Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) Toshiyuki Onuma meninjau fasilitas pengembangan sumber daya manusia dan sistem navigasi penerbangan Indonesia di Tangerang, Banten, Jumat (11/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat kemitraan Indonesia dengan ICAO sekaligus melihat kesiapan Indonesia dalam mendukung penerbangan sipil yang aman, terlindungi, berkelanjutan, efisien, dan tangguh di kawasan Asia dan Pasifik. Dalam lawatan itu, Onuma mengunjungi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDM Perhubungan Udara) di Curug dan New Jakarta Air Traffic Services Centre (New JATSC) yang dikelola Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia. Kunjungan berlangsung setelah Onuma menghadiri 61st Conference of Directors General of Civil Aviation, Asia and Pacific Regions di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 7–11 September 2026.
Presiden Dewan ICAO Tinjau Pusat Pelatihan Penerbangan
Di PPSDM Perhubungan Udara, Onuma melihat fasilitas dan program pelatihan penerbangan yang telah mengantarkan lembaga tersebut meraih predikat ICAO TRAINAIR PLUS Platinum Training Centre of Excellence.
Predikat itu menjadi pengakuan terhadap kapasitas PPSDM Perhubungan Udara dalam memenuhi standar internasional. Pusat pelatihan berstandar ICAO tersebut juga menjadi modal bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia penerbangan dengan negara-negara anggota ICAO.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Onuma mengapresiasi upaya Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia penerbangan. Menurut dia, pengembangan pendidikan dan pelatihan menjadi bagian penting dalam peningkatan keselamatan serta keamanan penerbangan.
“Pendidikan bagi generasi penerus merupakan hal yang penting dan esensial, namun juga menjadi tantangan yang besar bagi semua pihak. Kami berharap melalui kegiatan tersebut, tingkat keselamatan dan keamanan penerbangan di masing-masing negara dapat semakin meningkat secara nyata,” ujar Onuma.
Ia menyebut pengembangan SDM penerbangan sejalan dengan prinsip ICAO, yaitu No Country Left Behind. Prinsip tersebut menekankan pentingnya memastikan tidak ada negara yang tertinggal dalam pengembangan kapasitas penerbangan sipil.
Setelah mengunjungi pusat pelatihan, Presiden Dewan ICAO melanjutkan kunjungan ke New JATSC. Di fasilitas yang dikelola AirNav Indonesia itu, Onuma melihat langsung sistem pelayanan dan pengaturan lalu lintas udara yang digunakan untuk mendukung pergerakan penerbangan di wilayah udara Indonesia.
Keberadaan New JATSC memperlihatkan perkembangan infrastruktur navigasi penerbangan Indonesia dalam mendukung keselamatan dan kelancaran lalu lintas udara. Fasilitas tersebut juga berkaitan dengan pengelolaan wilayah udara yang memiliki tingkat aktivitas penerbangan tinggi di kawasan Asia Pasifik.
Onuma menilai navigasi penerbangan memiliki posisi penting dalam agenda ICAO untuk membangun sistem penerbangan sipil global yang berkelanjutan.
“Salah satu tugas terpenting ICAO adalah memastikan terciptanya ruang udara yang aman, terjamin keamanannya, berkelanjutan, dan efisien dalam jangka panjang. Navigasi penerbangan memiliki keterkaitan erat dengan seluruh aspek tersebut,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kesempatan untuk melihat secara langsung kontribusi Indonesia terhadap agenda penerbangan internasional.
“Saya sangat mengapresiasi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana Indonesia berkontribusi dan menunjukkan komitmennya terhadap agenda penting bagi organisasi kita ini,” ujar Onuma.
Indonesia dan ICAO Bahas Penguatan Kerja Sama
Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan working dinner yang digelar Direktur Jenderal Perhubungan Udara bersama jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan para pemangku kepentingan industri penerbangan nasional.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan penerbangan sipil serta peluang penguatan kerja sama Indonesia dan ICAO. Pembahasan itu mencakup keselamatan, navigasi penerbangan, pengembangan SDM, dan peningkatan kapasitas penerbangan sipil yang berkelanjutan.
Onuma menegaskan, kolaborasi Indonesia dan ICAO perlu diwujudkan melalui kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.
“Kolaborasi Indonesia dan ICAO bukan hanya diperlukan, tetapi juga sangat penting untuk dapat diwujudkan secara nyata,” tegasnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa mengatakan kunjungan Presiden Dewan ICAO memiliki arti penting bagi penguatan posisi Indonesia dalam pengembangan penerbangan sipil, khususnya di kawasan Asia dan Pasifik.
“Kunjungan Bapak Onuma ini semakin memperkuat kemitraan yang sudah lama terjalin Indonesia dan ICAO. Ini juga menjadi kesempatan bagi kita untuk memperdalam kerja sama menuju sistem penerbangan sipil internasional yang lebih aman, terjamin, berkelanjutan, efisien, dan tangguh,” ujar Lukman.
Kunjungan Berakhir di Bandar Udara Soekarno-Hatta
Lawatan Onuma ke Indonesia dilakukan atas undangan Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian diplomasi dan kerja sama Indonesia dalam memperkuat tata kelola penerbangan sipil internasional.
Rangkaian kunjungan Presiden Dewan ICAO di Indonesia berakhir pada Sabtu (12/9/2026). Toshiyuki Onuma kemudian berangkat menuju Jepang melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat kerja sama Indonesia dan ICAO, baik dalam aspek keselamatan dan navigasi penerbangan maupun pengembangan sumber daya manusia serta peningkatan kapasitas penerbangan sipil yang berkelanjutan di kawasan Asia dan Pasifik.




















