Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Peristiwa

Beras Fortifikasi Abal-abal Diduga Rugikan Konsumen Rp89 Triliun, 25 Merek Bermasalah Ditindak

Saddam by Saddam
43 minutes ago
in Peristiwa
Reading Time: 6 mins read
410 13
A A
0
Kasus Beras Fortifikasi Abal-abal Mencuat, Ini Awal Temuan hingga Langkah Pemerintah

Kasus Beras Fortifikasi Abal-abal Mencuat, Ini Awal Temuan hingga Langkah Pemerintah (Dok Foto Istimewa)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah mengungkap dugaan peredaran beras fortifikasi abal-abal setelah pemeriksaan menemukan 25 dari 27 merek yang diuji tidak memenuhi persyaratan kandungan sebagaimana diklaim pada kemasan. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan temuan tersebut di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026). Pemeriksaan dilakukan melalui sejumlah laboratorium bersertifikat untuk memastikan kesesuaian kandungan gizi dan mutu produk.

Contents

    • 0.1. Hasil Uji Laboratorium Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Temuannya
    • 0.2. Kualitas Udara Hari Ini di Padang Berbahaya, AQI Tembus 904 dan Sekolah Kembali PJJ
  • 1. 25 dari 27 Merek Disebut Tidak Memenuhi Persyaratan
  • 2. Harga Beras Fortifikasi Ditemukan Tembus Rp57.000 per Kilogram
  • 3. Pemerintah Estimasikan Potensi Kerugian Rp89 Triliun
  • 4. Fortifikasi Seharusnya Menyasar Kelompok Rentan
  • 5. Daftar 25 Merek dalam Paparan Pemerintah
  • 6. Produk Diperintahkan Ditarik, Izin Dicabut dan Diproses Hukum

Temuan beras fortifikasi abal-abal menjadi perhatian pemerintah karena produk fortifikasi sebenarnya ditujukan membantu pemenuhan gizi kelompok rentan, termasuk masyarakat kurang mampu, ibu hamil dan menyusui, balita, serta kelompok yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Namun, sejumlah produk yang diperiksa justru ditemukan memiliki kandungan yang diduga tidak sesuai dengan keterangan pada label dan dipasarkan dengan harga jauh lebih tinggi.

You might also like

Temuan beras fortifikasi abal-abal itu disampaikan Menteri Pertanian

Hasil Uji Laboratorium Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Temuannya

16 September 2026
PJJ Kembali Diterapkan di Padang

Kualitas Udara Hari Ini di Padang Berbahaya, AQI Tembus 904 dan Sekolah Kembali PJJ

16 September 2026

Pemerintah memperkirakan praktik beras fortifikasi abal-abal tersebut berpotensi menimbulkan kerugian konsumen hingga sekitar Rp89 triliun. Angka itu masih berupa estimasi berdasarkan perhitungan pemerintah dan disebut masih menjadi bagian dari pendalaman bersama aparat penegak hukum.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

“Yang pertama kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya, yang ketiga diproses,” kata Amran dalam ekspos hasil pemeriksaan beras fortifikasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

25 dari 27 Merek Disebut Tidak Memenuhi Persyaratan

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dipaparkan pemerintah, sebanyak 25 dari 27 merek beras fortifikasi dinyatakan tidak memenuhi persyaratan, sementara dua merek lainnya memenuhi ketentuan.

Ketidaksesuaian terutama ditemukan pada kandungan gizi yang tidak sama dengan klaim produsen pada label kemasan.

Pengujian dilakukan di Laboratorium IPB Bogor, Laboratorium BRMP, Saraswanti Indo Genetech (SIG), serta Eurofins Angler Biochemlab yang disebut telah memiliki sertifikasi.

“Setelah kita cek di laboratorium, ternyata tidak sesuai dengan labelnya. Ini yang kita tindak,” ujar Amran.

Pemerintah menyebut produk bermasalah tersebut tidak memenuhi kandungan dan mutu yang dipersyaratkan dalam SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan serta SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Temuan itu menjadi perhatian karena konsumen membeli produk berdasarkan informasi kandungan yang dicantumkan produsen pada kemasan.

Harga Beras Fortifikasi Ditemukan Tembus Rp57.000 per Kilogram

Selain persoalan kandungan, pemerintah menyoroti disparitas harga yang dinilai sangat tinggi.

Amran mengatakan beras fortifikasi semestinya dapat berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp13.500 per kilogram. Biaya tambahan untuk proses fortifikasi disebut hanya sekitar Rp1.000.

Namun, berdasarkan temuan pemerintah, terdapat produk yang dijual hingga sekitar Rp57.000 per kilogram.

“Beras fortifikasi dijual tertinggi Rp57.000. Mana bisa orang miskin membeli harga Rp57.000? Padahal begitu dicek, seharusnya harganya Rp13.000. Karena vitamin tadi yang disyaratkan di labelnya itu tidak sesuai. Ini diduga ya, penipuan selisih Rp44.000 per kilo, yang tertinggi ya,” kata Amran.

Dalam pemaparan lainnya, Kementerian Pertanian mencatat salah satu produk berinisial WFO dipasarkan Rp57.600 per kilogram, sedangkan harga wajarnya dihitung sekitar Rp13.500. Selisihnya mencapai sekitar Rp44.100 per kilogram.

Secara keseluruhan, rata-rata harga jual produk yang diperiksa mencapai Rp23.385 per kilogram. Sementara harga wajarnya disebut berada di sekitar Rp13.689 per kilogram sehingga terdapat selisih rata-rata sekitar Rp9.695 per kilogram.

Pemerintah Estimasikan Potensi Kerugian Rp89 Triliun

Amran memperkirakan nilai dugaan praktik tersebut dapat mencapai sekitar Rp89 triliun.

Menurut dia, perhitungan tersebut antara lain dikaitkan dengan data Badan Pusat Statistik mengenai proporsi beras premium dan fortifikasi yang beredar di pasar.

“Ini sudah tidak tepat sasaran. Kemudian saat ini juga ada praktik penipuan terhadap beras fortifikasi, nilainya ini estimasi ya, Rp89 triliun. Sesuai data BPS, 39% beras yang beredar premium dan fortifikasi. Sekarang premium hilang, menjelma menjadi fortifikasi,” tuturnya.

Pemerintah menekankan nilai Rp89 triliun tersebut merupakan estimasi, bukan nilai kerugian yang telah diputuskan secara hukum.

Pendalaman lebih lanjut diperlukan untuk menentukan besaran kerugian serta pertanggungjawaban masing-masing pihak yang diduga terlibat.

Fortifikasi Seharusnya Menyasar Kelompok Rentan

Beras fortifikasi merupakan beras yang mendapatkan tambahan zat gizi tertentu. Produk tersebut ditujukan antara lain untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat rentan dan mendukung penanganan masalah stunting.

Karena tujuan tersebut, Amran menilai harga yang terlalu tinggi justru membuat produk fortifikasi kehilangan fungsi utamanya.

“Fortifikasi bukan untuk menggantikan beras premium. Fortifikasi ini untuk kelompok rentan, stunting, orang miskin, ibu hamil, menyusui, dan balita. Kalau dijual dengan harga sangat tinggi, tentu tidak tepat sasaran,” kata Amran.

Menurutnya, masyarakat yang menjadi sasaran utama program fortifikasi justru akan kesulitan membeli produk apabila harganya lebih mahal dibandingkan beras premium maupun medium.

“Ini menyusahkan konsumen kita. Tujuan fortifikasi adalah untuk ibu hamil, menyusui, penderita stunting, dan masyarakat kurang mampu. Jadi tujuan kita tidak tercapai, kenapa justru harganya jauh lebih tinggi daripada beras premium dan medium,” ujarnya.

Daftar 25 Merek dalam Paparan Pemerintah

Dalam pemaparannya, Amran mencantumkan 25 produk yang diduga memiliki ketidaksesuaian kandungan. Daftar tersebut terdiri atas:

  1. Idola Fortifikasi
  2. Idola High Quality Whole Grain Rice
  3. Idola Long Grain Rice
  4. Ikan Mas Cupang
  5. AAA Wijaya Kusuma
  6. Cantik Manis
  7. Penari Bangkok
  8. Topi Koki Short Grain
  9. Topi Koki Setra Royale
  10. Topi Koki Long Grain Crystal
  11. HOK-1 Gohan
  12. Maknyuss Pulen Gizi
  13. Anak Raja Fortifikasi
  14. Anak Raja Nusantara
  15. Top Anak Raja
  16. PMS Induk Ayam
  17. Sumo
  18. Rasvit
  19. FS Nutri Rice
  20. Pelikan
  21. Rice Rojolele
  22. Super Kepala Beras Premium 111
  23. 111 Golden Number
  24. Putri Koki
  25. Wellfarm Beras Diabet

Status produk-produk tersebut dalam paparan pemerintah merupakan dugaan berdasarkan hasil pemeriksaan yang disampaikan Kementerian Pertanian. Proses pendalaman dan penegakan hukum masih diperlukan untuk menentukan pelanggaran serta tanggung jawab masing-masing pihak.

Produk Diperintahkan Ditarik, Izin Dicabut dan Diproses Hukum

Pemerintah menyatakan telah mengambil tiga langkah terhadap produk yang dinilai bermasalah, yakni menarik produk dari peredaran, mencabut izin, dan memproses pihak yang diduga terlibat sesuai ketentuan hukum.

Langkah tersebut dilakukan karena beras merupakan komoditas pangan strategis yang dikonsumsi masyarakat luas.

“Jangan sampai ada yang menyusahkan rakyat kecil. Kita ingin semuanya tumbuh bersama, tetapi jangan ada yang merugikan rakyat kecil,” tegas Amran.

Kasus beras fortifikasi mulai mendapat perhatian ketika Bapanas menelusuri penyebab mahal dan langkanya beras premium di pasar pada April 2026.

Pada periode tersebut, harga pembelian pemerintah untuk gabah ditetapkan Rp6.500 per kilogram, sementara produsen swasta dan Perum Bulog sama-sama menyerap pasokan gabah petani. Kondisi itu membuat pasokan yang dapat diperoleh produsen beras premium semakin terbatas.

Di tingkat konsumen, pemerintah pada saat yang sama menetapkan harga eceran tertinggi beras sekitar Rp14.900 per kilogram. Tekanan antara kenaikan biaya produksi dan pembatasan harga jual kemudian menjadi salah satu persoalan yang dihadapi produsen.

Pemerintah sebelumnya juga menemukan praktik pencampuran beras premium dengan beras berkualitas lebih rendah. Sepanjang 2024 hingga 2026, sebanyak 47 kasus terkait beras disebut telah dibongkar pemerintah.

Kini pemerintah kembali memperketat pengawasan setelah menemukan produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi tetapi diduga tidak memiliki kandungan sesuai klaim pada label. Pengawasan tersebut diarahkan tidak hanya untuk menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan konsumen mendapatkan produk dengan kualitas dan kandungan yang sesuai dengan informasi yang dicantumkan produsen.

Tags: Beras Fortifikasi Abal-abalEurofins Angler BiochemlabKepala Badan Pangan NasionalLaboratorium BRMPLaboratorium IPB BogorMenteri PertanianSaraswanti Indo Genetech (SIG)

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

Temuan beras fortifikasi abal-abal itu disampaikan Menteri Pertanian

Hasil Uji Laboratorium Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Temuannya

by Saddam
16 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Hasil pengujian laboratorium mengungkap 25 dari 27 merek beras fortifikasi yang diperiksa pemerintah diduga tidak memenuhi persyaratan...

PJJ Kembali Diterapkan di Padang

Kualitas Udara Hari Ini di Padang Berbahaya, AQI Tembus 904 dan Sekolah Kembali PJJ

by Saddam
16 September 2026
0

Headline.co.id, Padang ~ Pemerintah Kota Padang kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik tingkat PAUD, SD, dan SMP...

HUT ke-71 Lalu Lintas, Korlantas Jenguk Aiptu Iwan Anggota PJR Cikampek yang Sakit

Korlantas Polri Jenguk Aiptu Iwan Saat HUT ke-71 Lalu Lintas

by Lia
16 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Headline.co.id, KORLANTAS POLRI, Jakarta – Korlantas Polri menjenguk Aiptu Iwan Sujatmoko, anggota PJR Cikampek yang sedang sakit,...

Peringati HUT ke-71 Lalu Lintas, Satlantas Polres Teluk Bintuni Salurkan Bansos

Bakti Sosial HUT ke-71 Lalu Lintas Digelar di Teluk Bintuni

by wahyu
16 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Teluk Bintuni, Papua Barat, menggelar bakti sosial dan anjangsana dalam rangka memperingati...

Sambut HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara, Korlantas Polri Salurkan Perlengkapan Ibadah di Sejumlah Masjid

Korlantas Polri Salurkan Perlengkapan Ibadah ke Lima Masjid

by Wawan
15 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ KORLANTAS POLRI, Jakarta – Korlantas Polri menyalurkan perlengkapan ibadah dan alat kebersihan ke lima masjid di sekitar...

Sambut HUT ke-71 Lalu Lintas, Korlantas Polri Besuk Personel PJR yang Sakit, Sampaikan Pesan Semangat dari Kakorlantas

Korlantas Polri Besuk Personel PJR Sakit Jelang HUT ke-71

by Lia
15 September 2026
0

Headline.co.id, Tangerang ~ KORLANTAS POLRI, Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri membesuk personel Patroli Jalan Raya (PJR) Induk Bitung,...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Kalurahan Sumbersari di Sleman Distribusikan Bantuan Pangan untuk 816 KPM

Kalurahan Sumbersari di Sleman Distribusikan Bantuan Pangan untuk 816 KPM

11 December 2025
Presiden Prabowo Tegaskan Program MBG sebagai Wujud Kehadiran Negara

Presiden Prabowo Tegaskan Program MBG sebagai Wujud Kehadiran Negara

30 April 2026
Keindahan Wisata Raja Ampat

Popularitas Wisata Meningkat, Kelestarian Raja Ampat Jadi Tantangan Serius

23 November 2025
Kapolres Kulonprogo, AKBP Dr. Wilson Bugner F. Pasaribu, S.I.K., M.H

Polres Kulonprogo Gelar Donor Darah Sambut Hari Bhayangkara ke-79

17 June 2025
Pesan Menag pada Wanita Islam: Lahirkan Pemimpin Siap Mengabdi pada Bangsa

Muktamar Wanita Islam Jadi Momentum Regenerasi Kepemimpinan

11 September 2026
Gempa Magnitudo 6,5 Mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara

Gempa Magnitudo 6,5 Mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara

7 January 2026
Generasi Muda Didorong Bangun Demokrasi Dinamis di Era Digital

Generasi Muda Didorong Bangun Demokrasi Dinamis di Era Digital

13 July 2026

Artikel Terbaru

Dari Rp13 Ribu Jadi Rp57 Ribu, Begini Temuan Pemerintah soal Beras Fortifikasi Abal-abal

Beras Fortifikasi Abal-abal Jadi Sorotan, Konsumen Disebut Bisa Rugi Rp9.695 per Kilogram

16 September 2026
Temuan beras fortifikasi abal-abal itu disampaikan Menteri Pertanian

Hasil Uji Laboratorium Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Temuannya

16 September 2026
Kasus Beras Fortifikasi Abal-abal Mencuat, Ini Awal Temuan hingga Langkah Pemerintah

Beras Fortifikasi Abal-abal Diduga Rugikan Konsumen Rp89 Triliun, 25 Merek Bermasalah Ditindak

16 September 2026
Gempa Bumi Bermagnitudo 3,7 Kembali Guncang Pulau Doi, Maluku Utara

Gempa Bumi Magnitudo 3,7 Guncang Pulau Doi Maluku Utara

16 September 2026
AQI Kota Padang tercatat mencapai 904

Pemkot Padang Berlakukan PJJ Mulai 16 September, AQI Tercatat 904

16 September 2026
Gempa Bumi Bermagnitudo 4,4 Guncang Pulau Doi, Maluku Utara

Gempa Magnitudo 4,4 Guncang Utara Pulau Doi Maluku Utara

16 September 2026
Memburuknya kualitas udara hari ini membuat peserta didik pjj

Kualitas Udara Hari Ini di Padang Capai Level Berbahaya, Orang Tua Diminta Dampingi Anak PJJ

16 September 2026

Popular Story

: Sekjen AFC Datuk Seri Windsor John menilai sepak bola Indonesia tengah mengalami kebangkitan dan berpotensi menjadi salah satu kekuatan sepak bola Asia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Global Leadership Forum ISS 2026 sebelum diajak Menpora Erick Thohir mengunjungi sejumlah booth di JICC. (Foto: Humas Kemenpora)
Berita

Erick Thohir dan Sekjen AFC Bahas Masa Depan Sepak Bola di ISS 2026

by masfajar
14 September 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Menpora RI Erick Thohir mengajak Sekretaris Jenderal Asian Football...

Read moreDetails

Daftar Artikel Kesehatan Terbaru di Tribratanews Polri

Food Truck KEK Industropolis Batang Buka Peluang Usaha Warga

Cuaca Besok di Jawa 11 September 2026, Bandung Hujan Ringan dan Jakarta Udara Kabur

Jatim Park 2 Jadi Destinasi Eduwisata Keluarga di Batu, Ada Batu Secret Zoo hingga Area Akuatik

Kapolri Tekankan Kompetensi Pekerja di Tengah Perubahan Teknologi

549 Desa di Gorontalo Berstatus Maju dan Mandiri

Polda Kaltim Sita 2,9 Kg Sabu dan 1.900 Ekstasi, Diduga Jaringan Malaysia

Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Sulsel, 17 Orang Jadi Tersangka

Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Kenalkan Musik Nusantara

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.