Headline.co.id, Jogja ~ Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif dengan menyerahkan alat bantu disabilitas kepada sembilan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Penyerahan dilakukan pada Selasa, 31 Agustus 2026, di Kantor Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM oleh Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof. Anggito Abimanyu. Bantuan ini diterima oleh Ketua ULD, Wuri Handayani, Ph.D., dan perwakilan mahasiswa penerima. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan dalam aktivitas sehari-hari dan mendukung mahasiswa untuk mengembangkan potensi mereka secara optimal.
Sekretaris Universitas UGM, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., menyatakan bahwa ULD UGM merupakan bagian dari upaya universitas dalam menyediakan dukungan yang lebih baik bagi mahasiswa disabilitas. Meskipun baru berjalan hampir dua tahun, ULD terus dikembangkan untuk meningkatkan infrastruktur bagi mahasiswa disabilitas. Dr. Andi mengapresiasi dukungan LPS yang sebelumnya juga memberikan beasiswa pendidikan. Kali ini, dukungan berupa alat bantu disabilitas diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam berprestasi. “Kami berharap bantuan ini adalah pemantik awal supaya teman-teman bisa berprestasi ke depan,” ujarnya.
Prof. Anggito Abimanyu menjelaskan bahwa pemberian alat bantu disabilitas ini merupakan bagian dari kepedulian sosial LPS, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan. UGM dipilih sebagai mitra karena dapat menghubungkan dukungan tersebut dengan mahasiswa yang membutuhkan. Alat bantu yang diberikan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing penerima berdasarkan rekomendasi medis. Beberapa alat bantu yang diserahkan lain alat bantu dengar, ear plug, kacamata, dan tongkat sensor. Evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan ini juga akan dilakukan untuk mengembangkan program serupa di masa depan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Mahasiswa penerima bantuan, seperti Hanif dan Aulia Rachmi, menyampaikan apresiasi mereka terhadap dukungan ini. Hanif, mahasiswa penyandang disabilitas tuli, berharap bantuan ini dapat meningkatkan semangat dan motivasi dalam bidang akademik maupun non-akademik. Sementara itu, Aulia, mahasiswa penyandang disabilitas netra, merasa terbantu dengan tongkat sensor yang diterimanya. Ia berharap bantuan ini dapat mendukung aktivitasnya, termasuk saat melanjutkan studi. Keduanya berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat penyandang disabilitas.




















