Kabupaten Gorontalo, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyalurkan bantuan pangan kepada warga Desa Huntu, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Jumat (11/9/2026). Bantuan diberikan setelah dua warga setempat, Agus Meluko (60) dan Aisa Malipi (52), terpaksa mengonsumsi ubi hutan atau bitule selama beberapa pekan akibat musim kemarau berkepanjangan. Gusnar mendatangi langsung kediaman warga di area perbukitan untuk memastikan bantuan diterima oleh keluarga yang mengalami kesulitan pangan. Selain bantuan pangan, ia juga meninjau penyaluran bantuan air bersih bagi warga Desa Bongohulawa, Kecamatan Bongomeme.
Kemarau yang berlangsung panjang di Gorontalo berdampak pada ketersediaan air bersih dan cadangan pangan warga. Kondisi itu dirasakan Agus dan Aisa yang tidak lagi memiliki penghasilan setelah kebun jagung dan rica mereka mengalami gagal tanam.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Warga Terpaksa Mengonsumsi Bitule
Agus dan Aisa merupakan warga Desa Huntu yang telah beberapa pekan menjadikan bitule sebagai makanan utama sehari-hari. Bitule merupakan ubi hutan dengan nama ilmiah Dioscorea hispida.
Umbi tersebut diketahui mengandung asam sianida atau HCN sehingga berbahaya jika dikonsumsi mentah. Bitule perlu melalui proses pencucian, pengeringan, dan pemasakan tertentu agar dapat dikonsumsi.
Informasi mengenai kondisi warga itu kemudian diterima Gubernur Gorontalo. Gusnar pun datang ke Desa Huntu dengan membawa bantuan pangan pada Jumat (11/9/2026).
Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura bersama Bulog yang ditugaskan mencari warga yang mengalami kesulitan pangan menunggu kedatangan gubernur di kantor desa. Mereka menyiapkan acara seremonial yang akan dihadiri camat, perangkat desa, dan perwakilan warga.
Namun, Gusnar menolak agenda seremonial tersebut. Ia memilih langsung menuju lokasi warga yang berjarak sekitar dua kilometer dari kantor desa, di kawasan perbukitan.
Di lokasi itu, Gusnar menjumpai Agus dan Aisa sedang mengiris bitule. Pertemuan tersebut membuat penyaluran bantuan dilakukan langsung kepada keluarga yang mengalami kesulitan pangan.
Bantuan Beras dan Kebutuhan Pokok
Gusnar mengatakan bantuan yang diberikan berasal dari pemerintah pusat melalui program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo.
“Hari ini Pak Gubernur datang ke sini karena sudah tahu ada warga yang sudah makan bitule makanya harus dikasih beras. Bantuan ini dari Bapak Presiden RI Prabowo dan ada juga dari gubernur,” kata Gusnar dengan bahasa Gorontalo.
Bantuan CPP dialokasikan pemerintah pusat melalui Bulog. Setiap keluarga mendapatkan 30 kilogram beras.
Sementara itu, bantuan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura berupa lima kilogram beras, satu liter minyak, 10 butir telur, serta benih jagung.
Astin Meluko, putri Agus dan Aisa, menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. Ia menilai bantuan itu sangat membantu karena kedua orang tuanya tidak lagi memiliki penghasilan akibat gagal tanam di kebun jagung dan rica.
“Alhamdulillah terima kasih kepada gubernur telah memberikan bantuan kepada kami. Kami senang sekali,” kata Astin.
Gubernur Tinjau Bantuan Air Bersih
Setelah menyalurkan bantuan pangan di Desa Huntu, Gusnar bergerak menuju Desa Bongohulawa, Kecamatan Bongomeme. Di lokasi tersebut, ia meninjau penyaluran bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kemarau.
Sebanyak 661 jiwa di empat dusun dilaporkan mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran bantuan pangan dan air bersih itu menjadi bagian dari respons terhadap dampak musim kemarau berkepanjangan di Gorontalo, yang tidak hanya mengurangi akses warga terhadap air, tetapi juga memengaruhi ketersediaan pangan dan hasil pertanian.

















