Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong Pengurus Pusat (PP) Wanita Islam melahirkan pemimpin baru yang siap mengabdi kepada umat dan bangsa. Pesan tersebut disampaikan saat Menag menerima audiensi PP Wanita Islam di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta, Kamis (10/9/2026). Pertemuan itu membahas penguatan kolaborasi Kementerian Agama dan organisasi kemasyarakatan keagamaan serta persiapan Muktamar Wanita Islam XIII yang dijadwalkan berlangsung pada 21–23 November 2026. Menag menilai muktamar tersebut penting untuk memperkuat regenerasi, kesinambungan organisasi, dan penyusunan program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Menag Dorong Regenerasi di Muktamar Wanita Islam
Nasaruddin Umar mengatakan Muktamar Wanita Islam XIII tidak semata-mata menjadi forum pergantian kepengurusan. Menurut dia, muktamar harus dimanfaatkan untuk memastikan regenerasi berjalan dan organisasi terus berkembang.
“Organisasi yang sehat harus mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang siap melanjutkan pengabdian kepada umat dan bangsa,” ujar Menag.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia juga mengapresiasi kiprah Wanita Islam dalam kehidupan masyarakat. Menag menyebut organisasi perempuan memiliki peran dalam membangun keluarga, memperkuat pendidikan, dan menjaga kehidupan keagamaan yang moderat.
“Organisasi perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga, memperkuat pendidikan, dan menjaga kehidupan keagamaan yang moderat. Kementerian Agama terbuka untuk terus berkolaborasi agar program-program Wanita Islam semakin luas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
Menag berharap Muktamar Wanita Islam XIII menghasilkan kepemimpinan yang kuat serta program kerja yang mampu merespons perkembangan zaman. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan regenerasi, inovasi, dan kesinambungan organisasi.
“Saya berharap muktamar ini dapat melahirkan gagasan yang segar, kepemimpinan yang kuat, serta program yang menjawab kebutuhan perempuan, keluarga, dan masyarakat. Regenerasi harus berjalan seiring dengan inovasi dan kesinambungan organisasi,” katanya.
Muktamar Wanita Islam Digelar November
Dalam audiensi tersebut, jajaran PP Wanita Islam mengundang Menteri Agama untuk hadir, membuka, dan memberikan sambutan dalam pelaksanaan Muktamar Wanita Islam XIII. Forum itu diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat regenerasi kepemimpinan sekaligus merumuskan program organisasi yang relevan dengan kebutuhan umat dan masyarakat.
Ketua PP Wanita Islam Marfuah Musthofa mengatakan pertemuan dengan Menteri Agama juga menjadi bagian dari silaturahmi serta penyampaian perkembangan program organisasi. Ia menyebut Wanita Islam terus membangun sinergi dengan pemerintah dalam menjalankan program yang memiliki tujuan bagi masyarakat.
“Kami bersilaturahmi sekaligus melaporkan kegiatan dan perkembangan organisasi. Wanita Islam terus bersinergi dengan pemerintah untuk menjalankan program-program yang memiliki tujuan sama bagi masyarakat,” ujar Marfuah.
Marfuah menegaskan Muktamar Wanita Islam bukan hanya forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi. Menurut dia, muktamar juga menjadi momentum untuk memastikan proses suksesi dan regenerasi kepemimpinan berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.
“Muktamar akan berlangsung pada 21 – 23 November 2026. Selain membahas program organisasi, muktamar juga menjadi momentum suksesi dan regenerasi kepemimpinan,” jelasnya.
Kepemimpinan Ketua Dibatasi Dua Periode
Marfuah menuturkan, masa kepemimpinannya telah berlangsung selama dua periode. Berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi, jabatan ketua dibatasi maksimal dua periode.
Ketentuan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan organisasi melalui proses regenerasi kepemimpinan.
“Regenerasi harus terus berjalan agar organisasi tetap sehat. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang kepemimpinannya tidak bertumpu pada satu orang,” tegasnya.
Ia berharap Muktamar Wanita Islam XIII melahirkan kepemimpinan baru yang dapat menjaga kesinambungan organisasi. Kepemimpinan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kontribusi Wanita Islam dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan perempuan.
Melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama dan berbagai pemangku kepentingan, Wanita Islam diharapkan terus berperan dalam memperkuat kehidupan keagamaan serta memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.


















