Headline.co.id, Batang ~
TP PKK Kabupaten Batang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) Dokter Kecil bagi pelajar sekolah dasar di Aula PKK Batang, Kabupaten Batang, Kamis (10/9/2026). Kegiatan yang diinisiasi Kelompok Kerja (Pokja) IV tersebut digelar untuk mengedukasi siswa mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain membiasakan hidup sehat, LCC Dokter Kecil menjadi sarana melatih keberanian, kepedulian terhadap lingkungan, dan empati terhadap sesama sejak dini.
Sejumlah sekolah dasar dari 15 kecamatan mengikuti kompetisi untuk memperebutkan kesempatan tampil di babak final. Para peserta beradu cepat menjawab pertanyaan seputar kesehatan dan perilaku hidup bersih berdasarkan pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran di sekolah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
LCC Dokter Kecil Tanamkan Kebiasaan Hidup Sehat
Ketua TP PKK Batang Faelasufa Faiz Kurniawan mengapresiasi keberanian para peserta yang mengikuti LCC Dokter Kecil. Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya mengajarkan perilaku sehat, tetapi juga mendorong anak membangun kepercayaan diri dan kepedulian sosial.
“Di samping mendidik mereka berperilaku sehat, lomba ini juga menjadi media untuk mewujudkan cita-citanya menjadi dokter,” kata Faelasufa setelah membuka lomba di Aula PKK Batang, Kamis (10/9/2026).
Ia mengatakan, cita-cita menjadi dokter dapat menjadi dorongan bagi anak untuk berempati terhadap lingkungan dan sesama. Untuk mewujudkannya, anak-anak dinilai perlu memiliki tekad yang kuat karena profesi dokter tidak mudah dicapai.
Melalui tema Dokter Kecil, panitia berupaya menanamkan pemahaman bahwa pengetahuan kesehatan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tersebut juga diarahkan agar anak mampu memperhatikan kesehatan diri serta orang-orang di sekitarnya.
Materi Lomba Berkaitan dengan Kesehatan dan 10 Program PKK
Kepala Dinas Kesehatan Batang Ida Susilaksmi menilai LCC Dokter Kecil merupakan upaya memberikan edukasi kesehatan kepada anak sejak dini. Materi yang ditanyakan dalam lomba mencakup penyakit menular, gizi, makanan sesuai standar, serta 10 program PKK.
“Manfaatnya agar anak-anak lebih peduli terhadap kesehatan, bagi dirinya maupun orang di sekitarnya. LCC Dokter Kecil ini untuk memotivasi diri dan teman sebaya agar berperilaku sehat dalam kesehariannya,” tegas Ida.
Dengan materi tersebut, peserta tidak hanya diuji dalam menjawab pertanyaan, tetapi juga didorong memahami berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan PHBS. Pengetahuan itu diharapkan menjadi bekal bagi anak untuk membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah maupun dalam keseharian.
Kehadiran perwakilan sekolah dasar dari 15 kecamatan membuat kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengukur pemahaman mereka mengenai kesehatan. Kompetisi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk melatih keberanian tampil dan menjawab pertanyaan dalam batas waktu tertentu.
Peserta Berlatih Bersama Guru dan Petugas Puskesmas
Salah satu peserta, Ulfa, mengikuti LCC Dokter Kecil dengan didampingi guru kelasnya, Nindi, dari SDN Kandeman 1. Ia mengaku telah mempersiapkan diri dengan berlatih selama beberapa pekan sebelum lomba berlangsung.
Persiapan itu dilakukan bersama guru dan petugas Puskesmas. Mereka secara intensif berlatih menjawab sejumlah pertanyaan yang diperkirakan akan diajukan dalam kompetisi.
“Ya belajar sama bu guru soal PHBS dan lainnya, semoga soalnya keluar semua,” ujar Ulfa.
Keterlibatan guru dan petugas Puskesmas dalam persiapan peserta menunjukkan adanya pendampingan dalam proses edukasi kesehatan. LCC Dokter Kecil pun tidak berhenti pada kompetisi, tetapi menjadi bagian dari upaya mengenalkan PHBS dan kepedulian terhadap sesama kepada pelajar sekolah dasar.


















