Headline.co.id, Tanah Laut ~
Penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibahas dalam kegiatan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Sespimti Polri Dikreg ke-36 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut diikuti peserta didik Sespimti Polri melalui sosialisasi dan audiensi bersama unsur Forkopimcam serta masyarakat Desa Pulau Sari, Kecamatan Tambang Ulang, Jumat (11/9/2026). Pembahasan dilakukan untuk menggali persoalan karhutla dan mencari masukan dalam memperkuat pencegahan serta penanganannya. Peserta PKDN menggali informasi langsung dari masyarakat terdampak sekaligus melihat pola koordinasi Polri, TNI, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan mengapresiasi pelaksanaan PKDN tersebut. Menurut dia, kegiatan itu menjadi kesempatan bagi peserta didik Sespimti Polri untuk memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait karhutla.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Pelaksanaan PKDN SESPIMTI Polri Dikreg ke-36 ini menjadi momentum yang sangat baik untuk bertukar informasi, berdiskusi serta menggali berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat secara langsung, khususnya terkait penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” ujar Ricky dalam siaran pers yang disampaikan Sabtu (12/9/2026).
Karhutla di Tanah Laut Butuh Sinergi
Ricky menilai penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Menurut dia, upaya tersebut membutuhkan kerja sama kepolisian, TNI, pemerintah daerah, Forkopimcam, dan masyarakat.
Melalui audiensi di Balai Desa Pulau Sari, peserta PKDN menerima informasi mengenai kondisi di lapangan. Informasi itu mencakup upaya yang telah dilakukan untuk mencegah dan menangani karhutla serta dampaknya bagi masyarakat.
Forum tersebut juga menjadi sarana untuk melihat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi potensi karhutla di Kabupaten Tanah Laut. Pola kerja sama Polri, TNI, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dibahas bersama unsur Forkopimcam Tambang Ulang serta perwakilan masyarakat yang terdampak.
“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat diperoleh berbagai masukan dan pemikiran yang konstruktif dalam upaya meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanganan karhutla. Polres Tanah Laut akan terus memperkuat koordinasi dan mengedepankan langkah-langkah preventif serta edukasi kepada masyarakat agar kejadian karhutla dapat diminimalisir,” jelas Ricky.
Edukasi Masyarakat Jadi Langkah Pencegahan
Selain memperkuat koordinasi, Kapolres Tanah Laut menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran. Salah satu hal yang ditekankan ialah tidak menggunakan cara membakar saat membuka atau membersihkan lahan.
Menurut Ricky, peningkatan kesadaran masyarakat perlu terus dilakukan untuk mengurangi risiko karhutla. Edukasi dan kepedulian masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan serta melindungi warga dari dampak kebakaran hutan dan lahan.
“Kesadaran masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar harus terus kita bangun. Dengan kebersamaan, kepedulian, dan sinergi seluruh elemen, kita dapat menjaga lingkungan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak Karhutla,” kata Ricky.
Peserta PKDN Sespimti Polri
Kegiatan PKDN tersebut diikuti peserta didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 dan didampingi Brigjen Pol Sangkan Bonaparte Silalahi. Kegiatan itu diharapkan menjadi bagian dari pembelajaran kepemimpinan di lapangan, terutama dalam memahami dinamika persoalan kewilayahan.
Selain membahas karhutla, kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong penguatan sinergi Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan kamtibmas.
Peserta PKDN yang hadir ialah Kombes Pol M. Gafur Aditya H. Siregar, Kombes Pol Hartoyo, Kombes Pol Cahyo Hadi Prabowo, Kombes Pol Marison Tober Hamonangan Sirait, Kombes Pol Dr M Adenan AS, Kombes Pol Ronaldo Maradona TPP Siregar, Kolonel Kal Nur Indra Wakhid, serta Kombes Pol Syahirul Hatta.
Kegiatan itu turut dihadiri para Pejabat Utama Polres Tanah Laut, unsur Forkopimcam Tambang Ulang, dan perwakilan masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.




















