Headline.co.id, Jakarta ~ Indonesia resmi memimpin ASEAN Committee in Washington, D.C. (ACW) setelah menerima estafet kepemimpinan dari Kamboja pada Sabtu (19/9/2026). Serah terima berlangsung di Kedutaan Besar Kamboja di Washington, Amerika Serikat, dan diserahkan oleh Duta Besar Kamboja untuk AS Koy Kuong kepada Duta Besar RI untuk AS Indroyono Soesilo. Dalam kepemimpinan tersebut, Indonesia akan mendorong negara-negara Asia Tenggara menjadi mitra yang kuat bagi Amerika Serikat dan dunia internasional melalui penguatan diplomasi kolektif serta perluasan kerja sama di berbagai sektor strategis.
Indroyono menyampaikan hal itu melalui keterangan resmi seusai prosesi serah terima kepemimpinan ACW. Menurut dia, peran Indonesia di dalam komite tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi kawasan sekaligus memperbesar kontribusi ASEAN dalam hubungan dengan Amerika Serikat.
Indonesia Bawa Pesan Asia Tenggara
Indroyono menegaskan, kepemimpinan Indonesia di ACW membawa pesan bahwa Asia Tenggara siap berperan sebagai mitra yang relevan dan konstruktif bagi Amerika Serikat maupun masyarakat internasional.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Melalui kepemimpinan di ACW, Indonesia membawa pesan bahwa Asia Tenggara siap menjadi mitra yang relevan, dan konstruktif bagi Amerika Serikat maupun dunia,” ujar Indroyono.
Kepemimpinan Indonesia juga menandai dimulainya peran resmi negara tersebut dalam memimpin komite yang bertugas memperkuat koordinasi dan suara kolektif sebelas negara anggota ASEAN di Amerika Serikat.
Peran itu menjadi bagian dari upaya memperkuat prinsip sentralitas ASEAN. Indonesia juga mendorong peran aktif kawasan dalam menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, terbuka, dan berbasis aturan.
Ruang Kerja Sama ACW Kian Luas
Dalam keterangannya, Indroyono menyebut ruang lingkup kerja ACW terus berkembang. Forum tersebut mencakup isu diplomasi, politik, keamanan, perdagangan, investasi, konektivitas, dan pendidikan.
Selain itu, kerja ACW meliputi ekonomi digital, kecerdasan buatan, perubahan iklim, energi, kesehatan, inovasi, keamanan maritim, hingga teknologi antariksa. Beragam bidang tersebut menjadi ruang bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat kerja sama dengan Amerika Serikat.
Perluasan bidang kerja itu juga menunjukkan bahwa hubungan ASEAN-AS tidak hanya berkaitan dengan isu politik dan keamanan. Kerja sama ekonomi, teknologi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta konektivitas turut menjadi bagian dari agenda yang akan dibawa melalui ACW.
Dengan cakupan tersebut, kepemimpinan Indonesia diarahkan untuk memperkuat koordinasi antarnegara ASEAN di Amerika Serikat. Komite itu juga menjadi wadah untuk menyampaikan kepentingan dan suara kolektif kawasan dalam berbagai isu strategis.
Perluas Dialog dengan Lembaga Federal AS
Selama menjalankan keketuaan ACW, Indonesia akan memperluas jaringan dialog dengan sejumlah lembaga federal Amerika Serikat. Lembaga yang disebut mencakup Department of State, Gedung Putih, National Security Council, dan Department of Commerce.
Dialog dengan berbagai lembaga federal tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat kemitraan ASEAN-AS. Melalui kepemimpinan di ACW, Indonesia juga akan mempromosikan potensi nasional di bidang budaya, pariwisata, hingga investasi.
Promosi tersebut akan dilakukan bersamaan dengan penguatan diplomasi kolektif negara-negara ASEAN. Dengan demikian, kepemimpinan Indonesia tidak hanya berfokus pada koordinasi internal kawasan, tetapi juga pada perluasan hubungan dengan pemangku kepentingan di Amerika Serikat.
ASEAN Cultural Day Buka Keketuaan Indonesia
Keketuaan Indonesia di ACW akan diawali dengan penyelenggaraan ASEAN Cultural Day. Kegiatan itu dijadwalkan berlangsung di Civic Center, Silver Spring, Maryland, pada 14 Oktober 2026.
ASEAN Cultural Day akan digelar bersama ASEAN Spouse Circle. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperkenalkan keragaman budaya serta persahabatan negara-negara ASEAN kepada masyarakat setempat.
Agenda budaya itu menjadi kegiatan awal dalam masa kepemimpinan Indonesia di ACW. Selain memperkenalkan keberagaman kawasan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk membangun pemahaman dan hubungan yang lebih dekat masyarakat ASEAN dan masyarakat di Amerika Serikat.
Penyerahan estafet kepemimpinan dari Kamboja kepada Indonesia menandai dimulainya mandat resmi Indonesia di ACW. Melalui mandat itu, Indonesia akan membawa agenda penguatan sentralitas ASEAN dan perluasan kerja sama kawasan dengan Amerika Serikat di berbagai bidang strategis.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















