Headline.co.id, Jogja ~ Sekelompok mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menciptakan inovasi baru dengan mengolah limbah ampas tebu menjadi pasir kucing organik yang memiliki sifat antimikroba. Inovasi ini tidak hanya menawarkan solusi ramah lingkungan, tetapi juga membantu pemilik kucing dalam memantau kesehatan hewan peliharaan mereka. Produk ini dirancang untuk mendeteksi perubahan pH urine kucing, yang dapat menjadi indikator awal masalah saluran kemih.
Tim yang menamakan diri mereka Felyhart ini terdiri dari lima mahasiswa, yaitu Arsi Cahyani, Hayya Majida Amani, dan Pratiwi Putri Hasibuan dari Fakultas Teknik, Rayhan Farel Ramadhani dari Fakultas Kedokteran Hewan, dan Humairo Labiiba dari Sekolah Vokasi. Mereka didampingi oleh Dr. drh. Madarina Wassisa dari Departemen Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan. Penelitian mereka berjudul “Felyhart: Inovasi Pasir Kucing Organik Antimikroba Penekan Transmisi Fekal-Oral dengan Indikator pH Urine Terintegrasi Sistem Pemantauan Kesehatan Digital”.
Pasir kucing ini dibuat dengan memanfaatkan ampas tebu sebagai bahan dasar, dilengkapi dengan indikator pH alami yang memungkinkan perubahan warna sesuai dengan tingkat pH urine kucing. Selain itu, natrium propionat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Produk ini juga terintegrasi dengan situs web yang dapat memindai dan menganalisis perubahan warna pada pasir, memberikan informasi lebih lanjut mengenai nilai pH urine kucing. Arsi Cahyani menjelaskan bahwa ide ini muncul dari masalah limbah pasir kucing konvensional yang sulit terurai dan berpotensi menjadi tempat pertumbuhan bakteri.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dr. drh. Madarina Wassisa menambahkan bahwa inovasi ini juga dapat mengurangi risiko penularan penyakit yang berkaitan dengan kontaminasi feses. Kebersihan pasir kucing menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko tersebut. Produk Felyhart telah mendapatkan respons positif dari pengguna, salah satunya Kinar, yang menyatakan bahwa pasir ini memiliki daya serap yang baik dan mudah dibersihkan. Arsi Cahyani optimis bahwa produk ini memiliki potensi pasar yang besar, terutama di kalangan pemilik kucing yang peduli terhadap kesehatan hewan dan lingkungan.




















