikan pada akhir Mei 2026, meskipun sempat menghadapi tantangan teknis berupa penanganan longsor di beberapa titik.
Dengan rampungnya ruas Brumbun–Sine, Kabupaten Tulungagung kini menjadi kabupaten kedua di Jawa Timur yang seluruh jalur Pansela-nya telah terhubung sepenuhnya setelah Kabupaten Pacitan. Jalur ini membentang dari perbatasan Kabupaten Trenggalek di sisi barat hingga Kabupaten Blitar di sisi timur.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa pembangunan Pansela merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Pulau Jawa. “Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Jawa,” ujar Menteri Dody dalam keterangan resminya, Kamis (11/6/2026).
Terhubungnya Pansela di koridor Tulungagung secara langsung mempermudah akses wisatawan menuju berbagai destinasi pesisir unggulan. Beberapa di antaranya adalah Pantai Sine yang terkenal dengan panorama teluk dan aktivitas nelayannya, Pantai Dlodo, Pantai Gemah, Pantai Brumbun, hingga objek wisata alam Kedung Tumpang.
Sebagai informasi, JLS di Provinsi Jawa Timur dikenal memiliki bentang alam yang eksotis, mulai dari perbukitan, tebing karst, hingga panorama langsung ke Samudra Hindia. Secara keseluruhan, koridor Pansela di Jawa Timur memanjang dari ruas Panggul, Sendangbiru, Jarit, Puger, hingga Glenmore dengan total panjang mencapai 628,39 km.
Secara nasional, Kementerian PU terus memacu pembangunan Jalan Pansela Jawa yang ditargetkan tersambung sepanjang lebih dari 1.500 km melintasi lima provinsi, mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Aksesibilitas yang semakin prima ini diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan serta menghidupkan usaha masyarakat lokal di sektor kuliner, jasa wisata, perdagangan, dan perikanan.






















