Headline.co.id, Jakarta ~ Contoh soal OMI Kemenag 2026 Matematika MI dapat menjadi bahan latihan bagi peserta didik Madrasah Ibtidaiyah yang bersiap mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia tahun ini. Kompetisi yang diselenggarakan Kementerian Agama tersebut menguji kemampuan peserta tidak hanya dalam menghitung, tetapi juga memahami masalah, menganalisis informasi, dan menentukan solusi yang tepat melalui seleksi berjenjang.
Dalam OMI Kemenag 2026 bidang Sains, siswa MI menghadapi Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi. Peserta akan menjalani tahapan mulai dari satuan pendidikan, Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga Nasional dengan bentuk tes yang berbeda pada setiap jenjang.
Latihan contoh soal OMI Kemenag 2026 Matematika MI menjadi penting karena karakter soal diarahkan untuk mengukur kemampuan berpikir lebih dalam, bukan sekadar hafalan rumus. Peserta diharapkan mampu menggunakan konsep matematika dalam berbagai persoalan sehari-hari, seperti waktu, pecahan, rata-rata, persentase, perbandingan harga, hingga pengukuran.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pendaftaran OMI 2026 bidang Sains tingkat Kabupaten/Kota dalam Petunjuk Teknis Kementerian Agama berlangsung mulai 27 Agustus hingga 2 September 2026.
“Pendaftaran 27 Agustus–2 September 2026,” demikian ketentuan yang tercantum dalam Juknis OMI 2026 sebagaimana terdapat dalam bahan yang dihimpun.
OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”
Konsep tersebut menempatkan kompetisi sebagai ruang pengembangan kemampuan akademik sekaligus integrasi nilai Islam, sains, kepedulian lingkungan, budaya lokal, kreativitas, dan inovasi peserta didik.
Karakter Soal Matematika OMI 2026 Jenjang MI
Soal bidang Sains OMI dirancang agar peserta mampu memahami dan menganalisis informasi sebelum menentukan jawaban.
Dalam Matematika Terintegrasi, persoalan dapat disajikan melalui situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Materinya antara lain berkaitan dengan operasi hitung, pecahan, waktu, rata-rata, persentase, perbandingan nilai, volume, serta jarak.
Dengan demikian, peserta sebaiknya memahami proses memperoleh jawaban, bukan hanya mengingat hasil akhirnya.
Berikut contoh soal OMI Matematika MI 2026 beserta pembahasannya.
1. Menghitung Waktu
Romanov berangkat ke masjid pukul 03.35 dan tiba 12 menit kemudian. Ia tiba pada pukul …
A. 03.42
B. 03.45
C. 03.47
D. 03.50
Jawaban: C. 03.47
Pembahasan:
Waktu keberangkatan adalah pukul 03.35.
Tambahkan waktu perjalanan selama 12 menit:
03.35 + 12 menit = 03.47.
Jadi, Romanov tiba di masjid pukul 03.47.
2. Menghitung Pecahan
Nenek memiliki 3/4 kilogram tepung. Sebanyak 2/5 bagian dari tepung tersebut digunakan untuk membuat pisang goreng. Berapa jumlah tepung yang digunakan?
A. 1/5 kg
B. 3/10 kg
C. 2/5 kg
D. 1/2 kg
Jawaban: B. 3/10 kg
Pembahasan:
Jumlah tepung yang digunakan dapat dihitung dengan mengalikan:
2/5 × 3/4 = 6/20.
Pecahan 6/20 kemudian disederhanakan menjadi:
3/10.
Dengan demikian, tepung yang digunakan sebanyak 3/10 kilogram.
3. Menghitung Rata-rata
Lima bilangan memiliki rata-rata 26. Jika empat bilangan tersebut adalah 18, 22, 27, dan 31, bilangan kelima adalah …
A. 30
B. 31
C. 32
D. 33
Jawaban: C. 32
Pembahasan:
Jumlah seluruh lima bilangan dapat dihitung dengan:
26 × 5 = 130.
Kemudian jumlah empat bilangan yang telah diketahui adalah:
18 + 22 + 27 + 31 = 98.
Bilangan kelima:
130 – 98 = 32.
Jadi, bilangan kelima adalah 32.
Catatan: bahan awal mencantumkan D atau 33 sebagai kunci jawaban. Namun, berdasarkan perhitungan matematis, jawaban yang sesuai adalah C atau 32.
4. Menghitung Bagian dari Jumlah Siswa
Kelas 6 terdiri dari 32 siswa. Sebanyak 3/8 dari seluruh siswa mengikuti kegiatan olimpiade matematika. Berapa jumlah siswa yang mengikuti kegiatan tersebut?
A. 10
B. 12
C. 14
D. 16
Jawaban: B. 12
Pembahasan:
Jumlah peserta olimpiade dihitung dengan:
3/8 × 32 = 12.
Dengan demikian, terdapat 12 siswa yang mengikuti kegiatan olimpiade matematika.
5. Membandingkan Harga
Sebuah toko memberikan dua pilihan pembayaran. Paket A berisi tiga buku seharga Rp27.000, sedangkan Paket B berisi lima buku seharga Rp40.000. Harga satu buku lebih murah pada …
A. Paket A
B. Paket B
C. Keduanya sama
D. Tidak dapat ditentukan
Jawaban: B. Paket B
Pembahasan:
Harga satu buku pada Paket A:
Rp27.000 : 3 = Rp9.000.
Harga satu buku pada Paket B:
Rp40.000 : 5 = Rp8.000.
Karena Rp8.000 lebih murah dibandingkan Rp9.000, Paket B menawarkan harga per buku yang lebih rendah.
6. Mengubah Liter Menjadi Mililiter
Sebuah botol berisi dua liter air. Air kemudian dituangkan sama banyak ke dalam delapan gelas. Berapa isi setiap gelas?
A. 200 ml
B. 250 ml
C. 300 ml
D. 400 ml
Jawaban: B. 250 ml
Pembahasan:
Dua liter sama dengan 2.000 mililiter.
Air tersebut dibagi ke delapan gelas:
2.000 : 8 = 250.
Jadi, setiap gelas berisi 250 ml air.
7. Menghitung Total Sumbangan
Dalam sebuah kegiatan sosial, lima anak masing-masing menyumbangkan Rp8.000. Jumlah uang yang terkumpul adalah …
A. Rp32.000
B. Rp36.000
C. Rp40.000
D. Rp45.000
Jawaban: C. Rp40.000
Pembahasan:
Jumlah sumbangan:
5 × Rp8.000 = Rp40.000.
Dengan demikian, total uang yang terkumpul adalah Rp40.000.
8. Menghitung Diskon
Anin membeli baju seharga Rp80.000 di pasar. Ia mendapat potongan harga 15 persen. Harga setelah mendapat potongan adalah …
A. Rp65.000
B. Rp68.000
C. Rp70.000
D. Rp72.000
Jawaban: B. Rp68.000
Pembahasan:
Besarnya potongan harga adalah:
15 persen × Rp80.000 = Rp12.000.
Harga setelah diskon:
Rp80.000 – Rp12.000 = Rp68.000.
Jadi, Anin harus membayar Rp68.000.
9. Menghitung Jarak Terpendek
Babana berlari 250 meter ke timur, kemudian 150 meter ke utara. Jarak terpendek dari posisi awal ke posisi akhirnya adalah …
A. 300 meter
B. 350 meter
C. 400 meter
D. 450 meter
Bahan awal mencantumkan jawaban A atau 300 meter.
Namun, jika yang dimaksud adalah jarak lurus terpendek antara posisi awal dan akhir, perhitungannya menggunakan hubungan sisi segitiga siku-siku:
√(250² + 150²)
= √85.000
= sekitar 291,5 meter.
Dengan demikian, hasil perhitungan tidak sama persis dengan pilihan jawaban yang tersedia. Pilihan 300 meter merupakan nilai yang paling dekat, tetapi bukan hasil eksak dari perhitungan tersebut.
Ketidaksesuaian ini perlu diperhatikan ketika soal digunakan sebagai bahan latihan.
10. Menghitung Persentase
Dalam sebuah ruangan terdapat 18 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Berapa persentase siswa perempuan?
A. 30 persen
B. 35 persen
C. 40 persen
D. 45 persen
Jawaban: C. 40 persen
Pembahasan:
Jumlah seluruh siswa:
18 + 12 = 30 siswa.
Persentase siswa perempuan:
12/30 × 100 persen = 40 persen.
Jadi, persentase siswa perempuan adalah 40 persen.
Mekanisme Tes OMI Kemenag 2026 untuk MI
Selain memahami pola soal, peserta perlu mengetahui bahwa bentuk tes OMI berbeda pada setiap jenjang seleksi.
Pada tingkat satuan pendidikan, tes dapat berbentuk tes tulis atau bentuk lain yang ditetapkan masing-masing madrasah. Pelaksanaannya menjadi kewenangan Komite OMI Satuan Pendidikan.
Pada tingkat Kabupaten/Kota, peserta menghadapi Tes OMI Berbasis Komputer berupa 25 soal pilihan ganda.
Soal pada tahap tersebut disiapkan Komite Ahli OMI Nasional, sedangkan penilaian dilakukan secara terpusat oleh Komite OMI Nasional.
Jika lolos ke tingkat provinsi, peserta akan menghadapi 20 soal pilihan ganda serta lima soal pilihan ganda kompleks melalui sistem berbasis komputer.
Tingkat kesulitan dan bentuk tes kembali berubah pada tahap nasional.
Final OMI Tidak Hanya Pilihan Ganda
Peserta MI/SD/sederajat yang berhasil mencapai babak nasional akan menghadapi Tes OMI Berbasis Komputer sekaligus kegiatan eksplorasi atau eksperimen.
Tes pada babak tersebut terdiri atas 10 soal isian singkat dan lima soal esai.
Soal serta sarana pada tahap nasional disiapkan Komite OMI Nasional dan proses penilaian dilaksanakan secara terpusat.
Perubahan bentuk tes dari pilihan ganda menjadi isian dan esai menunjukkan peserta perlu menguasai proses penyelesaian masalah secara menyeluruh.
Kemampuan menjelaskan alasan dan langkah mendapatkan jawaban menjadi semakin penting ketika peserta mencapai jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
OMI 2026 Integrasikan Islam, Sains dan Lingkungan
OMI Bidang Sains tidak hanya menguji materi sains murni. Kompetisi tersebut mengelaborasi sains dan teknologi melalui integrasi nilai-nilai Islam serta budaya lokal.
Soal diarahkan untuk mendorong peserta memahami dan menganalisis data, menginterpretasikan hasil eksperimen, memecahkan masalah kompleks, serta mengembangkan solusi yang dapat diterapkan.
OMI juga mengintegrasikan kurikulum berbasis cinta yang diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap ilmu pengetahuan, bumi dan lingkungan, agama, kesehatan, sesama makhluk hidup, serta inovasi sains dan teknologi.
Sosialisasi Petunjuk Teknis OMI 2026 telah diikuti jajaran Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus secara daring pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Tanggamus, Musannip, memimpin jajaran Penmad dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memahami ketentuan teknis kompetisi dan menyampaikan informasi kepada madrasah.
Persiapan peserta juga dilakukan melalui seleksi di tingkat satuan pendidikan. Di MTsN 3 Pacitan, misalnya, sebanyak 50 siswa mengikuti seleksi internal pada Senin, 31 Agustus 2026 untuk memperebutkan sembilan tempat sebagai delegasi ke tingkat kabupaten.
Kepala MTsN 3 Pacitan Su’aidi Ghufron Amin mengatakan seleksi menjadi bagian dari upaya mengasah kemampuan sekaligus kesiapan siswa.
“Seleksi ini adalah wadah untuk memetakan serta mengasah potensi akademik anak-anak. Kami ingin memastikan sembilan santri yang terpilih benar-benar siap secara materi dan mental,” kata Su’aidi.
Ia menegaskan perjuangan peserta masih berlanjut setelah seleksi tingkat satuan pendidikan.
“Setelah lulus di tingkat satuan pendidikan, perjuangan mereka belum selesai karena harus langsung bersiap menghadapi seleksi OMI tingkat Kabupaten Pacitan yang tentu persaingan semakin kompetitif,” ujarnya.
Dengan pola kompetisi yang semakin kompleks pada setiap jenjang, peserta OMI Kemenag 2026 jenjang MI perlu membiasakan diri memahami konsep, membaca soal secara cermat, serta menguasai langkah penyelesaian persoalan. Contoh soal dapat digunakan sebagai bahan latihan untuk mengenali karakter pertanyaan, sementara penguasaan konsep tetap menjadi dasar utama dalam menghadapi kompetisi.




















