Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Praka Rico Pramudia (31), seorang prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian dunia Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL), pada Jumat, 25 April 2026. Praka Rico wafat setelah menjalani perawatan intensif hampir satu bulan akibat luka berat yang dideritanya pascaserangan artileri tank Israel di dekat Kota Adchit Al Qusayr pada akhir Maret 2026.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi bahwa Praka Rico mengalami luka serius sejak insiden ledakan proyektil pada Minggu, 29 Maret 2026. Meskipun telah mendapatkan penanganan medis optimal di sebuah rumah sakit di Beirut melalui koordinasi erat dengan pihak UNIFIL dan pemerintah Lebanon, nyawa Praka Rico tidak dapat diselamatkan. “Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, tetapi akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” kata Kemlu melalui keterangan resmi, Jumat, 24 April 2026.
Menanggapi insiden tragis tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kemlu kembali menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan militer Israel. Kemlu menyatakan bahwa serangan yang menyasar personel pemelihara perdamaian PBB tersebut merupakan pelanggaran fatal terhadap norma internasional. “Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegas pernyataan Kemlu RI.
Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna memastikan adanya pertanggungjawaban atas insiden tersebut. Saat ini, pemerintah tengah berupaya mempercepat proses kepulangan jenazah ke tanah air. Sementara itu, UNIFIL melalui platform X turut menyatakan keprihatinan mendalam atas wafatnya Praka Rico. “UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” kata UNIFIL dalam pernyataannya di platform X, dipantau di Jakarta, Jumat, 24 April 2026. Berdasarkan catatan mereka, ledakan proyektil terjadi tepat di markas tempat almarhum bertugas.





















